Breaking News

Hingga 2035 Singapura Bakal Impor Listrik Bersih, 50% Dipasok dari RI

Singapura di malam hari. (Joshua Ang/unsplash.com)

WELFARE.id-Singapura bakal impor listrik dari Indonesia. Singapura telah menyetujui untuk mengimpor listrik bersih rendah karbon dari Indonesia sebesar dua gigawatt. 

Adapun penyediaan listrik tersebut akan dipasok oleh sejumlah perusahaan swasta yang saat ini tengah mengembangkan listrik ramah lingkungan. Wakil Menteri Perdagangan dan Industri Tan See Leng mengatakan otoritas energi Singapura telah menyetujui impor listrik rendah karbon sebanyak 2 gigawatt dari Indonesia ke Singapura.

"Dengan gembira saya umumkan bahwa EMA (Energy Market Authority Singapore) telah memberikan persetujuan bersyarat untuk impor 2 gigawatt listrik rendah karbon dari Indonesia ke Singapura," beber Tan See Leng dalam acara Indonesia Sustainable Forum 2023, di Park Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, dikutip Sabtu (9/9/2023). Ia bahkan telah meneken perjanjian kerja sama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Menteri ESDM Arifin Tasrif soal rencana impor listrik ini.

"MOU ini akan memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memfasilitasi proyek-proyek komersial untuk pengembangan energi rendah karbon dan perdagangan listrik lintas batas serta interkoneksi antara kedua negara," papar Tan See Leng. Menurutnya, ada sekitar lima perusahaan dari Indonesia yang mengajukan proposal untuk menyediakan listrik rendah karbon ke negeri Singa. 

Pertama, tiga perusahaan yang tergabung dalam konsorsium Pacific Medco Solar Energy, kedua Adaro Green, dan juga TBS Energi Utama. Adapun, dari pihak Singapura yakni Seraphim Solar System, LONGi Solar Technology, IDN Solar, Sungrow, serta PT Huawei Tech Investment. 

"Secara kolektif, perusahaan-perusahaan tersebut diusulkan untuk memasang sekitar 11 Gigawatt kapasitas Solar PV dan 21 Gigawatt penyimpanan energi baterai di Indonesia,” paparnya. Oleh karena itu, ia menekankan, kerja sama perdagangan listrik itu tidak sebatas jual beli kedua negara. 

Namun sekaligus akan menumbuhkan industri listrik bersih di Indonesia, salah satunya pabrik Solar PV untuk energi listrik berbasis surya. Deputi Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kemenko Marves Rachmat Kaimuddin menambahkan, kerja sama antar perusahaan itu merupakan kelanjutan dari kesepakatan tertulis yang telah diteken kedua pemerintah pada Maret 2023 lalu. 

"Kami berharap kerja sama ini akan menciptakan peluang bagi Indonesia untuk menciptakan peluang bagi Indonesia menjadi pemain utama industri Solar PV,” ungkapnya. Tan See Leng menjelaskan secara kolektif, perusahaan-perusahaan tersebut bakal memasang sekitar 11 gigawatt kapasitas panel surya dan 21 gigawatt penyimpanan energi baterai di Indonesia.

"Proyek-proyek ini akan menjadi pembangkit listrik tenaga surya dan baterai terbesar di Indonesia dan akan melayani kebutuhan energi Indonesia dan Singapura," ulasnya. Bahkan, hingga 2035 negaranya bakal mengimpor 4 gigawatt listrik rendah karbon. 

Dari jumlah tersebut, 50% kebutuhannya dipenuhi dari Indonesia. Menurutnya, hal ini merupakan bukti kemitraan erat antara dua negara besar di Asia Tenggara tersebut. "Faktanya, bahwa setengah dari jumlah tersebut akan berasal dari Indonesia merupakan bukti kemitraan jangka panjang dan komprehensif," tuntasnya. (tim redaksi)


#imporlistrikbersih

#singapuraimporlistrikbersihdariRI

#indonesiaeksporlistrikbersihkesingapura

#kemitraanindonesiasingapura

#energirendahkarbon

#energiramahlingkungan

#kerjasamabilateral

Tidak ada komentar