Breaking News

Pelaku Berkedok Pelatih Paskibra, 13 Remaja Pria Jadi Korban Pelecehan Seks Menyimpang

 
Korban kekerasan meminta pertolongan..(Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Entah hukuman apa yang setimpal dengan perbuatan bejat seorang pelatih paskibra yang juga kepala sekolah di SD Negeri Muara Enim, Sumatera Selatan ini. Pelaku bernama Martin Hadi Susanto (37) bukannya memberikan contoh baik kepada anak didiknya, malahan menjadi "predator" bagi para remaja korbannya.

Ya, MHS sudah ditangkap pihak kepolisian akibat aksi bejatnya melakukan pelecehan seksual menyimpang kepada 13 pelajar SMK. Pelaku memaksa korbannya, siswa yang dilatihnya di ekskul Paskibra di SMK Negeri di Gelumbang, Muara Enim, untuk melakukan aksi sodomi kepada dirinya dengan iming-iming akan dibantu lolos tes TNI.

Pelaku berstatus ASN yang juga bergelar S2 itu melancarkan aksinya selama 4 tahun, sejak 2019-2023. Aksi menjijikan dan menyimpang itu akhirnya terungkap berkat laporan salah satu korban.

"Iya, pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari seorang siswa. Pelaku ini merupakan pelatih paskibra di SMK tersebut," kata Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi, dikutip Jumat (14/7/2023).

Bermula dari satu laporan, kemudian terungkap korban berjumlah 13 orang. Semuanya merupakan anggota ekskul paskibra di SMK tersebut. 

Aksi bejat itu dilakukan Martin di asrama sekolah tersebut di kawasan Gelumbang, Muara Enim. Tiga korban masih berstatus pelajar SMK dan 10 lainnya sudah berstatus alumni.

"Iya total korban ada 13 orang. Tiga masih pelajar sisanya itu alumni," imbuh Andi.

Modus pelaku, mengancam korban akan menyebarkan dan memviralkan foto bugil mereka. Akibatnya korban takut melaporkan tindakan pelaku. 

Hingga akhirnya salah satu korban memberanikan diri untuk melapor. "Beberapa korban ada yang berani bercerita, ada juga yang masih malu. Mereka mengaku takut karena diancam foto bugil mereka yang dimiliki pelaku akan diviralkan," bebernya.

Ia menjelaskan, foto bugil para korban didapat pelaku dengan bujuk rayu saat korban antusias ingin menjadi anggota TNI. "Kemudian korban dirayu jika alat vitalnya mengalami gangguan tidak bisa menjadi TNI. Selanjutnya pelaku meminta korban mengirimkan foto bugilnya. Dari situ pelaku akhirnya dengan leluasa melakukan perbuatan itu ke para korban," terangnya lagi.

Dari laporan itu, Unit PPA Satreskrim Polres Muara Enim pun langsung melakukan penyelidikan. Setelah mengendus keberadaan pelaku yang diketahui sedang berada di wilayah Tungkal Ilir, Kabupaten Banyuasin.

Polisi pun bergerak melakukan penangkapan pada malam hari beberapa waktu lalu. "Ditangkapnya oleh Unit PPA saat pelaku berada di Banyuasin," paparnya lagi.

"Jadi, pelaku ini pada 2014-2018 guru honor di SD (Muara Enim), 2018 diangkat menjadi guru dan mengajar di SD negeri (Banyuasin) dan pelatih paskib di SMK negeri (Muara Enim) ketika ekstrakurikuler pada hari Sabtu dan Minggu," terangnya lagi.

Atas perbuatannya, lanjut Kasat Reskrim, tersangka akan dikenakan pasal 82 ayat 1 dan 2 Undang undang No 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak. Ancaman pidananya adalah 10 tahun penjara karena tersangka merupakan tenaga pendidik. (tim redaksi)


#pelakupelecehanseksual

#pelakukepalasekolahSD

#korbanpelakupelecehanseksual

#UUperlindungananak

#pelakuseksmenyimpang

#muaraenimsumateraselatan

Tidak ada komentar