Breaking News

Yellowknife di Kanada bak Kota Mati, 35 Ribu Warga Dievakuasi Akibat Meluasnya Kebakaran

Kebakaran di Kanada. (Istimewa/ AP)


WELFARE.id-Kota Yellowknife di Provinsi British Columbia, Kanada masih membara. Pihak berwenang masih berjibaku memadamkan kebakaran hutan yang menyebar di beberapa titik di Provinsi British Columbia, Kanada, selama akhir pekan ini. 

Saking besarnya kebakaran kota, Yellowknife bak kota mati, ditinggal seluruh penduduk. Dikutip dari Associated Press, Selasa (22/8/2023), kebakaran berpusat di sekitar Kelowna — sebuah kota berpenduduk 150 ribu jiwa yang terletak sejauh 300 km dari Kota Vancouver. 

Sejauh ini, kobaran api tertahan di perairan sejauh 15 km dari Ibu Kota Northwest Territories, Yellowknife. Meski demikian, petugas damkar masih belum bisa menyatakan kemenangan atas api. 

Sebab, cuaca diprediksi bakal lebih kering dan berangin dalam beberapa hari ke depan. "Kami sama sekali belum sepenuhnya mengatasi masalah ini," kata salah seorang petugas damkar Mike Westwick. 

Ia menambahkan, pemadam kebakaran menggunakan helikopter dan pesawat tanker untuk memadamkan api dari udara. Garis api sejauh 10 km digali dan petugas damkar mengerahkan selang sepanjang 20 km. 

"Kami masih menghadapi situasi yang serius. Tidak aman untuk kembali," sambung dia. Menteri Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim di Provinsi British Columbia Shane Thompson, menyebut, kobaran api di dekat Yellowknife masih dapat tertahan berkat jeda cuaca dalam beberapa hari terakhir. 

"Namun saya ingin memperjelas, sedikit hujan bukan berarti aman untuk kembali ke rumah," tegasnya. Sehubungan dengan itulah, Westwick juga memperingatkan adanya kemungkinan meluasnya kobaran api apabila prediksi cuaca yang menyatakan bakal berangin benar-benar terjadi. 

"Api ini sedang tidur siang. Ia akan bangun dan kita masih memiliki situasi yang serius untuk ditangani di sini," ungkap Westwick. 

Yellowknife seolah telah menjadi 'kota hantu', sejak sebagian besar dari 20 ribu penduduk kota tersebut mulai mengungsi atas perintah yang dikeluarkan pihak berwenang pada Rabu (16/8/2023) pekan lalu. Antrean panjang mobil tampak mengular di jalan protokol Yellowknife selama berhari-hari. 

Sebagian dari mereka juga ada yang memanfaatkan penerbangan darurat untuk mengungsi ke kota lain. Namun, sekitar 2.600 orang dilaporkan masih tetap berada di Yellowknife — termasuk tim layanan darurat, petugas damkar, pekerja layanan publik, polisi, dan beberapa penduduk yang memilih untuk tidak pergi. 

Melansir Canadian Press, Selasa (22/8/2023), kebakaran hutan di sekitar Kelowna adalah salah satu dari 380 titik api yang terletak di penjuru Provinsi British Columbia. Setengah dari titik api tersebut hingga kini masih belum dapat dikendalikan. 

"Sekitar 35.000 orang telah diperintahkan untuk mengungsi dari zona-zona kebakaran hutan di seluruh provinsi dan 30.000 orang lainnya berada di bawah peringatan evakuasi. Itu berarti mereka harus bersiap-siap untuk pergi," jelas Menteri Utama British Columbia David Eby. 

Eby memperingatkan, situasi imbas kebakaran hutan di British Columbia masih sangat suram dan dinamis. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau membuat pernyataan soal tim tanggap insiden dan kebakaran hutan terbaru pada Minggu sore setelah dia tiba di Charlottetown untuk retret kabinet federal yang dimulai pada Senin (21/8/2023).

"Pemerintah federal terus meningkatkan upaya. Kami mengerahkan sumber daya Angkatan Bersenjata Kanada. Kami aktif berkoordinasi dengan pemerintah regional dan lokal untuk memastikan penduduk aman. Memastikan kami melakukan apa pun guna melindungi nyawa dan harta benda. Tetapi masih banyak yang harus dilakukan dan kami akan terus berfokus pada itu," tegasnya.


WNI Aman


Sementara itu, Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha memastikan, tidak ada WNI yang menjadi korban kebakaran hutan di Kanada. "Konsulat Jenderal RI Vancouver terus memantau bencana kebakaran hutan yang melanda beberapa wilayah di Kanada, termasuk di Yellowknife dan Kelowna. Otoritas Kanada juga telah menetapkan status darurat,” ungkapnya.

Berdasarkan data KJRI Vancouver, saat ini 28 WNI tinggal di Kelowna, dan mayoritas mahasiswa. Tidak ada WNI yang tinggal di Yellowknife.

Guna mengantisipasi situasi bencana memburuk, KJRI, mahasiswa Indonesia dan masyarakat Indonesia di Kelowna telah mengatur proses evakuasi. "Tujuan evakuasi antara lain Wisma Indonesia di Vancouver, Ecuation Centre di Kota Kelowna, dan beberapa kota lain di sekitar Kelowna,” tuturnya.

KBRI Ottawa, KJRI Vancouver, dan KJRI Toronto telah mengeluarkan imbauan kepada para WNI agar meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan perlengkapan pelindung pernafasan, mengikuti imbauan dan arahan dari otoritas setempat. Kementerian Luar Negeri RI juga menyediakan hotline yang dapat dihubungi WNI untuk meminta bantuan.

Hotline KBRI Ottawa: +1 613 410 1481

Hotline KJRI Vancouver: +1 778 788 1992

Hotline KJRI Toronto: +1 416 312 5514

Sebelumnya, Kelowna, sebuah kota di British Columbia, Kanada, dengan populasi sekitar 150.000 jiwa, telah mengumumkan status darurat di tengah kebakaran hutan. (tim redaksi)


#KJRIvancouver

#KJRItoronto

#KJRIottawa

#kebakaranhutan

#kotayellowknife

#britishcolumbia

#kebakarandikanada

#evakuasiwarga

Tidak ada komentar