Breaking News

Polres Sukabumi Tangkap Sindikat Pengedar Upal, Sita Barang Bukti USD Palsu Senilai Triliunan Rupiah

 

Uang palsu. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) berhasil menggagalkan peredaran uang palsu (upal) senilai triliunan rupiah. Selain menangkap pelaku sindikat, polisi juga menyita ribuan lembar uang palsu pecahan satu juta dolar AS.

Jumlah tersebut, jika dikonversikan ke rupiah mencapai puluhan triliun rupiah dari dua tersangka yang merupakan sindikat peredaran uang palsu. "Dari tangan kedua tersangka kami menyita uang palsu pecahan satu juta dolar AS sebanyak 2.200 lembar. Penangkapan ini berkat informasi dari warga yang mencurigai adanya praktik jual beli uang palsu di Kampung Cibuburay, Desa Kalaparea, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi," kata Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede di Sukabumi, dikutip Senin (10/7/2023).

Ia merinci, dari tersangka S, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 12 gepok uang dolar palsu yang terdiri dari 1.200 lembar pecahan 1 juta dolar AS, yang jika dirupiahkan bernilai sekitar Rp18 triliun. Selain itu, juga ditemukan segepok uang palsu pecahan 1.000 "dolar Belanda" yang jika dirupiahkan senilai Rp800 juta.

Setelah itu, polisi melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku AT di Wilayah Bogor dengan barang bukti berupa 10 gepok uang dolar palsu senilai Rp15 triliun. Selain itu, ditemukan pula satu buah alat pendeteksi uang.

"Selain uang palsu, barang bukti lain yang diamankan berupa benda-benda yang dianggap keramat, seperti sebilah pedang, samurai gulung yang bisa memotong paku, dan besi kuningan yang menyerupai emas batangan, seolah-olah merupakan logam mulia," bebernya.

Modus operandi yang dilakukan oleh kedua tersangka adalah saat proses transaksi jual beli, mereka menampilkan benda-benda keramat. Selain itu, mereka juga memberikan iming-iming bahwa 1 gepok uang dolar palsu dijual seharga Rp25 juta.

Para pelaku menunjukkan benda-benda keramat ini seolah-olah itu adalah benda gaib, agar pembeli yakin bahwa uang dolar yang mereka beli adalah asli. Dengan cara memeriksa uang-uang tersebut menggunakan alat pendeteksi uang dan menunjukkan bahwa ada benang pengaman pada uang tersebut.

"Lembaran pecahan dolar ini terlihat memiliki benang pengaman, sehingga tampak bahwa kualitas kertas uang dolar palsu ini mampu menyerupai benang pengaman yang ada pada uang asli," tambahnya.

Sebatas informasi, Amerika Serikat tidak pernah mengeluarkan pecahan USD1 juta, tetapi uang jenis ini sering ditemukan. Banyak pengusaha yang menjual pecahan ini sebagai materi promosi atau sebagai uang mainan, tetapi tidak dapat digunakan sebagai alat tukar. 

Secret Service AS menyatakan, uang ini legal untuk diedarkan dan tidak termasuk uang palsu. Sementara dolar Belanda atau guilder/gulden sudah tidak lagi digunakan karena Belanda sekarang menggunakan euro.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 244 KUHP pidana, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (tim redaksi)


#sindikatpemalsuanuang

#uangpalsu

#sindikatpengedaruangpalsu

#dolaramerika

#gulden

#matauangAS

#polressukabumi

#barangbuktiuangpalsu

Tidak ada komentar