Breaking News

Warga Gunungkidul Makan Bangkai Sapi Antraks, 3 Orang Tewas 93 Lainnya Positif

Sapi sebagai hewan penular penyakit antraks. (Ilustrasi/ net)

WELFARE.id-Wabah antraks mulai menyebar di Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebanyak 93 warga dinyatakan positif antraks.

Sementara 3 di antaranya tewas usai positif antraks yang menular dari sapi yang sudah terjangkit virus. Meski korban mulai berjatuhan, pemerintah Gunungkidul belum menetapkan wabah ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Salah seorang warga yang meninggal adalah warga dari Pedukuhan Jati, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu. Dari 12 ekor ternak yang terpapar antraks, pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Gunungkidul tidak menemukan bangkai.

Itu artinya, kemungkinan besar sapi-sapi yang mati tersebut telah dikonsumsi warga sekitar. Kepala Balai Besar Veteriner Wates Hendra Wibawa menjelaskan, bahwa pihaknya saat ini masih berupaya melakukan lokalisasi kasus antraks di Dusun Jati, Candirejo, Semanu, Gunungkidul, di mana kasus ini mencuat.

"Sementara belum ya (KLB), karena bisa dilokalisasi di Jati dulu. Pasca ini hasil teman-teman survei ke lapangan langkah-langkah itu nanti kita selanjutnya seperti apa," ujar Hendra, dikutip Kamis (6/7/2023).

Hendra menjelaskan, pihaknya akan melakukan pemetaan terlebih dahulu mengenai lokalisasi ini, apakah levelnya akan diperluas ke level kelurahan. Selain itu, mereka juga akan memastikan bahwa kasus antraks tidak menyebar di pasar hewan dengan menyetop lalu lintas ternak.

Mengingat penularan spora bakteri antraks ini cukup masif melalui luka dan konsumsi daging. "Kita akan petakan, apakah levelnya kita akan lebarkan di level kelurahan atau apa itu nanti kita lihat dulu. Tapi untuk KLB sementara ini kita akan diskusikan dulu," paparnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gunungkidul Sidik Hery Sukoco menambahkan, bahwa warga yang tergolong zero positif masih dalam pemantauan dan inkubasi. Pihaknya juga akan kembali melakukan skrining kepada warga di Dusun Jati untuk memastikan tidak ada yang terjangkit antraks lagi.

"Kita harap semua warga bisa kita lakukan pemeriksaan serologi lagi, baik yang makan atau tidak untuk melihat faktor resiko," kata Sidik. Tes tersebut akan dilakukan setelah hasil surveilans dan skrining yang akan dilakukan Dinas Kesehatan pada Jumat mendatang. 

Sementara itu, secara umum aktivitas warga berjalan dengan normal. "Sudah kita lakukan profilaksis (antibiotik), kemudian untuk semua layanan kesehatan untuk kewaspadaannya apabila ada warga dengan keluhan dari warga Jati untuk ditanyakan riwayat konsumsinya," paparnya. 

Seorang warga Pedukuhan Jati, Gunungkidul, berusia 73 tahun meninggal dunia akibat terpapar virus antraks. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mengatakan korban sempat mengkonsumsi daging sapi yang mati karena sakit pada Mei lalu.

"Yang dikonsumsi masyarakat ada tiga ekor sapi. Ketiganya sudah sakit dan mati," ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul Wibawanti Wulandari kepada wartawan, dikutip Kamis (6/7/2023).

"Nah, kita suruh kubur menggunakan SOP tapi sama masyarakat ada yang satu digali lagi dan dikonsumsi. Kalau dua (ekor sapi) lainnya belum sempat dikubur tapi tetap dikonsumsi warga," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan DPKH Gunungkidul Retno Widyastuti mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya bangkai dari 12 ekor ternak yang terpapar antraks. Menurut dia, ada kemungkinan ternak-ternak tersebut telah dikonsumsi warga.

"Saya tidak menemukan bangkai, yang saya uji kan ke laboratorium tanah bekas penyembelihan yang terkontaminasi darah ternak. Jadi kemungkinan dagingnya sudah (dimakan). Sekali lagi kami tidak temukan bangkai di sana," ujarnya.

Antraks merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Batricus anthracis yang dapat menular pada hewan dan manusia. Spora dari bakteri tersebut dapat bertahan selama puluhan tahun di tanah. 

Untuk mematikannya harus dipanaskan dalam suhu temperatur 100 derajat celcius selama 20 menit. Antraks bersifat zoonosis yang artinya dapat ditularkan ke hewan dan manusia. (tim redaksi)


#antraks

#virusantraks

#wargagunungkidultewas

#konsumsisapiterjangkitantraks

#gunungkidulDIY

#penyakitzoonosis

Tidak ada komentar