Breaking News

Harga Batu Bara Terkoreksi Tipis, Efek Musim Hujan di Tiongkok

Batu bara. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Harga batu bara terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu (2/8/2023) kemarin. Sentimen datangnya musim hujan di banyak titik di Tiongkok menekan harga batu bara. 

Hujan dianggap akan mengakhiri heatwaves, sehingga membatasi permintaan pendingin ruangan dan pembangkit listrik. Namun, hujan lebat disertai angin topan yang terjadi di Tiongkok justru mengganggu jembatan kereta api, yang mengantarkan batu bara sekitar 40 juta ton/tahun, di daerah Jingxing tersapu oleh banjir.

Jalur Daqin, salah satu rute tersibuk di Tiongkok, yang mengantarkan batu bara dari area produksi ke pelabuhan utara, juga terkena dampak hujan. Melansir moneycontrol, Kamis (3/8/2023), penyebab lain koreksi tipis harga batu bara kemarin, karena salah satu perusahaan batu bara terbesar India, Coal India Ltd (CIL), membukukan kenaikan volume produksi batu bara 13,4% menjadi 53,6 juta ton (MT) pada Juli 2023 secara tahunan (yoy), melansir MoneyControl.

Produksi CIL melonjak menjadi 229,1 juta ton hingga April-Juli 2023, lebih tinggi 10,7% (yoy). Sebagai informasi, volume produksi CIL setara sekitar 90% dari total produksi India. 

Tingginya pasokan CIL akan mempengaruhi kebutuhan impor India, sehingga mampu menekan harga. Dari India juga terdapat sentimen yang membatasi penurunan harga. 

Melansir coalmint, Kamis (3/8/2023), stok batu bara termal Portside turun 2% secara mingguan. Selain itu, Reliance Industries Limited (RIL) menaikkan harga batu bara kokas menjadi Rupee India 13.182/ton. 

Harga bulan ini hampir 30% lebih rendah dibandingkan dengan setahun lalu. Perusahaan melepaskan jumlah yang sangat terbatas sebab sebagian besar produksi kokas untuk unit gasifikasinya.

Pembangkit angin yang lebih kuat biasanya menurunkan permintaan gas dari pembangkit listrik, sementara output angin yang lebih rendah meningkatkan permintaan. Faktor tersebut yang mendorong harga gas alam Eropa EU Dutch TTF (EUR) berbeda arah dengan batu bara, melesat 5,96% ke 28,74 euro per mega-watt hour (MWh).

Pada Rabu (2/8/2023), harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Agustus 2023 jatuh USD0,85 menjadi USD133,50 per ton. Sedangkan kontrak berjangka September 2023 melorot USD0,60 menjadi USD138,25 per ton. 

Untuk kontrak berjangka Oktober 2023 anjlok USD0,10 menjadi USD142,75 per ton. Sementara itu, harga batu bara Rotterdam untuk kontrak berjangka Agustus 2023 terkerek USD1,05 menjadi USD105,25. 

Sedangkan kontrak berjangka September 2023 bertambah USD1,25 menjadi USD106,75. Serta, kontrak berjangka Oktober 2023 naik USD1,10 menjadi USD108,50.

Terpisah sebelumnya, Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga batu bara bergerak melandai dalam kisaran sempit pada pekan ini. Hal ini akan dipicu oleh sentimen di negara produsen dan konsumen utama, yaitu Tiongkok dan India, ancaman badai El Nino, dan situasi di pasar energi lain terutama gas alam.

"Harga batu bara pekan ini diperkirakan akan bergerak menyentuh level resistance di kisaran harga USD145 – 155 per ton. Jika mendapat katalis negatif, berpotensi turun menuju level support di kisaran harga USD125 – 115 per ton,” ungkapnya, melansir investorid, Kamis (3/8/2023).

Yoga menyebutkan, permintaan Tiongkok memang berpotensi naik, sehingga membuat harga juga ikut terdongkrak naik. "Namun, jika mempertimbangkan situasi di Tiongkok yang saat ini tengah berjuang memulihkan ekonominya, maka permintaan batu bara oleh Tiongkok tidak akan sekuat yang diharapkan,” terangnya. (tim redaksi)


#hargabatubara

#koreksihargabatubara

#topandoksuri

#permintaanbatubaradaritiongkokturun

#suhupanasmulaiturun

Tidak ada komentar