Breaking News

Uang Rafael Alun Mengalir Jauh, Diduga Sampai ke Panti Pijat dan Kos-kosan

Tersangka kasus dugaan TPPU dan gratifikasi, Rafael Alun Trisambodo (RAT).  (Istimewa)


 WELFARE.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki aliran dana tersangka kasus gratifikasi eks pejabat Direktorat Pajak Kementerian Keuangan, Rafael Alun Trisambodo (RAT). Ada dugaan, uang hasil Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) itu mengalir di bisnis kontrakan hingga pijat refleksi.

Dugaan ini pun telah didalami dengan memeriksa Komisaris Utama PT Keluarga Segar Sehat, Sjamsuri Liga, yang diperiksa pada Kamis (20/7/2023) pekan lalu. Ia dimintai keterangan terkait kasus TPPU yang menjerat Rafael. "Kalau yang dipanggil ke sini, tentunya kita menduga bahwa di perusahaan tersebut atau terhadap orang tersebut itu mengalir uang hasil tindak pidana korupsi," kata Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, dikutip Selasa (25/7/2023).

Meski demikian, Asep belum dapat membeberkan dugaan keterlibatan bisnis pijat tersebut. Ia hanya memastikan, bahwa KPK bakal menelusuri semua kemungkinan, termasuk dugaan Rafael menanam modal pada usaha itu.

"Ketika dipanggil apakah dia membeli properti ke saudara RAT (Rafael Alun), atau misalnya dalam bentuk perusahaan, apakah ada penanaman modal atau nyimpan modal di situ, atau memang dimiliki perusahaan sama yang bersangkutan," bebernya. Menurutnya, pihaknya terus melakukan trace kepada uang yang diduga dari hasil pidana korupsi.

Selain itu, Asep menegaskan, tim penyidik KPK juga akan terus menelusuri aliran uang dalam kasus korupsi ini. "Kita akan meminta keterangan apakah benar, misalnya permodalan perusahaan itu berasal dari hasil tindak pidana korupsi," imbuhnya.

Selain Komisaris Utama PT Keluarga Segar Sehat Sjamsuri Liga, KPK juga telah memeriksa dua saksi lain, yakni pimpinan money changer Sandi Valas Ahmad Marzuki dan wiraswasta Timothy Pieter Pribadhi. "Para saksi hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya penempatan disertai perputaran aliran sejumlah uang oleh Tersangka RAT melalui beberapa kegiatan bisnis," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, dikutip Selasa (25/7/2023).

RAT diketahui memiliki bisnis indekos dan kontrakan di wilayah DKI Jakarta. Dalam salah satu unggahan di media sosial disebut indekos Rafael Alun yang berada di Jakarta Barat masih beroperasi dan ditinggali oleh warga.

"Jadi memang ada (penghuni indekos) karena kita juga kan dia itu mengontrak sebelum tahu itu hasil dari korupsi. Jadi kita harus menghargai kontrak yang mereka lakukan. Jadi perlu diberi kesempatan mereka mencari kontrakan yang baru," lanjut Ali.

Ditambahkan Asep, jika semua aset RAT sudah terdeteksi, tahap akhir akan ditaruh plang. "Jadi kita tidak nyita hari itu terus diplang. Jadi semuanya dulu kita amankan karena ini kan harus bergerak dengan cepat," terang Asep.

Diketahui, Rafael Alun telah ditetapkan sebagai tersangka penerima gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang. KPK juga telah menyita 20 aset Rafael Alun yang tersebar di sejumlah daerah dengan total bernilai Rp120 miliar. (tim redaksi)


#rafaelaluntrisambodo

#RAT

#tersangkakasusdugaanTPPU

#tersangkakasusdugaangratifikasi

#asetdisita

#alirandanarafaelalun

#KPK

Tidak ada komentar