Breaking News

Patung Soekarno Tertinggi di RI Bakal Dibangun di Bandung, Tuai Kontra Politik vs Agama

Patung Soekarno yang ada di Semarang, Jawa Tengah. (Ilustrasi/ net)

 WELFARE.id-Sejumlah patung Soekarno dibangun di beberapa tempat. Ketua Yayasan Putra Nasional Indonesia Pamriadi mengatakan, patung Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno di GOR dan Taman Saparua, Bandung, Jawa Barat, akan menjadi patung Bung Karno yang tertinggi di Indonesia.

"Insya Allah tahun ini Monumen Plaza Bung Karno di Bandung ini akan menjadi monumen tertinggi di Indonesia, mungkin tertinggi di dunia. Ini akan menjadi ikon baru di Jawa Barat,” kata Pamriadi dalam keterangan yang diterima,  Selasa (18/7/2023).

Ia menambahkan, pembangunan patung ini dilakukan secara gotong royong, tanpa menggunakan uang negara atau daerah. "Patung Bung Karno setinggi 22,3 meter ini, Insya Allah tidak dibiayai APBN dan APBD, tetapi mendapatkan donatur-donatur yang sangat cinta Bung Karno, terhadap perjuangan Bung Karno,” imbuhnya.

Dia menerangkan pembangunan Patung Bung Karno ini memakan anggaran Rp14,5 miliar. Pemberi ide pembangunan ini datang dari akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Monumen Plaza ini akan dilakukan pembangunan pada awal Juli dengan membangun pertama adalah menata taman Plaza Bung Karno,” ulasnya. Ia menerangkan, patung ini dibuat oleh pematung yang memang kerap membuat Patung Bung Karno, yaitu Dunadi, asal Jogjakarta.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Nasional (Unas) Selamat Ginting menyoroti rencana pembangunan patung Soekarno itu. "Tidak ada yang kebetulan dalam politik, pasti ada relasi kuasa yang dilakukan RK dalam pembangunan patung seorang tokoh. Sekaligus ada kuasa simbolik politik,” kata Selamat Ginting, melansir dari RMOL, Selasa (18/7/2023).

Ia menambahkan, pembangunan patung di ruang publik merupakan wujud ekspresi simbolis untuk menokohkan seseorang. Ini merupakan bagian dari upaya meneguhkan kekuasaan personal maupun kelompok mengatasnamakan kepentingan publik.

"Keberadaan patung Sukarno, misalnya, menjadi bukti bagaimana sistem simbolik dilakukan untuk melegitimasi kekuasaan oleh otoritas penguasa,” kata dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unas ini. Dalam suasana tahapan pemilihan umum yang sudah berlangsung sejak pertengahan 2022, lanjut Ginting, wajar saja jika peristiwa itu dikaitkan motif politik dengan relasi kuasa politik yang sedang dibangun RK. 

Apalagi selama ini PDIP belum bisa memenangkan pemilu di Jawa Barat. PDIP sering kalah dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). 

Hanya unggul tipis dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Apakah ini upaya RK untuk mendekat kepada PDIP jelang pilpres, walau dia kini sudah menjadi kader Partai Golongan Karya (Golkar)? Jawabannya bisa iya bisa juga tidak. Tapi ini bukan sebuah kebetulan, melainkan sudah dirancang,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut Ginting, nama RK selalu masuk radar survei urutan lima besar sebagai bakal calon wakil presiden. RK bersaing ketat dengan nama-nama seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, Agus Harimurti Yudhoyono, dan Khofifah Indar Parawansa.

"Bakal calon presiden dari PDIP Ganjar Pranowo belum punya pasangan wakil presiden, jadi wajar saja pembangunan patung Bung Karno dikaitkan dengan motif politik,” ujar Ginting yang mengenyam pendidikan sarjana ilmu politik, magister komunikasi politik, dan doktoral ilmu politik. Ginting mengemukakan, praktik kuasa simbolik melalui pembuatan patung seorang tokoh melalui sistem bahasa visual dan simbolisasi, menunjukkan bagaimana kekuasaan menyelinap di bawah ruang sadar publik.

Masyarakat bisa saja tidak menyadari bagaimana sistem kekuasan bersembunyi di balik karya-karya patung di ruang publik. Dalihnya bisa bermacam-macam. 

Seperti pewarisan nasionalisme, penghormatan kepada pahlawan, maupun peneguhan ideologisasi. "Bukankah Bandung juga punya nilai sejarah bagi Soekarno, karena ia mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung dan pernah ditahan pemerintah kolonial Belanda di Kota Kembang ini,” ungkap Ginting.

Berdasarkan catatan Ginting, dalam kurun waktu pemerintahan Presiden Jokowi, terjadi pembangunan patung-patung Soekarno di sejumlah tempat atau instansi pemerintah maupun negara. Misalnya di Akademi Militer Magelang yang digagas Wakil Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Muhammad Herindra dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Dudung Abdurachman, saat masih menjadi Gubernur Akmil. 

Kemudian di Kementerian Pertahanan dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas). "Maka ada pihak-pihak yang menghubungkan pembangunan patung itu turut melambungkan nama Herindra dan Dudung Abdurachman menjadi petinggi militer. Itu sah-sah saja, meskipun bukan satu faktor itu saja yang melambungkan nama mereka,” ungkap Ginting.

"Semoga publik tidak disuguhi simbol tanpa makna dan semoga pula pembangunan patung-patung itu sesuai dengan kebutuhan publik. Bukan sekadar niatan politik praktis seseorang untuk meraih kedudukan,” harapnya.

Patung Soekarno saat ini ada di, Kementerian Pertahanan, Lembaga Pertahanan Nasional, Akademi Militer Magelang, Stadiun Gelora Bung Karno, Gerbang Bandara Soekarno Hatta, Semarang, Blitar, Solo, Bandung, Bukit Algoritma Sukabumi, Palu Sulawesi Tengah, dan Bandar Lampung. Tidak selalu mulus, rencana pendirian patung Soekarno di GOR Saparua ditentang keras ormas-ormas Islam. 

Melansir suaraislamid, Selasa (18/7/2023) aksi menentang patung Soekarno di GOR Saparua, antara lain, Aliansi Perjuangan Islam (API), Forum Silaturahmi Organisasi Islam (FSOI), Hidayatullah, Syarikat Islam, HW Muhammadiyah, KB PII, APIB, Gerakan Muslimat, Forum Pesantren, Al Irsyad, Syuro dan Advokasi FPI, serta Anshorullah. Selain di GOR Saparua, patung Soekarno juga rencana akan dibangun di Bandung Freedom Park, kawasan perkebunan The Walini, Kabupaten Bandung Barat. Patung itu nantinya didesain dengan gambaran Soekarno duduk sambil berpikir menghadap ke kota Bandung.

Alasan mereka menentang keberadaan patung tersebut, karena patung bukan budaya Islam, melainkan kebudayaan Hindu atau Budha. Budaya Islam yang mereka yakini adalah seni kaligrafi.

Ada ulama mengharamkan patung. Tapi ada juga ulama modern yang membolehkan patung dengan alasan patung kini tidak menjadi berhala yang disembah sebagaimana dahulu masa jahiliyah. 

Patung kini hanya menjadi seni. Selain patung Soekarno, pahlawan terkenal yang dipatungkan adalah Panglima Sudirman dan Pangeran Diponegoro. (tim redaksi)


#patungsoekarno

#pembangunanpatungsoekarno

#patungsoekarnodiGORsaparuaditentang

#ormasislam

#patungpahlawan

Tidak ada komentar