Breaking News

Gempa Dangkal Lebih Mematikan, Korban Tewas di Maroko Tembus 2.000 Orang

Bangunan yang rusak usai gempa di Maroko. (Istimewa/ ndtvcom)


WELFARE.id-Korban jiwa akibat gempa berkekuatan 6,8 SR yang mengguncang Maroko, Jumat (8/9/2023) malam waktu setempat. Dalam sekejap, gempa tersebut meluluhlantakkan bangunan rumah dan artefak bersejarah, sekaligus menelan korban lebih dari 2.000 jiwa.

Saking kuatnya guncangan gempa, terasa hingga ke Huelva dan Jaen di Spanyol selatan. Melansir Reuters, Senin (11/9/2023), data terbaru gempa tercatat, menewaskan 2.012 orang dan melukai 2.059 orang. 

Maroko mengumumkan berkabung nasional. Pemerintah mengibarkan bendera nasional setengah tiang di seluruh negeri selama tiga hari.

Para penyintas di Pegunungan High-Atlas terpaksa bermalam di ruang terbuka. Warga terus mencari kerabat mereka yang tertimbun di lereng gunung. 

Rumah-rumah hancur dan menara-menara masjid roboh. Menurut Badan Geologi AS, USGS, Marrakesh, kota tua bersejarah di Maroko, juga tidak luput dari kerusakan. 

Jarak kota itu dari pusat gempa sekitar 72 km. Di Desa Amizmiz dekat episentrum gempa, tim penyelamat menggali reruntuhan bangunan dengan tangan kosong. 

Puing menutupi jalan-jalan sempit. "Ketika merasakan guncangan di bawah kaki dan rumah seperti miring, saya buru-buru mengeluarkan anak-anak. Tetapi tetangga saya tidak bisa," kata Mohamed Azaw.

Menurutnya, belum ada kabar lagi dari para tetangganya itu. Antrean panjang juga terlihat di luar toko satu-satunya yang buka ketika orang mencari bahan pokok. 

Bebatuan besar menutup jalan dari Amizmiz ke desa terdekat. Hampir semua rumah mengalami kerusakan di kawasan Asni, sekitar 40 km selatan Marrakesh.

Desa Tansghart di Ansi terdampak paling parah. Rumah-rumah di lereng curam hancur karena guncangan. Yang masih berdiri, kehilangan sebagian dindingnya. Dua menara masjid terlihat roboh.

Warga bernama Abdellatif Ait Bella juga terbaring di tanah dan hampir tak mampu bergerak atau berbicara. Kepalanya dibalut perban karena terkena reruntuhan.

"Kami tak punya rumah untuk merawatnya dan tak punya makanan sejak kemarin," kata istrinya, Saida Bodchich. Dia khawatir dengan masa depan keluarga mereka yang terdiri dari enam orang karena satu-satunya pencari nafkah terluka parah.

"Kami hanya bisa meminta pertolongan pada Tuhan," imbuhnya.   Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lebih dari 300 ribu orang di Marrakesh dan sekitarnya terdampak oleh bencana itu.


Penyebab Gempa Hebat


Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa Maroko magnitudo 6,9 yang terjadi saat ini berdasarkan magnitudonya sebanding dengan gempa merusak bersejarah yang menghancurkan kota Meknes dengan magnitudo M6,5-7,0 yang terjadi pada 27 November 1755.

Gempa Meknes 1755 menewaskan ribuan orang, karena melanda pegunungan dengan banyak sebaran permukiman pedesaan dan kota-kota kecil yang memiliki banyak bangunan rentan dengan struktur lemah. Selain itu, gempa kuat ini terjadi malam hari pukul 23.00 waktu setempat, saat warga sedang tinggal di rumah.

Gempa di Maroko ini diduga ada kaitannya dengan gaya dorong dan sesar yang terus mendorong hingga Pegunungan Atlas. Namun Maroko bukanlah tempat terjadinya gempa bumi sekuat itu.

