Breaking News

Pertama Kali dalam 30 Tahun, Menteri Singapura Ditangkap karena Korupsi!

 
Kolase foto Menteri Transportasi Singapura S Iswaran dan taipan Ong Beng Seng ditangkap akibat kasus korupsi. (Istimewa)


WELFARE.id-Untuk pertama kalinya dalam tiga dekade, kasus korupsi yang melibatkan pejabat di Singapura terjadi. Menteri terakhir Singapura yang diinvestigasi karena dugaan korupsi adalah Teh Cheang Wan pada 1986. 

Teh yang saat itu menjabat Menteri Pembangunan Nasional diperiksa oleh CPIB atas dugaan suap USD1 juta dari swasta.  Meski demikian, kasus ini tak dilanjutkan karena Teh mengakhiri hidupnya sendiri. 

Kali ini, 30 tahun kemudian, Menteri Transportasi Singapura Subramaniam Iswaran (S Iswaran) yang terseret kasus dugaan korupsi. "Menteri Transportasi S Iswaran ditangkap pada 11 Juli 2023 dan kemudian dibebaskan dengan jaminan," kata Biro Investigasi Praktik Korupsi (CPIB) dalam pernyataan, melansir kantor berita AFP, Senin (17/7/2023).

Tak sendiri, kasus dugaan korupsi Iswaran juga menjerat seorang miliarder perhotelan. Ini pertama kalinya badan antikorupsi Singapura membenarkan penangkapan tersebut.

Sebelumnya, Iswaran telah diperintahkan untuk cuti awal pekan ini oleh Perdana Menteri Lee Hsien Loong setelah CPIB mengatakan menteri itu "sedang membantu" penyelidikan yang sedang berlangsung. Lee mengatakan, badan antikorupsi telah meminta persetujuannya untuk penyelidikan formal yang salah satunya akan melibatkan wawancara Iswaran.

Kasus yang menimpa Iswaran terkait milarder Ong Beng Seng. Ong sempat ditangkap oleh CPIB, namun sama seperti Iswaran, ia juga dibebaskan dengan jaminan. "Sebagai bagian dari jaminan, paspor subjek disita," kata CPIB seperti dikutip dari Channel News Asia, Senin (17/7/2023).

Belum diketahui kasus apa yang mengganjal Iswaran. Meski demikian, baik dirinya maupun Ong Beng Seng telah lama saling mengenal.

CPIB belum mengungkapkan rincian penyelidikan kasus yang menggegerkan negara-kota itu, pusat keuangan global yang terkenal sebagai salah satu negara paling tidak korup di dunia. Di Singapura, para menteri kabinet dibayar dengan gaji yang sebanding dengan mereka yang berpenghasilan tertinggi di sektor swasta untuk mencegah korupsi.

Pendiri Singapura PM Lee Kuan Yew mengatakan, hal itu membantu menarik orang-orang terbaik untuk bergabung dengan pemerintah dan mencegah korupsi. Penghasilan PM Singapura mencapai sekitar SGD2,2 juta (Rp24,7 miliar) per tahun, termasuk bonus. 

Angka itu mencapai empat kali lipat dibandingkan gaji Presiden Amerika Serikat (AS). Jajaran menteri di Singapura, menurut Divisi Layanan Publik Pemerintah, mendapatkan gaji sekitar SGD935.000 (Rp10,5 miliar) termasuk bonus variabel.

Penyelidikan menteri transportasi oleh biro antikorupsi Singapura melebar setelah terungkap bahwa Ong termasuk dalam penyelidikan. Ong adalah direktur pengelola Hotel Properties Limited (HPL), yang memiliki serangkaian hotel dan resor kelas atas di lokasi-lokasi di sekitar Asia dan Pasifik. 

Portofolio HPL mencakup 38 hotel dan resor di 15 negara, beroperasi di bawah merek termasuk Four Seasons, Intercontinental Hotels, dan Marriott International. Usai penangkapan Ong, Saham HPL sempat turun sebanyak 6,7 persen pada hari Jumat, sebelum akhirnya sedikit pulih.

Sebelum terjun ke politik, Iswaran bekerja di MTI dan Temasek Holdings. Dalam laporan Reuters, Iswaran mengenal Ong paling tidak sejak 2007.

Tahun 2007 juga merupakan tahun Singapura memenangkan hak untuk menjadi tuan rumah Formula Satu. Ong merupakan pemilik atas Grand Prix Singapira dan merupakan ketua promotor balapan tersebut.

Iswaran juga secara aktif terlibat dengan Formula Satu Singapura. Ia kerap hadir di konferensi pers terkait pengumuman acara tersebut. (tim redaksi)


#menterisingapuraditangkap

#menterisingapuratersandungkasuskorupsi

#kasuskorupsimenterisingapura

#menteritransportasisingapura

#siswaranditangkapkarenakasuskorupsi

#kasuskorupsisingapura

#taipansingapuraditangkap

#ongbengseng

Tidak ada komentar