Breaking News

Keluarga Mendiang Bripda IDF Lapor ke Bareskrim Polri, Tuntut Keadilan di Kasus Polisi Tembak Polisi

Senjata api. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Keluarga Bripda Ignatius Dwi Frisco alis IDF yang tewas dalam peristiwa polisi tembak polisi di Rusun Aspol, Cikeas meminta keadilan seadil-adilnya untuk anak mereka. Ayah Bripda IDF, Y Pandi menyebut ada dugaan motif pembunuhan berencana.

"Kami berharap proses hukum ini bisa berjalan dengan seadil-adilnya itu yang saya keluarga pengen dan kami serahkan kuasa hukum. Semua proses ini kami harapkan yaitu Pasal 340 juga perlu penegasan,” kata Y Pandi di Bareskrim Polri, dikutip Sabtu (5/8/2023).

Keluarga mengatakan, bahwa sebelum kejadian tewasnya Bripda IDF tidak memiliki firasat yang berbeda. Karena selama ini korban selalu mengatakan bahwa selalu senang dengan pekerjaan yang dilakukannya.

"Dia selalu happy cerita ke kami dan selalu senang dengan tugas dia. Tetapi berbanding terbalik setiap kali dia curhat sama pacarnya pada malam itu, dia mengaku selalu diganggu seniornya,” ucapnya, menirukan cerita dari kekasih mendiang.

Ibu Ignatius, Inosensia Antonia Tarigas tidak bisa menahan tangis melihat anaknya meninggal dengan cara yang tragis. Jika benar, anaknya itu tewas karena motif tertentu, apalagi sudah direncanakan sebelumnya, dia menyebut hal tersebut sungguh kejam dan mengharapkan hukuman yang setimpal. 

"Saya minta hukuman yang setimpal untuk pelaku pembunuh anak saya,” tegasnya, sembari berlinang air mata.

Diberitakan sebelumnya, Bripda Ignatius tewas dalam peristiwa polisi tembak polisi di Rusun Aspol, Cikeas, Bogor, Sabtu (22/7/2023) malam. Kejadian bermula ketika Bripda IMS bersama saksi AN dan AY berkumpul di kamar saksi AN sekitar pukul 20.40 WIB.

Saat berkumpul, mereka mengonsumsi minuman keras. Kemudian, tersangka IMS menunjukkan senjata api yang dibawanya kepada kedua saksi AN dan AY.

Saat ditunjukkan, senjata api ilegal tersebut belum memiliki peluru dalam magasin. Tersangka IMS lalu memasukkan senjata api dan magasin ke dalam tas.

Pada pukul 01.39 WIB, Bripda IDF memasuki kamar saksi AN. Lalu, tersangka IMS kembali menunjukkan senjata api ilegal tersebut seperti yang diakui oleh saksi AN dan AY.

Pada saat tersangka menunjukkan senjata api tersebut kepada korban, secara tiba-tiba senjata api itu meletus. Peluru mengenai leher Bripda Ignatius atau Bripda IDF di bawah telinga sebelah kanan dan menembus ke bagian belakang leher sebelah kiri. (tim redaksi)


#kasuspolisitembakpolisi

#perkarahukum

#dugaanpembunuhanberencana

#keluargakorbanbripdaIDF

#korbanbripdaIDF

#senjataapiilegal

#senpi

Tidak ada komentar