Breaking News

Pelaku Pasar Ragu, Kinerja NFT Melorot Lebih dari 100% YoY

NFT (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Analitik OpenSea menyebut, terjadi penurunan kinerja yang signifikan disektor non-fungible token (NFT). Hal itu disebabkan oleh rasa takut, ketidakpastian, dan keraguan para pelaku NFT, yang kemudian berdampak pada daya beli yang menurun secara menyeluruh.

Perusahaan analitik IntotheBlock melaporkan, Selasa (11/7/2023), bahwa NFT mengalami kinerja terburuk mingguannya sejak Juni 2021. NFT dikabarkan hanya diperjualbelikan sebanyak 11.6.000 kali merosot lebih dari 100 persen secara tahunan.   

Data IntotheBlock menyebut, bahwa jumlah penjualan pada periode 3-10 Juli itu mengalami penurunan hampir 100 persen dari angka tertinggi tahunan, dengan jumlah transaksi mencapai sebesar 510.905 transaksi. Pencapaian tersebut jauh tertinggal dari angka penjualan mingguan pada masa kejayaan NFT pada akhir Mei 2023 yang mencapai 750.719.  

Sejalan dengan penurunan tersebut, NFT Price Floor mengungkapkan harga dasar Cyptopunks sudah menurun hingga 41 ETH selama seminggu terakhir, angka terendah sejak Agustus 2021. Sementara itu, harga dasar Bored Ape Yacht Club (BAYC) BAYC dikabarkan turun 90 persen dalam 18 bulan.  

Harga dasar adalah harga terendah untuk NFT apapun dalam koleksi tertentu. Penurunan harga dasar dapat diartikan bahwa proyek NFT kehilangan daya tarik.

Selain itu, hal ini diperparah dengan fakta bahwa kinerja buruk ini juga dirasakan oleh koleksi-koleksi dengan nilai besar, yang menetapkan nilai pasar yang tinggi dan stabil dalam periode waktu yang relatif singkat dan dianggap sebagai penentu sentimen pasar.  (tim redaksi)


#NFT

#nonfungibletoken

#kinerjaturun

#kepercayaanpasar

#pelakuNFT

#sentimenpasar

Tidak ada komentar