Breaking News

Diduga Ada Penyimpangan Pengelolaan Dana Pensiun PNS Rp300 Triliun, Istri Sah Dirut Taspen dan Kuasa Hukum Beberkan Bukti

Tangkapan layar YouTube Horas Inang milik Irma Hutabarat, saat pengacara Kamaruddin Simanjuntak dan istri Dirut Taspen ANS Kosasih, Rina Lauwy menjadi tamu podcast. (Istimewa)


WELFARE.id-Sejak Bareskrim Polri menyematkan status tersangka penyebaran hoax dan pencemaran nama baik kepada pengacara Kamaruddin Simanjuntak, publik dibuat penasaran. Sebenarnya apa duduk perkara dari kasus yang melibatkan nama Direktur Utama PT Taspen, ANS Kosasih.

Nama istri Kosasih, Rina Lauwy, juga ikut terseret. Sebab, dia adalah klien Kamaruddin Simanjuntak.

Dia tengah jadi sorotan lantaran berani blak-blakan soal kasusnya, terkait pengaduan skandal pengelolaan dana pensiun PNS oleh suaminya, Antonius, hingga diduga sang dirut meraih cuan dari dana pensiun yang diduga total Rp300 triliun. Berikut fakta-fakta dari kasus tersebut:

1. Rina Lauwy yang merupakan klien Kamaruddin Simanjuntak adalah istri dari ANS Kosasih, Direktur Utama (Dirut) PT Taspen.

2. Rina memberanikan diri untuk membongkar perbuatan sang suami atas dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana pensiun untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), yang diduga senilai Rp300 triliun. Menurutnya, Antonius Kosasih memegang dana tersebut untuk dikelola agar meraup keuntungan. 

Namun Rina menolak pemberian dari dana tersebut lantaran menduga bukan dari hasil pekerjaan yang benar. Sehingga digugat cerai, bahkan menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

3. Uang Rp300 triliun dalam jumlah berkoper-koper. Dalam tayangan di YouTube milik Irma Hutabarat-Horas Inang, Irma menyebut, jumlah keuntungan Antonius Kosasih dari pengelolaan Rp 300 triliun itu sampai berkoper-koper.

"Dana pensiun yang dikelola itu jumlahnya Rp300 triliun. Kan itu diinvestasi, apakah ke bisnis yang terang atau bisnis yang gelap itu ada cuannya yang dikoper-koper itu," beber Irma Hutabarat, menirukan pengakuan Rina.

Hasil itulah yang rencananya, akan dibagi-bagi oleh Antonius Kosasih, salah satu yang dibagi adalah untuk Rina. "Katanya untuk istri dan anaknya. Tapi, jadi masalah, karena istrinya tidak mau terima. Kejadian ini terjadi dua tahun lalu," beber Irma.

4. ANS Kosasih diduga punya "wanita lain". Rina Lauwy menduga perubahan sikap ANS Kosasih karena adanya kehadiran perempuan lain dalam rumah tangga mereka yang membuat Dirut Taspen itu tidak mau membayar uang sekolah anaknya.

"Anak saya ini sejak kecil kami sekolahkan di sekolah yang bagus, itu juga sepengetahuan bapaknya (ANS Kosasih). Sampai tiba-tiba ada perubahan drastis bapaknya "pindah hati" itu semuanya hidup kita berubah drastis," ujar Rina, dikutip dari kanal Youtube Irma Hutabarat - Horas Inang, Selasa (22/8/2023).


Jadi Tersangka, Kamaruddin Simanjuntak Beberkan Bukti


Pengacara Kamaruddin Simanjuntak melawan balik Direktur Utama PT Taspen Antonius Nicholas Stephanus Kosasih terkait dana Rp300 triliun. Kamaruddin mengklaim punya bukti 6.000 video diduga sedang "enak-enak" dengan sejumlah wanita.

Seperti diketahui, Kamaruddin Simanjuntak telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri atas dugaan kasus pencemaran nama baik petiggi BUMN, yakni Direktur Utama PT Taspen Antonius Nicholas Stephanus Kosasih pada Rabu 9 Agustus 2023. Setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim, Kamaruddin Simanjuntak pun protes dengan tegas. 

Ia menegaskan, dirinya hanyalah korban dan memiliki bukti kuat, mulai dari percakapan hingga video mesum. Untuk menguatkan video lagi enak-enak yang dimiliki, Kamaruddin juga menyebut beberapa nama wanita yang terlibat pada permasalahan Dirut PT Taspen dalam dugaan pencucian uang dana pensiun Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar Rp300 triliun.

