Breaking News

Dugaan Korupsi Tukin Ditjen Minerba Terus Diusut, 2 PNS Kementerian ESDM Kembali Diperiksa KPK

Gedung KPK. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Direktorat Jenderal (Ditjen) Minerba kembali diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemanggilan Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Iman Kristian Sinulingga itu terkait dugaan korupsi tunjangan kinerja (Tukin) pegawai di Kementerian ESDM.

Juru Bicara Penindakan dan Kelembagaan KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik memanggil Kristian untuk diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi tunjangan kinerja (Tukin) fiktif di Kementerian ESDM. "(Terkait) dugaan tindak pidana korupsi pembayaran tunjangan kinerja pegawai di Kementerian ESDM dengan tersangka Priyo Andi Gularso,” ujar Ali dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (18/8/2023).

Selain Kristian, KPK juga memanggil pegawai negeri sipil (PNS) di Ditjen Minerba bernama Nurhasana. Meski demikian, KPK belum mengungkapkan materi pemeriksaan terhadap Kristian dan Nurhasana.

Pada Senin (14/8/2023) lalu, tim penyidik sudah memanggil Kristian. Selain Kristian, KPK juga sebelumnya telah memeirksa mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Minerba Ridwan Djamaluddin beberapa kali.

Ia dimintai kesaksiannya terkait dugaan korupsi tukin di ESDM. Pada kesempatan lainnya, Ridwan juga dimintai keterangannya terkait penyelidikan dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP).

Saat ini, Ridwan telah menjadi tersangka dugaan korupsi pertambangan ore nikel di Blok Mandiodo yang diusut Kejaksaan Agung. Dalam perkara tersebut, KPK telah menetapkan 10 orang tersangka. 

Mereka adalah Subbagian Perbendaharaan Priyo Andi Gularso; pejabat pembuat komitmen (PPK) Novian Hari Subagio; dan staf PPK Lernhard Febian Sirait. Kemudian, Bendahara Pengeluaran bernama Abdullah; Bendahara Pengeluaran, Christa Handayani Pangaribowo; dan PPK Haryat Prasetyo.

Ada juga Operator SPM Beni Arianto; Penguji Tagihan Hendi; PPABP Rokhmat Annasikhah; serta Pelaksana Verifikasi dan Perekaman Akuntansi Maria Febri Valentine. Para pelaku diduga memanipulasi tukin dengan modus pura-pura "typo” atau salah ketik dengan memperbanyak jumlah angka 0.

Akibatnya, tukin yang seharusnya hanya cari Rp1,3 miliar membengkak menjadi Rp29 miliar. Masing-masing dari pelaku diduga mendapat jatah berbeda mulai dari Rp250 juta hingga Rp10,8 miliar. (tim redaksi)


#kasusdugaankorupsitukin

#kementerianESDM

#tunjangankinerja

#tukin

#kasusdugaankorupsiditjenminerba

#KPK

Tidak ada komentar