Breaking News

Tak Kunjung Bayar Utang Rp344,2 Miliar, Satgas BLBI Sita Gedung Tamara Center

Gedung Tamara Center di Jakarta Selatan disita Satgas BLBI, Senin (31/7/2023). (Istimewa/ dok.Satgas BLBI)


WELFARE.id-Satgas penagihan piutang Bantuan Likuditas Bank Indonesia (BLBI) menyita Gedung Tamara Center di Jakarta Selatan, Senin (31/7/2023). Gedung tersebut adalah satu, dari sejumlah saham milik obligor Atang Latief dan Lidia Muchtar.

Penyitaan tersebut imbas total utang keduanya ke negara mencapai Rp344,2 miliar yang tak kunjung dibayar. Atang Latief diharuskan membayar Rp155.727.000.000 dan Lidia Muchtar sebesar Rp188.483.118.182. 

Besaran tersebut tidak termasuk Biaya Administrasi Pengurusan Piutang Negara 10%. "Penyitaan tersebut dilaksanakan sebagai bagian upaya negara mendapatkan kembali dana BLBI yang telah dikucurkan kepada bank pada saat terjadi krisis moneter beberapa waktu lalu," kata Ketua Satgas BLBI Rionald Silaban dalam keterangan resminya, dikutip Senin (31/7/2023).

Pemerintah, lanjutnya, melalui Satgas BLBI, akan terus melakukan upaya berkelanjutan untuk memastikan pengembalian hak tagih negara melalui serangkaian upaya. Seperti pemblokiran, penyitaan, dan penjualan aset-aset obligor dan/atau debitur yang merupakan barang jaminan maupun harta kekayaan lain yang dimiliki oleh obligor dan/ atau debitur.

Berikut rincian harta kekayaan lainnya dari Obligor Bank Indonesia Raya (BIRA) Atang Latief dan Obligor Bank Tamara Lidia Muchtar:

1. Tanah dan bangunan yang dikenal sebagai Gedung Tamara Center beralamat di Jalan Jenderal Sudirman Kav. 24, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12920 sesuai dengan sertipikat hak atas tanah sebagai berikut:

a. Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 00469/Karet tahun 2005, NIB 00767, atas nama PT Pantoru Mas dengan luas 3.744 m2 yang terletak di Kel. Karet, Kec. Setiabudi, Jakarta;

b. Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 00499/Karet tahun 1990, NIB 01197, atas nama PT Pantoru Mas dengan luas 1.850 m2 yang terletak di Kel. Karet, Kec. Setiabudi, Jakarta;

c. Sertipikat Hak Guna Bangunan Nomor 00510/Karet tahun 1991, NIB 02789, atas nama PT Pantoru Mas dengan luas 2.981 m2 yang terletak di Kel. Karet, Kec. Setiabudi, Jakarta; dan


2. Saham yang dijaminkan 37% kepemilikan PT Pantoru Mas yang dimiliki oleh Atang Latief dan/atau Lidia Muchtar melalui PT Unggul Makmur Utama dan/atau Veeras Limited. Terdiri dari 3.490.025 lembar saham PT Pantoru Mas (18,13%) yang dimiliki oleh PT Unggul Makmur Utama dan 3.632.475 lembar saham PT Pantoru Mas (18,87%) yang dimiliki oleh Veeras Limited.

Rionald menambahkan, penyitaan tersebut dilaksanakan sebagai bagian upaya negara mendapatkan kembali dana BLBI yang telah dikucurkan kepada bank pada saat terjadi krisis moneter beberapa waktu lalu. Selanjutnya, Satgas BLBI bersama dengan PUPN akan melakukan upaya hukum lebih lanjut apabila Obligor Bank Indonesia Raya (BIRA) Atang Latief dan Obligor Bank Tamara Lidia Muchtar tidak memenuhi kewajibannya, termasuk dengan melaksanakan Lelang atas aset tersebut. (tim redaksi)


#satgasBLBI

#gedungtamaracenterdisita

#obligor

#penunggakutang

#lelangaset

#asetobligorbankbira

#asetobligorbanktamara

Tidak ada komentar