Breaking News

Stranas PK Ungkap 5.000 "Kapal Siluman" Terdeteksi Masuk Pelabuhan Balikpapan, Negara Berpotensi Rugi Triliunan

Kapal di Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Ada ribuan "kapal siluman" hilir mudik di Pelabuhan Balikpapan, Kalimantan Timur. Fakta mencengangkan itu diungkap Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

Mereka menemukan, bahwa sejak Mei 2022 hingga Mei 2023 hampir 5.000 pergerakan kapal tak dikenal lolos dari pengawasan dan mulai masuk ke dalam sistem jumlahnya terus bertambah. Dari 1.000-an menjadi hampir 5.000 pergerakan kapal.

Berdasarkan data dari Pelabuhan Balikpapan pada Mei 2022, tercatat ada 1.304 pergerakan kapal dan terdapat 4.765 pergerakan kapal yang sudah mulai pada Mei 2023. Disebut "kapal siluman" karena kapal yang lalu lalang di kawasan pelabuhan itu tidak tercatat dalam sistem digital National Logistic Ecosystem.

Padahal, National Logistic Ecosystem telah diimplementasikan pelabuhan ini sejak periode aksi 2021-2022. "Temuan Stranas PK terkait kapal siluman di Balikpapan memang mencengangkan," kata Tenaga Ahli Stranas untuk Aksi Reformasi Tata Kelola Pelabuhan Febriyantoro dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (3/7/2023). 

Kapal yang tidak tercatat dalam sistem, diakuinya, merugikan negara. Karena ada potensi pendapatan negara dari pergerakan kapal dan muatan yang ada di dalamnya.

Digitalisasi di layanan pelabuhan memang belum menjadi jaminan meniadakan kecurangan. Data terakhir dari Pelabuhan Balikpapan pada Mei 2023 menyebutkan, terdapat 4.765 pergerakan kapal yang sudah mulai tercatat. 

Sedangkan pada bulan yang sama tahun lalu, hanya tercatat 1.304 pergerakan kapal. Teridentifikasinya ribuan kapal siluman ini adalah bukti bahwa peran digitalisasi layanan kapal telah berdampak.  

Sistem belum sepenuhnya digunakan atau kalaupun digunakan tidak bisa mengakomodasi hal-hal yang krusial. "Kami sudah mengingatkan sejak tahun lalu meskipun saya tahu bahwa Balikpapan sudah digitalisasi, sudah "inaportnet", sudah pakai sistem kapal dan bea cukai, tetapi saya mendapat laporan di lapangan, ada saja kapal yang lolos. Artinya masih ada yang berusaha ngakalin agar tak masuk sistem,” ungkapnya.

Menanggapi temuan tersebut, Tim Kesyahbandaran dan Otorita Pelabuhan Balikpapan mengakui hal itu dan telah melakukan penertiban dan pengawasan yang lebih ketat. Hasilnya, jumlah kapal siluman yang bisa diidentifikasi jumlahnya terus bertambah. 

"Kami apresiasi temuannya dan tolong masih ada 15 hingga 20 persen lagi kapal siluman yang perlu ditertibkan,” tegurnya.  Tim Stranas PK meminta pihak KSOP Pelabuhan untuk melakukan kajian dan menghitung potential loss penerimaan negara karena kasus kapal siluman ini. 

Ia juga mencontohkan, temuan BPK di Pelabuhan Banjarmasin akibat hadirnya "kapal siluman" itu, mengakibatkan kerugian negara hampir Rp1 triliun rupiah. Stranas PK meminta agar kapal siluman ini tidak lagi diberi layanan per awal Juli 2023, dan harus diberi sanksi yang tegas. 

Pembenahan "kapal siluman" tersebut, menjadi laporan wajib Pelabuhan Balikpapan sebagai pelaksana aksi untuk pelaporan triwulan kedua (B06). Dalam rapat koordinasi yang dihadiri seluruh stakeholder layanan pelabuhan baik dari pusat dan Pelabuhan Balikpapan, Tim KSOP juga mengutarakan kendala dalam pengurusan Pemberitahuan Kedatangan Kapal (PKK) yang memakan waktu hampir 2 hari. 

Oleh karena itu,  Stranas PK mendorong Perhubungan Laut yang juga ikut hadir dalam rapat koordinasi untuk meng-upgrade "inaportnet" agar bisa digunakan secara optimal dalam kaitannya dengan PKK dan Pemberitahuan Kedatangan Kapal Asing (PKKA). Catatan lain dari implementasi NLE di Balikpapan adalah bahwa  kapal pengangkut CPO belum bisa menggunakan Ssm pengangkut, karena risiko dikenakan denda oleh bea cukai. 

Kendala ini sudah dilaporkan ke pusat agar muatan CPO bisa menggunakan Ssm pengangkut, begitu juga dengan kapal batu bara. Pihak KSOP juga sudah melakukan sosialisasi kepada seluruh agen untuk menggunaan Ssm pengangkut. (tim redaksi)


#pelabuhanbalikpapan

#kalimantantimur

#kapalsilumandipelabuhanbalikpapan

#tidakterdeteksisistem

#inaportnet

#strateginasionalpencegahankorupsi

#stranasPK

Tidak ada komentar