Breaking News

Pola Transaksi Nasabah Berubah, 5 Tahun Terakhir 7.160 Kantor Bank Tutup

Pelayanan perbankan di salah satu bank milik pemerintah. (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Imbas digitalisasi terasa di sektor perbankan. Kemudahan bertransaksi bagi para nasabah dimana pun mereka berada, menyebabkan kantor bank susut banyak dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.

Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dikutip Selasa (12/9/2023), ada 7.160 unit kantor bank ditutup. Sepanjang paruh pertama 2023, sudah ada ratusan kantor bank yang tak lagi beroperasi.  

Berdasarkan data per Juni 2023, bank umum di Indonesia tinggal 24.784 unit. Jika dibanding jumlah pada Desember 2022 yaitu 25.577, ada penyusutan sebanyak 793 kantor bank.

Pada Juni 2018 lalu, jumlah kantor bank umum yang beroperasi masih mencapai 31.944 unit. Padahal, jumlah bank umum di Indonesia hanya turun 10 bank dalam lima tahun, dari 115 bank umum pada Juni 2018 menjadi 105 bank umum pada Juni 2023.

Jika diukur dari penyusutan bank di setiap daerah, DKI Jakarta merupakan daerah yang paling banyak mempunyai kantor cabang bank. Dalam setahun jumlahnya turun dari 456 unit menjadi 447 unit.

Kemudian, di Jawa Timur, kantor cabang bank susut dari 408 unit menjadi 392 unit. Di Jawa Barat, jumlah kantor cabang bank turun dari 390 unit menjadi 377 unit.

Jika dirinci, Jawa Timur mencatatkan penyusutan kantor bank paling besar hingga semester I/2023, yaitu sebanyak 16 unit secara tahunan. Disusul oleh Jawa Barat sebanyak 13 unit kantor, lalu DKI Jakarta sebanyak 9 unit kantor, dan Jawa Tengah sebanyak 8 unit kantor.

Terbaru, di keterbukaan informasi PT Bank Bisnis Internasional Tbk (BBSI) yang telah resmi berganti nama menjadi PT Krom Bank Indonesia Tbk. mengumumkan penutupan kantor cabangnya di Cinere, Depok, Jawa Barat. "Kantor Cabang Cinere akan ditutup dan pelayanan nasabah terakhir adalah tanggal 25 September 2023 dan ditutup efektif pada tanggal 29 September 2023," tulis Corporate Secretary Krom Bank Teni Meranti dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (12/9/2023).

Selanjutnya, kegiatan operasional bank akan dialihkan ke Kantor Cabang Mangga Dua di DKI Jakarta. Penyusutan kantor bank juga dialami oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI). 

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengatakan, hingga akhir Juni 2023, BRI memiliki 7.980 outlet jaringan kantor. Angka ini menyusut 229 kantor apabila dibandingkan dengan akhir 2022.  

"Berkurangnya jumlah kantor BRI merupakan bagian dari strategi perusahaan yang mengikuti customer journey, seiring dengan semakin pesatnya digitalisasi. Sehingga masyarakat Indonesia semakin terbiasa dengan transaksi digital," paparnya, dikutip Selasa (12/9/2023).

Hal tersebut ditunjukkan dari porsi transaksi digital di BRI yang saat ini sudah mencapai sekitar 98,5 persen. Hanya sebesar 1,5 persen yang masih bertransaksi di outlet konvensional. 

Sebelumnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah menutup 175 kantor atau outlet sejak 2020 hingga pertengahan tahun ini. Tercatat, jumlah outlet BTN pada Juni 2023 mencapai 736 unit. 

Direktur Distribution and Funding Bank BTN Jasmin mengatakan, sejak pandemi COVID-19, jumlah kantor cabang di BTN memang terus menyusut. Tahun ini saja BTN berencana menutup 7 kantor cabang lagi. 

"Ini karena pola transaksi yang sudah berubah. Selama pandemi ada pembatasan sosial dan transaksi banyak beralih ke online," ungkapnya, dikutip Senin (11/9/2023). (tim redaksi)


#imbasdigitalisasi

#kantorbanktutup

#transaksiperbankan

#layananperbankan

#tutupcabang

#polatransaksiberubah

#kantorbankmenyusut

Tidak ada komentar