Breaking News

QRIS Tak Lagi Gratis, Begini Respons Pedagang

Penggunaan QRIS.  (Ilustrasi/ net)

WELFARE.id-Bank Indonesia (BI) menetapkan biaya penggunaan QRIS bagi para merchant atau pedagang sebesar 0,3 persen. Kebijakan tersebut berlaku mulai 1 Juli 2023.

Adapun kebijakan tersebut diberlakukan sebagai bagian dari peningkatan pelayanan untuk para pengguna QRIS yang jumlahnya terus bertambah. Meski begitu, Bank Indonesia menegaskan biaya layanan ini tidak boleh dibebankan ke konsumen atau masyarakat pengguna QRIS.

Direktur Eksekutif/ Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono mengatakan, mengacu pada pasal 52 ayat 1 PBI 23/6/PBI/2021 Tentang Penyedia Jasa Pembayaran (PJP). Di mana, penyedia barang dan/ atau jasa dilarang mengenakan biaya tambahan (surcharge) kepada pengguna jasa atas biaya yang dikenakan oleh PJP kepada Penyedia Barang dan/ atau jasa.

Erwin juga menyebut, apabila menemukan pedagang yang mengenakan biaya tambahan tersebut, pengguna dapat melaporkan ke penyedia jasa pembayaran. Adapun terdapat golongan merchant kategori khusus yang tidak dikenakan biaya layanan 0,3 persen ini yaitu merchant terkait transaksi Government to People seperti bansos, dan transaksi People to Government seperti pembayaran pajak, paspor, dan donasi sosial (nirlaba), termasuk tempat ibadah.

Berdasarkan catatan bank sentral, hingga Februari 2023 jumlah pedagang/merchant QRIS telah mencapai angka 24,9 juta dengan total jumlah pengguna QRIS sebanyak 30,87 juta. Adapun nominal transaksi QRIS hingga Februari 2023 tercatat Rp12,28 Triliun dengan volume transaksi 121,8 juta.

Menanggapi kenaikan biaya QRIS yang dibebankan kepada pedagang, Silvi mengaku tak masalah. Pedagang minuman kekinian di wilayah Pasar Modern BSD, Tangerang Selatan mengaku akan tetap menggunakan QRIS karena dianggap mudah dan efisien.

Dia sudah menggunakan QRIS selama kurang lebih dua tahun. Menurutnya, sejauh ini QRIS paling mudah karena 1 QR code bisa digunakan untuk semua jenis pembayaran.

"Karena ini cover semua pembayaran kan. Dulu sempat pakai DANA, dia nggak cover semuanya. Jadi DANA sebelah sana, ini sebelah sini. Sedangkan kalau QRIS satu jalur kan Shopee bisa, Gojek bisa, BCA bisa jadi satu," bebernya.

Afung, salah seorang pedagang makanan chinese food di wilayah yang sama juga mengaku tak keberatan dibebankan biaya QRIS 0,3%. "Nggak kerasa sih pengenaan biayanya (kalau cuma 0,3%), iya nggak apa," singkatnya.


Manfaat QRIS


Bank Indonesia mengeklaim banyak keuntungan yang akan didapat pedagang atau pelapak ketika bergabung menjadi merchant QRIS:

Pertama, pembayaran menjadi lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan jumlah transaksi, karena waktu tunggu untuk melakukan pembayaran yang berkurang.

Kedua, pembayaran lebih mudah karena dapat dilakukan hanya dengan memindai (scan) kode QR dan tidak perlu repot mencari uang kembalian.

Ketiga, transaksi lebih aman tanpa perlu khawatir mendapat pembayaran atau kembalian uang yang masih diragukan keasliannya. 

Keempat, keandalan transaksi dengan QRIS dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan jam operasional dan di mana saja. Bahkan, sekarang QRIS dapat digunakan tidak hanya di Indonesia saja, melainkan juga lintas negara. (tim redaksi)


#QRIS

#biayalayananQRIS

#QRIStaklagigratis

#kemudahanbertransaksi

#bankindonesia

#BI

Tidak ada komentar