Breaking News

Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Ajang Miss Universe Indonesia, 8 Finalis dan 4 Saksi Kunci Minta Perlindungan ke LPSK

Gedung LPSK. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Kasus hukum terkait dugaan adanya pelecehan seksual terhadap finalis Miss Universe Indonesia 2023 masih berjalan. Untuk menghindari tekanan dan ancaman, delapan kontestan Miss Universe Indonesia, sekaligus korban dugaan pelecehan seksual saat body checking, resmi mengajukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal tersebut dibenarkan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi. Ia mengungkapkan, delapan korban tersebut resmi mengajukan permohonan perlindungan pada Selasa (15/8/2023) lalu, didampingi tim penasihat hukum.

Edwin menyebut, berdasarkan berkas permohonan, delapan kontestan yang diduga menjadi korban pelecehan saat proses body checking itu mengajukan sejumlah bentuk perlindungan, salah satunya perlindungan fisik. "Delapan peserta Miss Universe mengajukan permohonan perlindungan fisik untuk pendampingan ketika proses di persidangan dan pengamanan di persidangan," ujar Edwin kepada wartawan, dikutip Kamis (24/8/2023). 

Selain itu, kata Edwin, korban juga mengajukan bentuk perlindungan berupa pendampingan proses hukum, sejak kasus berada di tingkat penyelidikan Polda Metro Jaya hingga nanti di pengadilan. Kemudian mengajukan permohonan ke LPSK berupa bentuk perlindungan hukum karena khawatir dilaporkan balik atas langkah mereka melaporkan kasus ke Polda Metro Jaya. 

"Mereka juga minta rehabilitasi psikologis. Tentu kami akan lakukan asesmen untuk mendalami apa ada trauma. Peserta Miss Universe juga mengajukan ganti rugi atau restitusi," ulasnya lagi.

Selain delapan kontestan, Edwin menuturkan ada empat orang saksi yang mengajukan permohonan perlindungan ke LPSK yakni dua orang pemilik lisensi di provinsi dan dua mantan panitia. Keempatnya juga mengajukan bentuk permohonan perlindungan sebagaimana delapan kontestan Miss Universe Indonesia, bedanya hanya mereka tak mengajukan restitusi.

Para korban telah mengajukan perlindungan hukum Selasa (15/8/2023), karena khawatir ada laporan balik atas laporan kesaksian para korban pelecehan. "Iya, Selasa 15 Agustus mereka datang ke sini, ada enam orang. Tetapi ada dua lagi yang mengajukan permohonan secara tertulis dan empat saksi lainnya memintakan perlindungan hukum karena khawatir ada laporan balik atas laporan mereka atau atas kesaksian mereka," bebernya.

Ia menambahkan, dari keterangan yang diterima, para korban sempat diperingatkan untuk tidak mengungkapkan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami. "Beberapa hari setelah peristiwa, korban diberi warning agar tak melanjutkan atau meramaikan peristiwa itu ke eksternal, ke publik. Jadi sejauh ini informasi itu yang kami terima. Itu sebelum mereka buat LP (laporan polisi)," ungkapnya.

LPSK akan menelaah dan mengkaji permohonan para korban, serta empat saksi lainnya, seandainya memenuhi syarat, permohonan kemungkinan diterima. Sebatas informasi, PT Capella Swastika Karya selaku Event Organizer (EO) Miss Universe 2023 resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya Senin 7 Agustus 2023. 

PT Capella Swastika Karya diduga melakukan pelecehan seksual terhadap peserta Miss Universe 2023, salah satunya N. Mellisa Anggraeni selaku kuasa hukum N menyampaikan, kejadian dugaan pelecehan tersebut terjadi pada 1 Agustus 2023 lalu. 

Dugaan adanya pelecehan terjadi saat adanya satu agenda tidak resmi yakni body checking dan foto dalam kondisi telanjang. Laporan Mellisa teregistrasi dengan nomor LP/B/4598/VII/2023 SPKT POLDA METRO JAYA. 

Mellisa melaporkan PT Capella Swastika Karya dengan Pasal 4, 5, 6, 14, 15 Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual tahun 2022. (tim redaksi)


#dugaanpelecehanfinalismissuniverseindonesia

#kasusdugaanpelecehanseksual

#bodycheckingfinalismissuniverseindonesia

#LPSK

#skandalperhelatanmissuniverseindonesia

Tidak ada komentar