Breaking News

Besok, Eks Mendag M Lutfi Diperiksa Kejagung di Kasus Minyak Goreng

Eks Menteri Perdagangan M Lutfi. (Istimewa/ Dok.humas kemendag)


WELFARE.id-Mantan Menteri Perdagangan M Lutfi kembali dipanggil penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu (9/8/2023) besok. Lutfi akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan korupsi ekspor crude palm oil (CPO) atau bahan baku minyak goreng dan turunannya.

"ML selaku Mantan Menteri Perdagangan RI melalui kuasa hukumnya mengkonfirmasi bahwa ML akan hadir sebagai saksi pada Rabu, 9 Agustus 2023," kata Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana, dikutip Selasa (8/8/2023). Diketahui sebelumnya, M Lutfi dipanggil penyidik Kejagung pada 2 Agustus kemarin, namun dirinya tidak dapat hadir.

Alasannya, M Lutfi sedang mendampingi istrinya yang sakit. Kehadiran M Lutfi besok, telah dikonfirmasi secara resmi oleh penasihat hukumnya dari kantor NKHP Law Firm. 

Konfirmasi kehadiran tersebut merupakan jawaban dari surat pemanggilan kedua yang dilayangkan, Jumat (4/8/2023) lalu. "Kejaksaan Agung melalui Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus melakukan pemanggilan kembali melalui Surat Panggilan Saksi Nomor SPS-2615/F.2/Fd.2/08/2023 tanggal 04 Agustus 2023 terhadap ML," imbuhnya. 

Ia menambahkan, Lutfi akan memberikan keterangan sebagai saksi terkait dengan kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada industri kelapa sawit dalam Januari-April 2022. Sebelumnya, Kejagung memastikan, pemanggilan M Lutfi tidak bermuatan politis. 

"Belakangan ini setiap penanganan perkara besar selalu dikaitkan dengan politisasi, yang kebetulan tahunnya lagi tahun politik," ulasnya. Namun, ia memastikan, pemanggilan eks Mendag M Lutfi pada pekan depan ataupun Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada beberapa waktu lalu merupakan upaya pengusutan kasus korupsi. 

Diketahui, saat ini Kejagung menetapkan 3 tersangka korupsi korporasi terkait kasus korupsi ekspor CPO atau bahan baku minyak goreng. Selain itu, Kejagung mengatakan pengusutan kasus korupsi korporasi CPO tersebut dilakukan dalam rangka mengembalikan kerugian negara berdasarkan putusan MA pada 5 terpidana korupsi yang sebelumnya telah divonis terkait kasus korupsi ekspor CPO. 

Diketahui, dalam kasus ekspor CPO itu, tiga korporasi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Ketiganya adalah Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group. Selain itu, lima terdakwa kasus ekspor crude palm oil atau bahan baku minyak goreng juga telah divonis 1-3 tahun penjara. 

Hakim menyakini mereka terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama. Kelima terdakwa adalah mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag RI Indra Sari Wisnu Wardhana; Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei; Komisaris WNI, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT VAL, Stanley MA; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT MM, Pierre Togar Sitanggang. (tim redaksi)


#kasussuapizineksporCPO

#kasuskorupsiminyakgoreng

#eksmendag

#eksmenteriperdagangan

#muhammadlutfi

#mlutfi

#kejagung

Tidak ada komentar