Breaking News

Tekan Polusi dan Kemacetan, Daerah Aglomerasi Kena Perluasan Aturan Ganjil Genap

Perluasan ganjil genap hingga ke Tangerang. (Ilustrasi/ antara)


WELFARE.id-Pelaksanaan aturan ganjil-genap (gage) bakal diperluas hingga wilayah Tangerang Raya, Banten, dengan harapan dapat menekan tingkat polusi udara. Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, keputusan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil rapat terbatas (Ratas) terkait peningkatan kualitas udara kawasan Jabodetabek.

"Kita diundang dalam kapasitas sebagai bagian dari daerah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Mengikuti rapat terbatas kabinet, terkait dengan upaya penanganan polusi udara," ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (4/9/2023).

Muktabar menjelaskan, dalam rapat tersebut diputuskan bahwa Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang bakal menerapkan kebijakan gage khususnya di ruas jalan yang mengarah ke DKI Jakarta. Lewat perluasan gage tersebut, kata dia, diharapkan bisa menekan tingkat polusi udara yang kian memburuk dalam beberapa minggu terakhir.

"Kaitan dengan aglomerasi, dilakukan penguatan dan perluasan ganjil-genap. Utamanya jalan yang terakses ke DKI Jakarta mengikuti arah kebijakan DKI Jakarta. Kebijakan ganjil-genap salah satu hal yang memungkinkan untuk mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor yang jumlahnya luar biasa," tuturnya.

Selain itu, ia juga meminta industri yang ada di Banten khususnya Tangerang Raya, agar memasang scrubber atau alat pengontrol gas buang dari cerobong asap sehingga dapat mengurangi polusi yang ada. Nantinya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bakal mengecek langsung para pelaku industri yang ada di wilayah tersebut guna memastikan polusi bisa ditekan dengan baik.

"Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di kawasan Tangerang kurang lebih ada tujuh industri untuk dilakukan pengecekan dan pendekatan penggunaan scrubber," ulasnya.


Rute Jalan yang Kena Perluasan Gage


Sejumlah jalan di Tangerang yang terkena perluasan gage di antaranya, ruas jalan utama yang berbatasan dengan DKI Jakarta. "Yaitu Jalan Daan Mogot, HOS Cokroaminoto, Raden Saleh, dan pintu masuk Tol Tangerang arah Jakarta," ujar Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dalam keterangannya, dikutip Senin (4/9/2023).

Namun untuk penerapannya, masih terkendala ruas jalan yang masuk daerah DKI belum ditetapkan sebagai wilayah ganjil-genap. Untuk sementara, Pemkot Tangerang masih harus berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait penerapan kebijakan ini.

"Hanya masih terkendala bahwa ruas-ruas jalan yang masuk wilayah DKI pun belum ditetapkan sebagai ruas jalan wajib gage. Penentuan ruas jalan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan DKI Jakarta," ungkapnya.

Selain itu, terkait kapan penerapan ganjil-genap masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pihak terkait. Seperti Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), hingga Pemprov Banten.

"Masih menunggu juknis secara resmi dari Kemenhub/BPTJ ataupun provinsi terkait rencana perluasan gage di wilayah aglomerasi Tangerang Raya," tuntasnya. (tim redaksi)


#perluasangage

#ganjilgenap

#jalantangerangkenaaturangage

#tekankemacetan

#tekanpolusiudara

#jabodetabek

Tidak ada komentar