Breaking News

Bareskrim Polri Turun Tangan, Periksa Artis dan Influencer yang Diduga Promosikan Situs Judi Online

Judi online. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Indonesia darurat judi online. Ada jutaan situs judi online yang bisa diakses masyarakat, meskipun sudah banyak juga yang diblokir pemerintah.

Selain memblokir website judi online, upaya lain yang bisa dilakukan adalah dengan menindak influencer dan artis yang ikut mempromosikan website judi online. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Vivid Agustiadi Bachtiar mengatakan, artis dan influencer yang diduga mempromosikan situs judi online dapat dikenakan sanksi pidana. 

Tak main-main, hukuman yang bisa dikenakan kepada artis dan influencer yang mempromosikan judi online, maksimal hukuman 6 tahun penjara. Ya, para artis dan influencer tersebut dapat dijerat dengan Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) UU ITE. 

Pasal 27 ayat (2) UU ITE berbunyi larangan terhadap setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian. Sementara Pasal 45 ayat (2) UU ITE menyatakan, "Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar."

"Terkait masalah influencer bisa dikenakan UU ITE Pasal 45 ayat (2) juncto Pasal 27 ayat (2) dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda sekitar 1 miliar," kata Vivid kepada wartawan, Jumat (1/9/2023).

Menurut Vivid, para influencer yang mempromosikan situs judi online tidak bisa berkelit. Hal ini karena judi online berbeda dengan pinjaman dan investasi online.

"Kalau judi online sudah jelas. Kan biasanya kata-katanya kan bisa mendapatkan keuntungan, dengan persentase kemenangan tinggi atau segala macam itu bisa dari keterangan itu kita kenakan unsur pengenaaan pasal," ucapnya.

Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Bareskrim Polri memanggil secara bertahap, para influencer dan artis untuk meminta klarifikasi terkait keterlibatan mereka dalam dugaan mempromosikan judi online. Berdasarkan penelusuran, akun Twitter @deduktifid mengunggah daftar nama artis dan influencer yang mempromosikan situs judi online. 

Lengkap dengan sejumlah video saat para influencer tersebut mempromosikan situs judi online. Akun Twitter @deduktifid salah satunya mengunggah video Wulan Guritno yang tengah mempromosikan situs judi online. 

Pada video itu, Wulan diduga mengungkapkan ada game online yang sudah terakreditasi sebagai website resmi dan bersertifikat yaitu Sakti123. "Artinya, kami akan lakukan klarifikasi. Kita panggil yang bersangkutan seperti tadi disampaikan kita lihat unsurnya terpenuhi atau tidak," tandasnya.

"Terkait masalah artis WG ya, setelah ditelusuri itu dibuat tahun 2020. Untuk website-ya sampai saat ini masih ada," lanjutnya. Selain Wulan Guritno, pihak kepolisian juga telah mengantongi beberapa nama selebgram, artis, hingga figur publik yang juga diduga melakukan promosi terhadap situs judi online tersebut.

Untuk WG, katanya, pemanggilan baru akan dilakukan pekan depan. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait beberapa publik figur lain yang ikut mempromosikan judi online.

"Saat ini kami lakukan monitoring, profiling dan pendataan terlebih dahulu," katanya. Nantinya pihak kepolisian akan melakukan pemanggilan kepada semua pihak yang diduga terlibat secara bertahap. 

"Kemarin ada beberapa nama yang viral, tentu akan kami tindak lanjuti. Kami akan tindak lanjuti dan kalau memang nanti terpenuhi unsur pidananya, pasti akan kami proses," janji Brigjen Adi Vivid.

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi menjadwalkan bertemu Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pekan ini untuk membahas penanganan dan pemberantasan kasus judi online serta pinjaman online (pinjol) ilegal. "Minggu depan saya akan ketemu dengan Pak Kapolri membahas ini, bagaimana langkah-langkah selanjutnya. Tugas kita (Kementerian Kominfo) itu memblokade men-takedown semua situs-situs judi online, sedangkan untuk langkah-langkah penegakan hukum itu ranahnya pihak kepolisian," kata Budi dalam pernyataannya, dikutip Jumat (1/9/2023).


Website Pemerintah Disusupi Konten Judi Online


Ia menyebut, sejak menjabat Menkominfo, ia ditugasi secara khusus oleh Presiden Joko Widodo untuk memberantas judi online yang kini menjamur di Indonesia. Termasuk juga menangani situs-situs website milik pemerintah daerah maupun kementerian yang disusupi oleh konten-konten judi online dan pinjol ilegal.

"Bapak Presiden Joko Widodo sudah menugaskan kepada saya, hapus judi online karena merugikan dan meresahkan masyarakat. Judi online itu daya tipunya luar biasa. Judi slot ini beranak-pinak luar biasa, cepat sekali, sebulan saya menjabat sebagai Menkominfo itu sudah ada 42 ribu situs judi online yang saya takedown,” tutur Budi Arie.

Selain persoalan judi online, masyarakat Indonesia juga dinilai Budi masih memiliki potensi tertipu oleh pinjaman online ilegal. "Pinjaman online ilegal ini banyak menipu ibu rumah tangga, guru, dan anak-anak muda," bebernya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Natsir Kongah mengatakan, perputaran uang melalui  judi online terus meningkat signifikan dari tahun ke tahun. Bahkan nilainya mencapai Rp81 triliun.

"Perputaran uang judi online ini, termasuk judi konservatif, terus meningkat dari tahun ke tahun. Kalau kita lihat tahun 2021 perputaran uangnya Rp57 triliun dan naik signifikan pada tahun 2022 menjadi Rp81 triliun," papar Natsir.

Situasi tersebut tentu sangat mengkhawatirkan. Apalagi masyarakat yang melakukan judi daring tidak hanya dari kalangan orang dewasa, tetapi ada juga yang masih pelajar sekolah dasar. 

"Ini sesuatu yang menggelisahkan untuk kita semua karena orang-orang yang terlibat judi online banyak ibu rumah tangga, anak SD pun juga ada yang ikut. Ini yang kita khawatirkan," sebutnya.

Berdasarkan dari data kenaikan transaksi keuangan yang ditemukan PPATK, makin banyak masyarakat yang melakukan judi daring saat masa pandemi karena orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. "Orang lebih banyak waktu di rumah dan berharap sesuatu lebih. Harusnya pendapatan Rp100 ribu keluarga bisa untuk beli susu anak, tetapi kebanyakan dipakai judi, khususnya judi online," ulasnya.

Natsir mengungkapkan jumlah laporan transaksi keuangan mencurigakan terkait judi daring yang masuk ke PPATK juga meningkat. Pada 2021 jumlahnya sebanyak 3.446 dan melonjak hingga 11.222 laporan pada 2022. 

"Pada Januari 2023, tercatat sebanyak 916 laporan, Februari sebanyak 831 laporan. Lada Mei naik menjadi 1.096 laporan," rincinya. (tim redaksi)


#situsjudionline

#judionline

#menkominfo

#budiariesetiadi

#kemenkominfoblokirsitusjudionline

#artispromosikanjudionlinediperiksa

#wulanguritno

#PPATK

#perputaranuangjudionline

Tidak ada komentar