Breaking News

Rentetan Penembakan Massal di Hari Kemerdekaan AS Lukai 40 Orang, 10 Jiwa Melayang

Tangisan keluarga korban penembakan massal di Texas, tahun lalu. (Ilustrasi/ Reuters/ Marco Bello)


WELFARE.id-Amerika Serikat  (AS) darurat kekerasan dengan senjata. Penembakan massal seperti peristiwa sehari-hari dan makin mengkhawatirkan warga AS.

Pukulan telak bagi pihak kepolisian dan negara, ketika penembakan massal secara sporadis di tiga wilayah berlangsung di hari yang sama, berdekatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan AS, Selasa (4/7/2023). Melansir Reuters, Rabu (5/7/2023), tiga tragedi penembakan massal di tempat terpisah, Philadelphia, Baltimore dan Fort Worth, Texas, menewaskan 10 orang dan melukai hampir 40 orang lainnya menjelang hari libur Kemerdekaan AS pada 4 Juli. 

Pejabat keamanan setempat mengatakan tragedi ini menjadi pengingat yang suram. Kegagalan selama beberapa dekade menghentikan kekerasan senjata api di AS.

Di Baltimore, peristiwa terjadi Minggu waktu setempat. Dua orang tewas dan 28 lainnya terluka. Setengah dari mereka adalah anak-anak, saat seseorang menembak membabi buta di sebuah pesta outdoor yang sedang berlangsung.

Di Philadelphia kejadian terjadi Senin malam. Lima orang tewas dan dua luka-luka ketika seseorang dengan rompi anti peluru menembaki warga secara acak.

Polisi juga membenarkan kemungkinan pelaku menembak orang-orang yang kemungkinan tak dikenalnya. Dilaporkan bagaimana seorang balita dan seorang remaja termasuk di antara yang terluka.

Penembakan terbaru terjadi di Fort Worth. Tiga orang tewas dan delapan lainnya luka-luka dalam penembakan massal setelah festival lokal.

Polisi mengatakan belum ada penangkapan yang dilakukan dalam penembakan itu. Investigasi masih dilakukan. "Kami tidak tahu apakah ini terkait rumah tangga, apakah terkait geng. Masih terlalu dini untuk mengatakannya pada saat ini," kata seorang pejabat polisi senior Shawn Murray, dikutip Rabu (5/7/2023).

Presiden AS Joe Biden mengutuk kekerasan tersebut dan memperbaharui seruannya untuk memperketat undang-undang kepemilikan senjata api di Amerika. "Bangsa kita sekali lagi mengalami gelombang penembakan yang tragis dan tidak masuk akal," kata presiden, dikutip Rabu (5/7/2023).

Biden meminta anggota parlemen dari Partai Republik untuk datang ke meja perundingan untuk melakukan reformasi yang berarti dan masuk akal. Dengan mengutip perlindungan konstitusional untuk kepemilikan senjata api, Partai Republik di kongres memblokir upaya untuk secara signifikan mereformasi undang-undang keamanan kepemilikan senjata api. 

Mereka juga menentang keinginan Biden melarang kepemilikan senjata api dengan serbuk . Para pejabat Philadelphia memohon kepada para anggota parlemen negara bagian dan federal untuk bertindak membatasi kepemilikan senjata api ini. 

"Kami memohon kepada kongres untuk melindungi nyawa dan melakukan sesuatu terhadap masalah senjata api di Amerika," ujar Walikota Philadelphia Jim Kenney dalam sebuah konferensi pers. Jaksa Wilayah Larry Krasner, meminta anggota parlemen negara bagian Philadelphia untuk legislasi yang masuk akal seperti yang ditemukan di negara bagian tetangga, New Jersey dan Delaware.

"Beberapa dari undang-undang itu mungkin bisa membuat perbedaan di sini," kata Krasner pada pengarahan yang sama. 

AS telah berjuang dengan sejumlah besar penembakan massal dan insiden kekerasan senjata api. 

Menurut data Gun Violence Archive, sejauh ini telah terjadi lebih dari 340 penembakan massal pada tahun 2023 di negara tersebut. Mereka mendefinisikan penembakan massal sebagai insiden di mana setidaknya empat orang ditembak, tidak termasuk penembak.

Dengan laju paruh pertama tahun ini, penembakan massal selama tahun kalender 2023 akan mencapai 679 atau sekitar dua kali lipat dari 336 yang tercatat pada tahun 2018. Itu akan menandai total tahunan tertinggi kedua selama sembilan tahun terakhir, hanya kalah dari 690 yang tercatat pada 2021, menurut kelompok nirlaba tersebut. (tim redaksi)


#penembakanmassaldiAS

#harikemerdekaanAS

#penembakanmassalditigawilayah

#penembakanmassal

#insidenkekerasandengansenjata

#korbantewas

#kepemilikansenjata

Tidak ada komentar