Breaking News

Hukuman Mati Dianulir, Hakim MA Berikan Vonis Ferdy Sambo Seumur Hidup

Ferdy Sambo. (Istimewa/ net)

WELFARE.id-Mahkamah Agung (MA) mengabulkan permohonan kasasi Ferdy Sambo. Putusan hukuman mati Sambo dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dianulir.

Kabiro Hukum dan Humas MA Sobandi menuturkan, hasil tersebut terdapat dalam nomor perkara 813 K/Pid/2023 terdakwa Ferdy Sambo. Ia membacakan amar putusan kasasi yang diajukan Ferdy Sambo dan kuasa hukumnya terkait hukuman mati. 

"Pidana penjara seumur hidup," kata Sobandi di Kantor MA, Jakarta Pusat, dikutip Rabu (9/8/2023). Ia menambahkan, amar putusan kasasi, yakni tolak kasasi penuntut umum dan terdakwa dengan perbaikan kualifikasi tindak pidana dan pidana yang dijatuhkan.

Menjadi melakukan pembunuhan berencana secara bersama-sama dan tanpa hak melakukan tindakan yang berakibat sistem elektronik tidak bekerja sebagaimana mestinya yang dilakukan bersama-sama. Ia juga menjelaskan, terdapat dissenting opinion (DO) dari Anggota Majelis 2, Zupriyadi dan Anggota Majelis 3, Desnayeti. 

"Mereka melakukan DO. Dissenting opinion itu, berbeda pendapat dengan putusan, dengan majelis lain yang tiga, tapi yang dikuatkan kan yang tiga ya. Jadi, beliau tolak kasasi. Artinya, tetap hukuman mati. Tetapi putusan adalah tadi, dengan perbaikan, seumur hidup," bebernya.

Adapun berikut hasil amar putusan kasasi terhadap terdakwa lainnya dalam perkara Ferdy Sambo. Nomor perkara 814 K/Pid/2023 Terdakwa Ricky Rizal Wibowo. 


Putusan PN pidana penjara 13 tahun. Pengadilan Tinggi menguatkan. 


Pemohon kasasi, yaitu Penuntut Umum dan Terdakwa. Amar putusan, tolak kasasi Penuntut Umum dan Terdakwa, dengan perbaikan pidana menjadi pidana penjara 8 tahun.  Nomor perkara 815 K/Pid/2023 Terdakwa Kuat Maruf. PN pidana penjara 15 tahun, PT menguatkan. 

Pemohon kasasi Penuntut Umum dan Terdakwa.

Amar putusan kasasi tolak kasasi Penuntut Umum dan Terdakwa dengan perbaikan pidana menjadi pidana penjara 10 tahun. Nomor perkara 816 K/Pid/2023 Terdakwa Putri Candrawathi. PN Pidana penjara 20 tahun. PT menguatkan. Pemohon kasasi Penuntut Umum dan Terdakwa. 

Amar putusan kasasi, tolak kasasi Penuntut Umum dan Terdakwa dengan perbaikan pidana menjadi pidana penjara 10 tahun. Adapun, Majelis Hakim dalam tingkat kasasi, yaitu Suhadi (Ketua Majelis), Suharto (Anggota 1), Supriyadi (Anggota 2), Desnayeti (Anggota 3), Yohannes Priyana (Anggota 4).

Ferdy Sambo sebelumnya mengajukan banding atas vonis mati yang dijatuhkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Namun, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak banding dan memutuskan putusan hukuman mati Ferdy Sambo.

Kemudian, Ferdy Sambo mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung. Selain Sambo, istrinya Putri Candrawathi, dan sopir keluarga Ferdy Sambo, Kuat Maruf juga mengajukan kasasi. 

Permohonan kasasi diajukan oleh penasihat hukum masing-masing. Permohonan kasasi Putri Candrawathi ditolak oleh MA. 

MA hanya mengubah hukuman Putri dari 20 tahun penjara menjadi 10 tahun penjara. "Pidana menjadi pidana penjara 10 tahun," demikian putusan yang disampaikan MA.

Putri Candrawathi awalnya divonis 20 tahun penjara di PN Jaksel. Putusan itu kemudian dikuatkan oleh PT DKI Jakarta

"Kami menghormati putusan yang disampaikan Humas Mahkamah Agung sore ini," kata kuasa hukum Sambo dan Putri, Arman Hanis kepada wartawan, dikutip Rabu (9/8/2023).

Arman menekankan, kini pihaknya mesti mendalami dulu pertimbangan majelis hakim kasasi secara menyeluruh. Pihaknya kini menanti salinan putusan supaya bisa dipelajari lebih dalam.

Hal senada juga disampaikan oleh kuasa hukum Kuat Maruf, Irwan Irawan. Dia menyampaikan, pihaknya juga menanti salinan putusan lengkap dari majelis hakim kasasi.

"Kami selaku kuasa hukum tentunya menghormati putusan dari majelis hakim kasasi. Untuk selanjutnya kami menunggu isi putusannya terkait dengan pertimbangan hukum majelis kasasi dalam perkara KM," ujar Irwan.

Lain halnya dengan kuasa hukum Ricky Rizal, Erman Umar. Ia mengaku tidak terima atas putusan kasasi dimaksud.

"Karena menurut saya putusan tersebut tidak tepat dan keliru," ujar Erman. Sebab, Ricky Rizal mendapatkan hukuman lebih ringan dari putusan kasasi itu. 

Hanya saja, ia menyayangkan majelis hakim yang masih menyatakan kliennya terbukti terlibat dalam pembunuhan berencana. "Sementara kami tim PH menilai selama ini Ricky Rizal tidak terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat ke-1 KUHP," ujarnya. (tim redaksi)


#mahkamahagung

#putusankasasiMA

#ferdysambo

#hukumanmatidigantiseumurhidup

#kasasiferdysamboditerima

#MA

#kasuspembunuhanbrigadirj

Tidak ada komentar