Breaking News

UU Kesehatan Disahkan 9 Emiten RS Ini Kecipratan Cuan, Ini Kata Analis Saham

 

Rumah sakit. (Ilustrasi/ Shutterstock)


WELFARE.id-Pengesahan RUU menjadi UU kesehatan membawa dampak signifikan di pasar saham. Tanpa diprediksi sebelumnya, harga saham dari 9 emiten rumah sakit (RS) di Indonesia mencatat kenaikan usai DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kesehatan sebagai UU pada Selasa (11/7/2023). 

Adapun kesembilan emiten tersebut adalah PT Medialoka Hermina Tbk. (HEAL), PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk. (SAME), PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK).  Lalu ada PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE), PT Royal Prima Tbk. (PRIM), PT Bundamedik Tbk. (BMHS), serta PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk. (PRAY). 

Berdasarkan data RTI Business, dikutip Kamis (13/7/2023), saham milik emiten HEAL sempat mencatat peningkatan sebesar 3,94 persen ke Rp1450 dari harga awal perdagangan sebesar Rp1395 per saham.  Pada perdagangan tersebut, HEAL berhasil memperdagangkan sebanyak 16,69 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp24,06 miliar. 

Sementara itu, ada SILO yang sempat mencatat peningkatan sebesar 9,89 persen  ke angka Rp2000 dari awal perdagangan sebesar Rp1840 per saham.  Emiten kesehatan milik Group Lippo ini bahkan berhasil masuk ke dalam list top gainers pada perdagangan Selasa (11/7/2023) lalu. 

SILO tercatat memperdagangkan 18,01 juta saham dengan nilai transaksi sebesar Rp35,31 miliar.  Emiten RS yang juga mencatat keuntungan, ialah MIKA. Saham MIKA sempat tercatat naik 1,92 persen ke angka Rp2650 dari harga IPO sebesar Rp2600 per saham. 

Bahkan, Selasa lalu, sebanyak 14,62 saham MIKA berhasil diperdagangkan dengan nilai transaksi total sebesar Rp38,49 miliar. Kemudian ada SAME yang mencatat pertambahan sebesar 2,78 persen ke angka Rp370 dari posisi semula di Rp362 per saham. 

SAME telah memperjualbelikan 38,2 juta saham dengan keuntungan Rp14,43 miliar.  Selanjutnya, adalah saham milik emiten RSGK yang menorehkan peningkatan sebesar 0,45 persen atau naik 5 poin ke Rp1110per saham.

Emiten yang juga kecipratan cuan usai UU kesehatan disahkan, adalah CARE yang juga berhasil masuk ke dalam top gainers saham Selasa. Saham CARE naik 2,94 persen ke Rp490 dari awal perdagangan sebesar Rp476 per saham.

Hingga penutupan perdagangan Selasa lalu, sebanyak 223,72 juta saham CARE berhasil diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp108,68 miliar.  Ada pula emiten PRIM yang mencatat peningkatan sebesar 2,27 persen ke angka Rp90 dari posisi semula Rp88 per saham. 

PRIM telah memperdagangkan 8,42 juta saham dengan total nilai transaksi sebesar Rp762,55 juta. Kemudian ada saham milik emiten BMHS yang naik hingga 5,03 persen ke angka Rp376 dari harga awal perdagangan sebesar Rp358 per saham. 

Terdapat 4,86 juta saham yang diperdagangkan hari ini dengan nilai transaksi sebesar Rp1,83 miliar. Emiten terakhir adalah PRAY, emiten yang mencatat kenaikan harga saham sebesar 0,68 persen ke angka Rp745 dari awal perdagangan Rp730 per saham. 

Analis PT RHB Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menanggapi soal kenaikan saham di sektor rumah sakit dan farmasi usai RUU Kesehatan disahkan menjadi UU. Fenomena itu, menurutnya, bukan karena dampak dari UU kesehatan secara langsung dalam jangka pendek terhadap saham industri layanan kesehatan atau healthcare. 

"Karena poin-poin dalam RUU Kesehatan lebih banyak terkait perlindungan nakes (tenaga kesehatan), transparansi pembiayaan dan fokus pasokan bahan dalam negeri," ucapnya, melansir tempo.co.id, Kamis (13/7/2023).  Namun, Audi melihat kondisi ini menjadi sentimen positif dan mendorong peningkatan spesialis untuk emiten rumah sakit. 

Ia pun memperkirakan sektor layanan kesehatan masih akan menarik karena termasuk dalam defensive stock. Mengingat IHSG masih menghadapi kekhawatiran perlambatan ekonomi global. 

Kondisi itu, menurutnya, membuat investor cenderung memilih saham yang defensive. Ditambah, pemerintah meningkatkan anggaran kesehatan tahun 2023 sebesar 22 persen. Penambahan itu pun termasuk subsidi Badan Penyelenggara jaminan Sosial (BPJS). (tim redaksi)


#pasarsaham

#emitenrumahsakit

#efekpengesahanUUkesehatan

#bursasaham

#emitenrumahsakitsempatmelejit

#UUkesehatandisahkan

Tidak ada komentar