Breaking News

Usai Tersangka, Panji Gumilang Resmi Ditahan di Rutan Bareskrim Polri

Panji Gumilang. (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Usai ditetapkan sebagai tersangka perkara dugaan penistaan agama, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri akhirnya resmi menahan pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun, Panji Gumilang di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Rabu (2/8/2023). "Setelah dilakukan pemeriksaan, penyidik melakukan upaya hukum berupa penahanan sejak jam 02.00 WIB tanggal 2 Agustus 2023 dan dilakukan penahanan di Rutan Bareskrim selama 20 hari sampai tanggal 21 Agustus 2023," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada awak media di Jakarta, Rabu (2/8/2023).

Sebelumnya, Panji ditetapkan sebagai tersangka setelah menjalani pemeriksaan kedua pada, Selasa (1/8/2023). Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan pertama terhadap Panji pada Senin (3/7/2023) lalu. 

Penyidik Dit Tipidum Bareskrim Polri menemukan adanya unsur pidana lain dalam perkara tersebut, yakni kasus dugaan tindak pidana ujaran kebencian bermuatan Suku, Agama, Ras dan Antar-golongan (SARA), sebagaimana diatur dalam UU ITE. Selain itu, Dit Tipideksus Bareskrim Polri juga tengah mengusut kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Panji Gumilang.

Panji Gumilang dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Forum Pembela Pancasila (FAPP), Jumat (23/6/2023) atas dugaan penistaan agama. Menanggapi penahanan Panji, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendukung langkah Polri yang telah menetapkan pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang sebagai tersangka dan menahan, dalam kasus dugaan penodaan agama. 

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Zainut Tauhid Saadi yakin Polri bisa menangani kasus ini secara profesional serta adil. "Saya kira bola sekarang ada di kepolisian dan saya yakin kepolisian sebagai penegak hukum akan melaksanakan fungsinya secara profesional akuntabel dan berkeadilan," kata Zainut di kantor MUI, Jakarta Pusat, Rabu (2/8/2023).

Zainut pun mengajak seluruh pihak menunggu proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian. Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, MUI memang sudah membuat fatwa yang menyatakan Panji telah melakukan penodaan agama.

"Fatwa tersebut dibuat atas permintaan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dan menjadi dasar penetapan Panji sebagai tersangka. Jelas (fatwa menyatakan Panji melakukan penodaan agama). Kita ada 10 kriteria, satu di antaranya yang kelima yaitu menafsirkan Alquran tidak sesuai dengan kaidah," bebernya.

Ia pun meminta umat Islam tidak terprovokasi setelah adanya proses hukum yang dilakukan kepolisian. Sebelumnya, Wakil Sekjen Bidang Hukum dan HAM Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ikhsan Abdullah menyampaikan, pihaknya tengah mengkaji rekomendasi pencabutan izin Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun yang diduga menyimpang dari ajaran agama. 

Seperti diketahui, kontroversi yang ada di Pondok Pesantren Al-Zaytun pun sempat mengundang unjuk rasa dari Forum Indramayu Menggugat pada Kamis (15/6/2023) lalu. Di antaranya, mereka menuntut tindakan tegas MUI dan Kemenag mengusut dugaan penyimpangan ajaran di Al-Zaytun. (tim redaksi)


#pimpinanponpeslzaytun

#panjigumilangditahan

#statustersangka

#rutanbareskrimpolri

#MUI

#kasusdugaanpenistaanagama

#bareskrimpolri

Tidak ada komentar