Breaking News

4 Ketum Parpol Pengusung Ganjar Berkumpul, Hasilkan Sejumlah Keputusan Strategis

Ketum parpol pendukung capres Ganjar Pranowo bertemu Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri untuk konsolidasi jelang Pemilu 2024. (Istimewa)

WELFARE.id-Melihat dinamika politik jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, partai politik (parpol) pendukung bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo juga mulai bergegas. Mereka tak ingin ketinggalan kereta menyusun strategi pemenangan jelang kontenstasi politik 5 tahunan nanti.

Partai pendukung Ganjar Pranowo yang terdiri dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hanura, dan Perindo melakukan konsolidasi. Adapun ketua umum parpol yang hadir adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), dan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono.

Diawali dengan pertemuan para ketum, lalu dilanjutkan rapat strategis penentuan beberapa langkah internal koalisi. "Di dalam rapat tersebut didahului pertemuan secara tertutup para ketum parpol pengusung Ganjar Pranowo. Hampir selama 40 menit, baru dilanjutkan rapat pleno," kata Hasto di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta, dikutip Selasa (5/9/2023).

Sementara itu, saat ditanya apakah turut membahas mengenai cawapres, Hasto menyampaikan tentunya para ketua umum turut membahas hal-hal yang sifatnya strategis. "Ya tentu saja dalam pertemuan tertutup tersebut, para ketua umum juga membahas hal-hal yang sifatnya strategis, terkait dengan momentum pengumuman bakal calon wakil presiden yang akan mendampingi Pak Ganjar Pranowo.

"Tapi itu kapan akan dilakukan dan itu tadi baru dibahas beberapa gagasan mengingat Pak Ganjar ini baru menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur hari ini," imbuh Hasto.

Pada kesempatan tersebut juga, Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono tegas menepis isu yang menyatakan bahwa partai berlambang Kabah itu hendak hengkang dari kerja sama politik bersama PDIP untuk mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden (capres) pada Pilpres 2024. Hal ini menyusul adanya wacana pembentukan poros baru antara PPP, Partai Demokrat, dan PKS untuk maju Pilpres 2024.

Ia menegaskan, tetap mendukung Ganjar Pranowo sebagai bakal capres yang sudah disepakati dalam keputusan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) ke-5 di Jogjakarta. "Konstitusi partai itu sudah memutuskan pada Rapimnas di Jogjakarta bahwa PPP mengusung dan mendukung Pak Ganjar Pranowo sebagai calon presiden di 2024 dan mengikatkan diri dalam satu kerja sama politik dengan PDI Perjuangan," ujar Mardiono kepada awak media di Kantor DPP PDIP, Jakarta, dikutip Selasa (5/9/2023).

Ia menyebut, kesepakatan kerja sama politik untuk mendukung Ganjar Pranowo itu tak hanya dilakukan dengan PDIP, melainkan juga Partai Hanura dan Perindo. Untuk itu, Mardiono memastikan bahwa pihaknya tidak mungkin mengalihkan dukungan politiknya pada Pilpres 2024.

"Saya sampaikan bahwa PPP itu usianya sudah 50 tahun dan sejak didirikannya PPP selalu taat asas terhadap konstitusi partai. Jadi PPP prinsip adalah tetap istikamah pada keputusan konstitusi partai," yakinnya.


Ketua Tim Pemenangan Ganjar


Hal strategis lain yang diputuskan dalam rapat konsolidasi parpol koalisi pengusung Ganjar juga memutuskan Ketua Tim Pemenangan Nasional Capres Ganjar Pranowo. Adalah Ketum Kadin Arsjad Rasjid yang akhirnya dipastikan diberikan tanggung jawab sebagai ketua.

Sedangkan mantan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa yang awalnya digadang-gadang sebagai ketua, diputuskan menjadi wakilnya. Nantinya, Tim Pemenangan Nasional atau TPN untuk Capres Ganjar Pranowo akan berkantor di lokasi yang sama dengan Tim Kampanye Nasional atau TKN pasangan Jokowi Maruf Amin di Pilpres 2019 lalu. 

Ketum Perindo Hary Tanoe menjelaskan, bahwa nama Ketum Kadin yakni Arsjad Rasjid yang dipilih menjadi Ketua TPN Ganjar Pranowo. Sejumlah hal menjadi pertimbangan bos Indika Group itu menjadi Ketua TPN.

"Sudah disampaikan tadi ya, sudah diketok ya. Di mana ketuanya, ketua TPN, Tim Pemenangan Nasional adalah Pak Arsjad Rasjid tadi diputuskan," kata Ketua Umum Perindo Hary Tanoe, dikutip Selasa (5/9/2023).

Ia merinci, alasan pemilihan ketum Kadin tersebut, karena dinilai muda dan gesit. "Beliau muda, gesit, dan pengetahuannya luas. Networking-nya juga sangat luas, karena ia juga Ketua Umum Kadin," bebernya.

Hary lebih jauh menjelaskan, TPN nantinya akan diisi orang-orang dari berbagai latar belakang. Mewakili semua partai politik dan juga profesional.

"Nanti secara resmi akan diumumkan. Tapi yang paling penting adalah ketua TPN-nya sendiri sudah diputuskan," tegasnya. (tim redaksi)


#parpolpengusungganjar

#konsolidasiparpolpengusunggamjar

#ketuatimpemenangannasional

#rapatkonsolidasi

#ganjarpranowo

#PDIP

#hanura

#perindo

#PPP

Tidak ada komentar