Dalam keterangannya di depan awak media, Kamaruddin Simanjuntak menegaskan kepada penyidik kalau dirinya tidak terbukti bersalah, kasusnya harus dihentikan. "Kenapa kau pusing, kalau tidak terbukti hentikan, saya bilang. Kalau berani memanggil saya sampaikan ke pengadilan,” ujar Kamaruddin kepada wartawan, dikutip Selasa (22/8/2023).

Ia juga dengan tegas menyebut tidak merekayasa bukti. "Kurang asem benar! saya bilang gitu,” tegasnya dengan nada kesal.

Kamaruddin Simanjuntak pun menantang penyidik untuk memeriksa ke kantor PT Taspen dan mengimbau untuk memecat Antonius Kosasih. "Apa itu uang pensiun pegawai negeri, bagaimana Antonius Kosasih bisa berkantor di situ, kan orang pegawai negeri gak boleh poligami. Sementara dia mengelola uang pensiun dengan hura-hura,” tambahnya.

Ia mengaku telah memberikan banyak bukti bahwa ia tidak bersalah. Ia juga memiliki bukti yang dipegang oleh kliennya, yaitu istri Dirut PT Taspen, Rina Lauwy sudah cukup kuat.

Kuasa Hukum Brigadir J itu pun meminta Bareskrim Polri untuk memeriksa beberapa wanita yang terlibat di perkara tersebut.

Ia pun berani menyebut hal itu karena memiliki bukti video tak senonoh dengan para wanita yang disebutnya.

“Ada videonya,” lanjut Kamaruddin. Saat ditanya soal jadwal pemanggilan untuk pemeriksaan tambahan, Kamaruddin Simanjuntak pun mengungkapkan belum tahu apakah akan dipanggil kembali atau tidak oleh Bareskrim.

"Yang jelas bukti-bukti kita tinggalkan di meja itu, yaitu bukti-bukti video porno, hentikan ini (penetapan dirinya sebagai tersangka), dan panggil wanita ini,” tegasnya. 


Sanggahan Taspen


Sebelumnya, penasihat hukum PT Taspen (Persero), Yusril Ihza Mahendra, pada 2022 lalu, tegas membantah tudingan Kamaruddin Simanjuntak terhadap PT Taspen. Yusril membantah kabar yang menyebut PT Taspen mempersiapkan dana Rp300 triliun untuk modal kampanye calon presiden (Capres) di Pemilu 2024.

"Kami menyatakan bahwa kinerja PT Taspen dan pengelolaan investasi maupun operasional semuanya dilakukan secara profesional dengan berpegang teguh kepada norma-norma hukum yang berlaku. Tidak ada dana yang dikelola oleh PT Taspen yang disiapkan untuk kepentingan pencalonan Presiden oleh siapa pun dan oleh pihak mana pun juga," tegas Yusril dalam keterangan tertulis, Sabtu 27 Agustus 2022.

Ia juga menegaskan, PT Taspen dipastikan selalu menerapkan prinsip good corporate governance (GCG). "PT Taspen selalu menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) berdasarkan prinsip transparansi (transparency), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility), kemandirian (independency), dan kewajaran (fairness) sesuai arahan Menteri BUMN RI untuk pengelolaan BUMN yang bersih, seperti yang ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN," tegasnya. 


Profil Rina Lauwy


Rina Lauwy menikah dengan Antonius saat sudah berstatus duda anak tiga. Kemudian, dari pernikahan keduanya dikarunia dua anak.  

Kemudian pada 2021, mereka sempat mengajukan gugatan cerai tetapi hingga kini masih sah secara hukum. Rina mengaku mendapat kekerasan rumah tangga lantaran dirinya tidak mau menerima uang hasil investasi gelap dana pensiun PNS yang dikelola Antonius.

Rina Lauwy melaporkan ANS Kosasih atas dugaan KDRT. Rina didampingi pengacaranya Kamaruddin Simanjuntak. 

Namun, ANS Kosasih justru melaporkan Kamaruddin Simanjuntak atas pencemaran nama baik. Diduga, Rina Lauwy yang merekam percakapan tersebut dan menyebarkannya untuk membongkar kejahatan Kosasih.

Dalam percakapan tersebut, terdengar Kosasih memberikan ancaman pada Rina dan hal ini berkaitan dengan dugaan pencucian uang. Rina berani bongkar pengelolaan Rp 300 triliun yang merupakan dana pensiun pegawai negeri sipil (PNS).

Dana pensiun PNS tersebut, kata Irma Hutabarat, dikelola sedemikian rupa oleh Antonius Kosasih diduga agar bisa diraup keuntungannya. (tim redaksi)


#kamaruddinsimanjuntak

#skandaldiruttaspen

#ANSkosasih

#polemiktuduhanpengelolaandanapensiunPNS

#PTtaspen

#dirutPTtaspen

#rinalauwy

#dugaanpencucianuang

Tidak ada komentar