Breaking News

Dugaan Gratifikasi Rafael Alun Segera Disidangkan, Penyidik KPK Sibuk Cari Aset Mewah RAT Lainnya Lewat Sang Putri

Tersangka suap dan gratifikasi Rafael Alun Trisambodo. (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Kasus dugaan gratifikasi yang dilakukan mantan pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo (RAT) segera masuk ke meja persidangan. Berkas perkara gratifikasi Rafael Alun pun telah dinyatakan lengkap.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan pencucian uang Rafael Alun. Salah satunya, dengan mendalami kepemilikan aset mewah RAT. 

Penelusuran dilakukan lewat pemeriksaan terhadap Angelina Embun Prarasa, putri Rafael Alun, sebagai saksi, Senin (7/8/2023). "Angelina Embun Prasasya (wiraswasta), saksi hadir dan didalami pengetahuannya. Antara lain, atas dugaan kepemilikan aset-aset mewah dari tersangka RAT dan keluarga," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, dikutip Selasa (8/8/2023). 

KPK juga sedang melacak berbagai aset mewah Rafael Alun yang diduga dibeli dari penerimaan gratifikasi. Kepemilikan aset mewah Rafael Alun didalami lewat saksi wiraswasta, Arifin Wongsoatmojo.  

Arifin diduga mengetahui aliran uang Rafael Alun untuk membeli aset mewah. "Arifin Wongsoatmojo (wiraswasta), saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan penerimaan sejumlah uang oleh tersangka RAT atas kepemilikan aset yang dibeli dari berbagai penerimaan gratifikasi," imbuh Ali. 

Belakangan ini, KPK sedang intensif mengusut dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) Rafael Alun Trisambodo lewat pemeriksaan saksi-saksi. KPK sedang melacak aset hasil TPPU Rafael Alun. KPK menduga ada beberapa aset-aset Rafael Alun yang berasal dari TPPU.  

Rafael diduga dengan sengaja mengalihkan hasil penerimaan gratifikasinya ke sejumlah aset. Penetapan tersangka pencucian uang Rafael Alun merupakan pengembangan dari kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Rafael Alun awalnya dijerat sebagai tersangka penerima gratifikasi. Dalam perkembangan penyidikan, Rafael Alun juga dijerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Ali mengatakan tim penyidik saat ini masih melengkapi berkas perkara TPPU Rafael Alun.

"Untuk pemberkasan perkara dugaan TPPU masih berproses untuk melengkapi alat buktinya," ucap Ali.


Kasus Gratifikasi Rafael Alun


KPK menduga Rafael Alun menerima gratifikasi sejak 2011. Saat itu ia telah menjabat Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I.

"Di tahun 2011, RAT (Rafael Alun Trisambodo) diangkat dalam jabatan selaku Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak pada Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I. Dengan jabatannya tersebut diduga RAT menerima gratifikasi dari beberapa wajib pajak atas pengondisian berbagai temuan pemeriksaan perpajakannya," ucap Ketua KPK Firli Bahuri dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (3/4/2023).

Selain itu rupanya ada siasat lain yang dilakukan Rafael Alun. Ayah dari Mario Dandy itu memiliki sejumlah perusahaan yang salah satu di antaranya adalah PT Artha Mega Ekadhana atau PT AME yang bergerak di bidang konsultasi terkait pembukuan dan perpajakan.

"Adapun pihak yang menggunakan jasa PT AME adalah para wajib pajak yang diduga memiliki permasalahan pajak khususnya terkait kewajiban pelaporan pembukuan perpajakan pada negara melalui Dirjen Pajak," ucap Firli. Para wajib pajak yang memiliki persoalan terkait pajak selalu direkomendasikan Rafael Alun menggunakan jasa konsultasi PT AME yang tak lain adalah milik Rafael Alun sendiri. 

Di sinilah diduga kongkalikong terjadi. Sejauh ini KPK menemukan jumlah gratifikasi yang diterima Rafael Alun sekitar USD90 ribu atau sekitar Rp1,3 miliar apabila dikurskan saat ini, yang diterima melalui PT AME. (tim redaksi)


#tersangkarafaelaluntrisambodo

#kasusdugaansuapdangratifikasi

#kasusdugaanTPPU

#tindakpidanapencucianuang

#rafaelaluntrisambodo

#ekspejabatdirjenpajak

#ayahmariodandy

Tidak ada komentar