Breaking News

2,7 Juta Warga Nyoblos di Pilpres Singapura, 3 Kandidat Bersaing

Tiga kandidat capres Singapura yang berkompetisi meraih simpati 2,7 juta warga Negeri Singa, Jumat (1/9/2023). (Istimewa)


WELFARE.id-Singapura menggelar pemilihan presiden (Pilpres) 2023, hari ini (1/9/2023). Lebih dari 2,7 juta warga Singapura diperkirakan memberikan suaranya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dimulai sejak pukul 08.00 waktu setempat.

TPS di seluruh negeri mulai dibuka pada pukul 8 pagi hingga pukul 8 malam. Setelah itu perhitungan suara akan dimulai, dengan hasilnya diperkirakan akan keluar pada tengah malam.

Total, terdapat 1.264 TPS yang di seluruh negeri. Hingga Jumat siang, The Straits Times melaporkan sekitar 52 persen atau 1,4 juta pemilih sudah memberikan suara mereka.

Presiden merupakan jabatan seremonial di Singapura. Pada Pilpres kali ini, terdapat tiga kandidat yang memperebutkan kursi tersebut.

Mereka adalah mantan menteri Tharman Shanmugaratnam, mantan kepala investasi Government of Singapore Investment Corporation (GIC) Ng Kok Song, dan mantan kepala National Trades Union Congress (NTUC) Tan Kin Lian. Tan Kin Lian yang pernah menjabat di jajaran eksekutif NTUC Income mengklaim dirinya sebagai "orang biasa" yang sangat mengenal seluk beluk Negeri Singa.

Ini adalah kali kedua pria berusia 75 tahun itu mencalonkan diri sebagai capres Singapura, usai gagal pada pemilu 2011 lalu. "2023 akan menjadi waktu saya," ujarnya melansir Channel News Asia, Jumat (1/9/2023).

Dikutip dari Al Jazeera, pilpres kali ini berbeda dengan tahun 2017 karena diikuti oleh semua etnis. Pada pemilu sebelumnya, hanya etnis Melayu yang diizinkan mencalonkan diri.

Pemilu kali ini merupakan hasil dari amandemen konstitusi yang dirancang untuk memastikan etnis minoritas Singapura memiliki kesempatan untuk terwakili di tingkat presiden. Di Singapura, hampir 75 persen penduduknya merupakan etnis Tionghoa. 

Sekitar 13 persen berasal dari Melayu dan 9 persen dari India.  Mereka yang memenangkan mayoritas suara akan menggantikan petahana, Halimah Yacob, yang mengakhiri masa jabatan enam tahun pada 13 September mendatang.

Halimah Yacob merupakan presiden kedelapan sekaligus presiden perempuan pertama di Singapura. Pilpres tahun 2017 merupakan pemilu yang bersifat tertutup, dan hanya anggota komunitas Melayu yang boleh ikut serta. 

Halimah diangkat menjadi presiden saat itu, karena tidak ada calon lain. Pemilu kali ini menjadi Pilpres terbuka pertama sejak 2011. (tim redaksi)


#pilpressingapura

#mencaripenggantihalimahyacob

#pemiluterbuka

#diikutikandidatdarisemuaetnis

#pemilihanpresidensingapura

#negerisinga

Tidak ada komentar