Breaking News

Teguk Melantai di Pasar Bursa, Menkop Target 10 UMKM IPO hingga 2024

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. (Istimewa/ net)

WELFARE.id-PT Platinum Nusantara Wahab (TGUK) telah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/7/2023) hari ini. Harga saham TGUK langsung melesat sebesar 34,55 persen menjadi Rp148 dari harga penawaran awal sebesar Rp110 per saham, atau mencapai auto reject atas (ARA).

Saham TGUK, yang merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan produk minuman Teguk, dibuka dengan harga tertinggi Rp148 per saham dan harga terendah Rp110 per saham. Total frekuensi perdagangan mencapai 861 kali dengan volume perdagangan sebanyak 295.579 saham dan nilai transaksi harian sebesar Rp4,37 miliar.

CEO TGUK Maulana Hakim menyatakan, perusahaan tidak memiliki utang dan mencatat laba positif. Dengan model usaha sendiri tanpa waralaba (no-franchise) dan tidak melibatkan modal ventura (no venture), TGUK menjadi bagian dari saham syariah di pasar modal Indonesia.

"Melalui penawaran saham perdana ini, Teguk akan meningkatkan jumlah gerai, memperkuat kapasitas produksi, meningkatkan jangkauan pemasaran, dan melakukan inovasi digital," kata Maulana dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (10/7/2023). Dalam Initial Public Offering (IPO), perusahaan menawarkan sebanyak 1,07 miliar saham baru atau setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Sebagai hasilnya, perusahaan berhasil mengumpulkan dana segar sebesar Rp117,85 miliar. Sebagai UMKM lokal, TGUK mendapatkan dukungan dari tiga kementerian, yaitu Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). 

Gerai Teguk bahkan telah hadir diNew York, Amerika Serikat (AS). Menjadikannya sebagai minuman Indonesia yang terkenal di kancah internasional.

"Keberhasilan ini merupakan tonggak sejarah bagi minuman Teguk. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua investor, karyawan, mitra bisnis, konsumen, serta seluruh pihak, termasuk komunitas setia TGUK di Indonesia dan Amerika, yang memberikan dukungan dan kepercayaannya," paparnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah perusahaan dalam melakukan aksi korporasi berupa IPO. Ia mengatakan, pihaknya menargetkan 10 UMKM melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) di BEI hingga 2024.

"Kami dengan bursa menarget 10 perusahaan UMKM yang listing, kita ada kerja sama untuk inkubasi mereka. Hari ini senang Teguk sudah masuk (BEI) dan respons marketnya luar biasa. Jadi kita optimistis perusahan-perusahaan kecil menengah juga bisa go public," kata Teten, Senin (10/7/2023).

Menurutnya, Indonesia masih perlu memperkuat struktur ekonomi. Terutama untuk menambah usaha di level menengah dan besar.

Dalam rangka mencapai targetnya, Kemenkop UKM pun ingin bergandengan dengan SCF untuk yang menyiapkan listing dari UMKM. "Crowdfunding baru dampingi 10 (UMKM). Besar harapan kita ada perubahan struktur ekonomi kita. Supaya yang menengah ini makin besar," harapnya.

"Pokoknya kita target sampai 2024, sejak papan akselerasi dibuka 2020 baru 33 (UMKM). Sekarang 35 juga masih terlalu kecil," bebernya. (tim redaksi)


#UMKM

#pasarbursa

#bursasaham

#menkopukm

#tetenmasduki

#bursaefekindonesia

#BEI

Tidak ada komentar