Berdasarkan Survei Geologi AS, gempa yang terjadi pada pukul 23.11 waktu setempat (3.41 pagi IST) itu berkekuatan 6,8. Gempa susulan berkekuatan 4,9 mengguncang wilayah tersebut hanya 19 menit kemudian.

Pusat gempa berada di kota Ighil, sekitar 70 km barat daya Marrakesh. USGS melaporkan bahwa pusat gempa berada sekitar 18,5 km di bawah permukaan bumi, meskipun badan seismik Maroko sendiri memperkirakan kedalamannya berada pada 11 km. 

Bagaimanapun, gempa yang terjadi cukup dangkal. Sehubungan dengan gempa kemarin, USGS mengaitkannya dengan “sesar miring terbalik pada kedalaman dangkal di pegunungan Atlas Tinggi Maroko”.

Sesar adalah rekahan atau zona rekahan antara dua blok batuan. Sesar memungkinkan balok-balok tersebut bergerak relatif satu sama lain, menyebabkan gempa bumi jika pergerakannya terjadi dengan cepat. 

Saat terjadi gempa, batu di satu sisi patahan tiba-tiba tergelincir terhadap sisi lainnya. Para ilmuwan menggunakan sudut sesar terhadap permukaan (dikenal sebagai kemiringan) dan arah slip di sepanjang sesar untuk mengklasifikasikan sesar.

Sesar yang bergerak searah dengan bidang kemiringan disebut sesar dip-slip, sedangkan sesar yang bergerak secara horizontal disebut sesar mendatar. Sesar miring menunjukkan karakteristik sesar dip-slip dan sesar strike-slip. Istilah 'terbalik' mengacu pada situasi di mana blok atas, yang berada di atas bidang patahan, bergerak ke atas dan melewati blok bawah. 

Jenis patahan ini biasa terjadi di daerah kompresi, yaitu ketika satu lempeng tektonik menyatu dengan lempeng lainnya. Meskipun tingkat kegempaan memang lebih rendah di wilayah ini, sehingga gempa bumi lebih jarang terjadi, namun gempa bumi bukanlah hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. 

Menurut USGS, gempa bumi besar yang merusak telah tercatat dan dilaporkan dari Maroko di Mediterania barat. "Gempa tersebut terjadi karena “konvergensi lempeng Afrika ke arah utara terhadap lempeng Eurasia di sepanjang batas lempeng yang kompleks”," tulis USGS.

Menurut para ahli, gempa seperti ini umumnya lebih berbahaya karena membawa lebih banyak energi dibandingkan saat muncul ke permukaan, jika dibandingkan dengan gempa yang terjadi jauh di bawah permukaan. Meskipun gempa yang lebih dalam memang menyebar lebih jauh karena gelombang seismik bergerak secara radial ke atas hingga ke permukaan, gempa tersebut kehilangan energi saat menempuh jarak yang lebih jauh.

Gempa bumi juga jarang terjadi di Afrika Utara, dengan tingkat kegempaan yang relatif rendah di sepanjang tepi utara benua Afrika, menurut USGS. Melansir AP, Senin (11/9/2023), Kepala Departemen Pemantauan dan Peringatan Seismik di Institut Geofisika Nasional Lahcen Mhanni mengatakan kepada 2M TV bahwa gempa tersebut adalah yang terkuat yang pernah tercatat di wilayah pegunungan tersebut.

Artinya, berbeda dengan wilayah yang sering dilanda gempa, Maroko juga tidak siap menghadapi bencana serupa. Meskipun gempa bumi tahun 1960, yang menewaskan ribuan orang, memang membawa perubahan pada peraturan konstruksi, sebagian besar bangunan di Maroko, terutama di daerah pedesaan dan kota-kota tua, tidak dibangun untuk tahan terhadap guncangan sekuat itu. (tim redaksi)


#gempabumi

#gempadimaroko

#gempamaroko

#korbanjiwa

#korbantewas

#korbanluka

#marokogempa

Tidak ada komentar