Breaking News

PNS Imigrasi Bali Inisial AH Diduga Terlibat TPPO Sindikat Jual Beli Ginjal, Status Diberhentikan Sementara

 
Para tersangka TPPO jual beli ginjal yang berhasil dibongkar tim gabungan Polda Metro Jaya. (Istimewa)


WELFARE.id-Satu dari 12 tersangka kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) rupanya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) berinisial AH. AH diduga terlibat kasus dugaan TPPO perdagangan organ ginjal yang melibatkan sindikat internasional, tepatnya Kamboja.

Karena keterlibatannya itu,  Kanwil Kemenkumham Bali memberhentikan sementara petugas konter kantor Imigrasi Ngurah Rai berinisial AH karena terlibat kasus jual ginjal. Kemenkumham Bali bahkan mencabut status dan hak AH sebagai PNS.

Kini, AH sudah berstatus tersangka dan ditahan polisi. "Ada satu anggota Imigrasi Ngurah Rai berinisial AH dan sudah ditahan pihak Polda Metro Jaya. Karena dia sudah ditahan, akan dihentikan sementara (status PNS-nya) sampai proses hukumnya final," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Anggiat Napitupulu kepada wartawan, Sabtu (22/7/2023).

Anggiat menegaskan, pihaknya menghormati dan menunggu proses hukum yang dijalankan Polda Metro Jaya terkait kasus tersebut. Apabila AH sudah masuk dan melalui proses peradilan, serta terbukti bersalah, maka dia akan dipecat.

"Hak-hak dia (AH) sebagai pegawai negeri dihentikan. Sampai nanti proses hukumnya final atau inkrah. Baru nanti ada keputusan selanjutnya. Dipecat atau tidak. Kalau dia bebas, ya nggak dipecat. Kalau dia terbukti, ya pasti dipecat," tegasnya.

AH dijelaskan, merupakan pindahan dari kantor Imigrasi Belawan sejak akhir Oktober 2022. Ia memang bertugas untuk memeriksa kelengkapan dokumen orang Indonesia yang akan bepergian dan datang dari luar negeri.

Ia juga yang memberi tanda izin bertolak dan masuk. Menurut Anggiat, AH awalnya tidak tahu kalau akan ada sindikat jual beli ginjal internasional asal Indonesia yang akan bertolak ke Kamboja. 

Namun, entah bagaimana kelanjutannya, AH menerima sejumlah uang dari para sindikat agar dapat bertolak dan berdagang ginjal di Kamboja. 

"Secara lembaga kami akan melakukan pendalaman untuk antisipasi agar jangan dilakukan petugas lainnya," janjinya. Pendalaman itu dilakukan untuk mengetahui seluk beluk lingkaran pegawai imigrasi berinisial AH yang berpotensi mengetahui atau ikut mendukung aksi pelaku.

Pihaknya menyerahkan kasus dugaan perdagangan organ ginjal yang melibatkan jajarannya kepada pihak kepolisian. Sedangkan, pegawai imigrasi berinisial AH itu saat ini sudah dinonaktifkan dari pekerjaannya hingga ada ketetapan hukum.

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap 12 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kasus perdagangan ginjal di Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat. Dari 12 tersangka itu, satu di antaranya adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di Imigrasi Bandara Ngurah Rai, Bali berusia 37 tahun. 

AH sebelumnya bertugas di Imigrasi Belawan, Sumatera Utara dan pada 2022 mutasi kerja ke Bali. Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi dalam keterangan pers di Jakarta,  menjelaskan AH berperan meloloskan korban saat pemeriksaan imigrasi.

AH kemudian mendapatkan imbalan sebesar Rp3,2 juta hingga Rp3,5 juta per orang. Polisi menjerat AH dengan Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. 

Hengki menambahkan, para korban dijanjikan imbalan Rp135 juta apabila bersedia menjadi donor ginjal. Pada periode akhir Mei-Juni 2023, para pelaku memberangkatkan 31 orang korban untuk menjual ginjal ke Kamboja. (tim redaksi)


#TPPO

#kasusdugaanTPPO

#jualbeliginjalilegal

#sindikatinternasionalperdaganganginjal

#PNSimigrasiterlibat

#keterlibatanPNSimigrasibali

Tidak ada komentar