Breaking News

Diversifikasi Usaha, Anak Usaha CUAN Prajogo Pangestu Bidik Emas dan Pasir Silika

Jajaran direksi di PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) saat melakukan IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Ilustrasi/ Dok.BEI)


WELFARE.id-Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melebarkan sayap bisnisnya ke segmen non-batu bara. Pada 4 Agustus 2023, emiten tambang batu bara ini mendirikan tiga anak usaha baru, salah satunya PT Prima Mineral Investindo (PMI).

Nantinya, Prima Mineral Investindo akan bertindak sebagai holding anak usaha dari CUAN untuk perusahaan yang bergerak di bidang penambangan mineral. Pendirian anak usaha ini dilatarbelakangi banyaknya mineral lain yang menjadi peluang usaha baru.

Emiten batu bara milik konglomerat Prajogo Pangestu itu, bakal melakukan diversifikasi bisnis yaitu eksplorasi mineral emas dan pasir silika. Direktur Petrindo Jaya Kreasi Daniel Jr Lopez Laurente mengatakan, kegiatan diversifikasi tersebut akan dilakukan oleh salah satu anak usaha yang baru saja didirikan yaitu PT PMI.

"Kita sekarang sedang melakukan penelitian mengenai pasir silika yang akan dipakai untuk pembuatan solar panel. Dalam beberapa bulan ke depan kita juga akan mengeksplorasi mineral emas,” katanya dalam paparan publik, dikutip Selasa (22/8/2023). 

Ia menyebut, saat ini pihaknya sedang melakukan penelitian  lebih lanjut terhadap eksplorasi pasir silika yang dapat digunakan untuk bahan pembuatan solar panel. "Dan di beberapa bulan mendatang, kami berencana eksplorasi emas. Kedua mineral itu yang kami fokuskan," ungkap Daniel.

Selain PMI, ada juga anak usaha Bernama Kreasi Jasa Persada. Nantinya, perusahaan ini akan menjadi Holding yang bergerak di bidang jasa usaha pertambangan. 

Dengan didirikannya perusahaan ini, CUAN berharap dapat melakukan integrasi jasa pertambangan di wilayah sekitar izin usaha pertambangan (IUP) milik CUAN. Kemudian, CUAN juga mendirikan Green Natural Investama sebagai holding anak usaha dari CUAN untuk perusahaan yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri.

Nantinya, Green Natural Investama berguna untuk mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan oleh anak usaha CUAN lainnya sebagai kompensasi atas batu bara yang telah ditambang. Sementara itu, untuk batu bara yang merupakan bidang usaha utama CUAN disebut masih stabil hingga akhir 2023 nanti. 

Direktur Utama CUAN Michael mengatakan, pihaknya masih optimis terhadap permintaan batu bara hingga akhir 2023. Meski mengalami koreksi jika dibandingkan dengan tahun lalu. 

Asumsi tersebut membuat CUAN tidak mengubah target produksi sebesar 1,1 juta ton batu bara hingga akhir tahun. "Sampai saat ini tidak ada revisi, (target produksi) masih sama sampai akhir 2023,” ucapnya optimistis. (tim redaksi)


#emitenCUAN

#PTPMI

#emitenafiliasiprajogopangestu

#batubara

#sektormineral

#diversifikasiusaha

#sektorpertambangan

Tidak ada komentar