Breaking News

Puluhan Kucing Mati Mendadak di Sunter Diduga karena Cacing, Dinas KPKP DKI Jakarta Gelar Vaksinasi

 

Kucing sedang divaksin. (Ilustrasi/ net)

WELFARE.id-Fenomena puluhan kucing yang mati secara mendadak di kawasan Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu sempat membuat heboh warga sekitar. Pasalnya, kematian kucing itu diduga terjadi di waktu yang sama.

Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Pemprov DKI Jakarta mengungkap hasil laboratorium sementara terkait kasus kematian puluhan kucing tersebut. Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan, kasus ini bermula dari aduan warga terkait kematian kucing sejak 5 Juli. 

Ternyata, kematian pada kucing di wilayah itu terus berulang. "Pada 11 Juli, kami melakukan turun ke lapangan, mengambil satu sampel. Kita lakukan pemeriksaan di pos pelayanan kesehatan hewan di Pemprov DKI Jakarta di Dinas KPKP. Organ dalamnya dalam kondisi yang normal, bagus, tetapi memang ditemui cacing di lambungnya. Tapi kan kita masih akan melakukan tindak lanjut," ujar Suharini di Sunter, dikutip Sabtu (15/7/2023).

Untuk saat ini, Suharini dapat memastikan bahwa kematian bukan karena diracun. Adapun penyebab kematian karena virus belum dapat dipastikan karena memerlukan telusur lebih lanjut.

"Saat sekarang ini hasil dari dokter Ramzi, itu memang tidak dalam diracuni. Kalau virus, itu harus ditelusur. Jadi kita enggak boleh langsung bilang 'Wah ini'. Kalau sudah ada hasilnya, pasti nanti kita sama-sama sampaikan lagi," kata dia.

Pihaknya juga menyebut pihaknya melakukan investigasi dengan Balai Besar Veteriner Subang, Jawab Barat dari Kementerian Pertanian. Menurutnya, investigasi ini bertujuan untuk benar-benar mengetahui terjadi kematiannya berurutan pada puluhan ekor kucing itu.

"Investigasi itu tidak hanya pada binatangnya, tapi keseharian pemilik. Jadi kemarin itu ditanya, pada saat kejang sampai mati itu berapa jam. Kemudian pola mereka terakhir memberi makan itu jam berapa, itu namanya investigasi. Nah dilakukan oleh kawan-kawan yang memang secara profesi itu seperti itu. Jadi hasil atau kesimpulannya adalah kesimpulan yang komprehensif," ungkapnya.

Ia mengaku telah memberikan laporan kematian puluhan kucing mati ini kepada Pj Gubernur Heru Budi Hartanto. Dinas KPKP pun melakukan pelbagai hal sebagai tindak lanjut dari kejadian ini.

Kasatlak Keswan drh Ramzi menjelaskan, kondisi kucing mati yang diperiksa oleh pihaknya adalah kucing liar. Ia memastikan bahwa satu ekor kucing yang dijadikan sampel itu tidak mati karena diracun.

"Setelah kita autopsi itu yang kemarin itu kan tidak ada perubahan yang signifikan. Artinya, normal-normal saja. Tetapi ada cacing lambung, ada cacing usus. Cacing ini kan bisa merusak pencernaan. Artinya luka usus. Jadi kalau kita definisikan juga dari kematian kemarin, pemeriksaan patologi anatominya, jadi ada luka lambung dan luka usus," ulasnya.


Galakkan Vaksinasi dan Pemberian Obat


Mengantisipasi penularan ke kucing lainnya, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta menggelar vaksinasi dan pemberian obat. Hal ini dilakukan sebagai langkah cepat mencegah penyebaran virus.

Pihaknya merupakan hasil investigasi penyebab kematian kucing dan langsung melakukan vaksinasi dengan pemberian obat kucing. "Ini respons atas laporan dari warga di mana terjadi kematian kucing terus menerus dan langsung dilakukan investigasi," ulasnya.

Kematian puluhan kucing di Sunter Agung diakibatkan kekurangan gizi. Pihaknya juga akan melakukan upaya lanjutan. 

"Balai besar pertanian melakukan investigasi kemudian pengobatan. Ternyata obat cacing dan vitamin harus diberikan. Karena ada beberapa ditemukan rendah nutrisi bukan karena tidak ada yang memaksimalkan," ucapnya. 

Salah satu pemilik kucing, Ida (40) mengatakan, dirinya datang ke tempat vaksin karena kucing miliknya juga mengalami kejang-kejang hingga mati mendadak. Untuk itu, dirinya langsung melakukan vaksin ke kucing lain untuk mencegah virus.

"Yang kemarin ibunya sudah mati duluan pagi ini kan, sore saja ini juga kejang-kejang di jalan terus dikasih susu terus dia normal lagi. Kemarin sempat sore sekitar pukul 15.00 WIB kejang-kejang. Mungkin harus dijaga kebersihannya sama vaksin," tuntasnya. (tim redaksi)


#vaksinasikucing

#kematiankucingmendadakdisunter

#kejangkejang

#sampelpemeriksaan

#didugakarenacacing

#dinasKPKPDKIjakarta

#vaksin

Tidak ada komentar