Breaking News

"Harta Karun" Kenya Berharga, PGE Incar Kerja Sama Energi Panas Bumi

Pertamina Geothermal Energy (PGE). (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Bersamaan dengan lawatan Presiden Joko Widodo ke sejumlah negara kawasan Afrika pada 20-24 Agustus 2023, PT Pertamina (Persero) menjajaki sejumlah kerja sama bisnis energi dengan Kenya. Salah satu kerja sama yang diteken yakni pengembangan energi baru terbarukan (EBT) panas bumi. 

"Beberapa kerja sama yang akan dicanangkan Pertamina Group di Afrika, akan menjadi salah satu andalan di sektor energi bagi negara. Kerja sama ini dapat memperkuat antar negara-negara Afrika dan juga kerja sama secara global,” kata Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati melalui pernyataan resmi di sela lawatannya ke Kenya, dikutip Rabu (23/8/2023).

Di Kenya, sebagai negara pertama yang dikunjungi, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Africa Geothermal International Limited (AGIL), untuk pengembangan teknologi dan pemanfaatan sumber daya panas bumi. Dengan kerja sama tersebut, PGE akan memiliki peluang untuk mempelajari pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi panas bumi untuk diimplementasikan di Indonesia.

Sekaligus berekspansi dalam pengembangan geothermal di Kenya. Selain itu, juga dijajaki kerja sama dalam bisnis hulu energi, anak usaha subholding hulu, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP), juga menjajaki potensi kerjasama dengan National Oil Corporation of Kenya (NOCK).

Penjajakan ini menjadi langkah awal Pertamina hulu di luar negeri untuk memperkuat ketahanan energi nasional. "Spirit bring the barrel home, footprint Pertamina di sektor hulu untuk meningkatkan produksi. Agar bisa diolah di kilang milik Pertamina di dalam negeri,” tambah Nicke. 

Tak hanya hulu dan energi baru terbarukan panas bumi, Nicke mengungkapkan, Pertamina juga memiliki kesempatan ekspansi di berbagai bidang energi dengan adanya kerjasama G-to-G antara Pemerintah Indonesia dan Kenya. Kerja sama bilateral ini turut membuka peluang investasi dan kerja sama Pertamina di kawasan Afrika. 

Sebelum lawatan tersebut, Pertamina telah memiliki Nota Kesepahaman dengan GUMA, perusahaan energi di Afrika, tentang Aliansi Strategis dalam Proyek-Proyek Potensial di Upstream, Midstream, dan Bisnis Downstream. Kerja sama tersebut termasuk eksplorasi dan produksi lapangan migas, pengembangan pipa migas, hingga pengembangan kilang minyak dan petrokimia. 

Selain itu, juga perdagangan produk petroleum Pertamina di Kenya. Vice President Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina membawa beberapa subholding untuk mendalami potensi kerja sama di Afrika. 

Kerja sama-kerja sama tersebut diharapkan makin memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mewujudkan peran perusahaan sebagai perusahaan energi global. "Kami terbuka pada semua peluang kerja sama bisnis yang memiliki dampak positif bagi Pertamina dan bagi negara," jelas Fadjar.  

Presiden Joko Widodo mendukung langkah Pertamina dalam melakukan pengembangan dan peningkatan potensi bisnis di Kenya. Hal tersebut disampaikannya saat menyampaikan pernyataan pers bersama dengan Presiden Kenya William Ruto di State House, Kenya, kemarin.

Ia meminta dukungan Pemerintah Kenya agar kerja sama tersebut bisa segera terealisasi. "Indonesia ingin tingkatkan investasi di Kenya terutama di sektor energi. Untuk itu, saya minta dukungan Kenya agar investasi Pertamina dengan Geothermal Development Company senilai 1,5 milyar dolar AS dan dengan Guma Group dapat segera terealisasi dan diperluas di bidang energi baru dan terbarukan serta perlunya dibentuk Bilateral Investment Treaty antar kedua negara,” ungkapnya. (tim redaksi)


#pertaminageothermalenergy

#PGE

#energiterbarukan

#energipanasbumi

#kerjasamadengankenya

#investasi

#energibarudanterbarukan

Tidak ada komentar