Breaking News

Ramai-Ramai Tolak Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Tiongkok: Yang Percaya Air Itu Aman Silakan Minum dan Berenang di Dalamnya!

Makanan olahan ikan. ( Ilustrasi/ net)


 WELFARE.id-Rencana Jepang membuang air limbah olahan dari PLTN Fukushima mendapat tentangan dari sejumlah negara terdekat. Di antaranya, Korea Selatan dan Tiongkok, termasuk Hong Kong.

Warga Korsel melakukan panic buying produk garam karena takut laut mereka tercemar usai pembuangan limbah dilakukan Agustus mendatang. Sedangkan pemerintah Hong Kong berencana untuk melarang impor makanan laut dan produk lain dari 10 wilayah Jepang, jika negara tersebut ngotot membuang air limbah olahan dari PLTN Fukushima.

Melansir Bloomberg, Jumat (14/7/2023) pemerintah Hong Kong menyimpulkan bahwa sistem pemurnian air yang dilakukan tidak mungkin menjamin keberhasilan yang dapat bertahan hingga 30 tahun. Produk-produk larangan yang diusulkan sendiri mencakup semua produk air yang hidup, beku, dingin, kering atau diawetkan, serta garam laut dan rumput laut.  

"Jika pihak berwenang Jepang memiliki keyakinan yang cukup terhadap pengolahan air limbah, mereka sebaiknya mencari penggunaan domestik yang sesuai daripada membuangnya ke laut," jelas pemerintah Hong Kong. Pemerintah juga mengatakan, bakal melakukan beberapa pembatasan pada awal bulan ini setelah pelepasan air limbah dimulai.  

Sebelumnya, Tiongkok selaku pembeli utama makanan laut Jepang, mengatakan bahwa lautan bukanlah tempat pembuangan pribadi Jepang. Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Mariano Grossi sebelumnya meyakini, bahwa studi mereka selama dua tahun tersebut tidak menemukan bukti bahwa pelepasan air limbah Fukushima akan menyebabkan kerusakan pada ikan. 

"Biarkan orang membuat keputusan yang mereka inginkan, tetapi mereka tidak akan mendapat dukungan dari IAEA untuk mengatakan bahwa ikan ini mungkin terkontaminasi, karena memang tidak demikian," yakinnya. Menurut badan tersebut, pelepasan air limbah yang diolah adalah praktik umum di seluruh industri, termasuk pabrik di Tiongkok daratan dan Jepang. 

Namun, menanggapi hal tersebut, Tiongkok mengatakan, mereka yang percaya air itu aman harus meminumnya dan berenang di dalamnya. "Jika beberapa orang berpikir bahwa air yang terkontaminasi nuklir dari Fukushima aman untuk diminum atau berenang, kami menyarankan agar Jepang menyimpan air yang terkontaminasi nuklir untuk diminum atau berenang oleh orang-orang ini daripada membuangnya ke laut dan menyebabkan kekhawatiran internasional yang meluas," sindir Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin, dikutip Jumat (14/7/2023).

Lebih lanjut, Wang berpendapat, Jepang tidak bisa hanya menggunakan laporan IAEA sebagai lampu hijau untuk pembuangan limbah nuklir ke laut. Aktivis lingkungan asal Korea Selatan juga memprotes temuan IAEA ketika Grossi mengunjungi Seoul, akhir pekan lalu. 

Anggota parlemen Korea Selatan Woo Won Shik, pemimpin partai oposisi utama negara itu, menuduh badan pengawas nuklir itu "bias mendukung Jepang sejak awal." Ia mengatakan, badan itu gagal menyelidiki dengan baik dampak pembuangan air limbah di negara-negara tetangga. (tim redaksi)


#rencanajepangmembuanglimbahnuklirkelaut

#hongkongmenolakpelepasanlimbahnuklirjepangkelaut

#hongkongstopimpormakananlautjepang

#tiongkokmenolakpelepasanlimbahnuklirjepangkelaut

#PLTNfukushima

#dampaklingkungan

#dampakkelautan

#ditolaknegaratetangga

Tidak ada komentar