Breaking News

Panji Gumilang Masih Bebas, Kemenag Siapkan Mitigasi Penyelamatan Ribuan Santri Ponpes Al-Zaytun

Pimpinan Ponpes Al-Zaytun Panji Gumilang. (Istimewa/ net)


WELFARE.id-Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang telah diperiksa Bareskrim Polri, Senin (3/7/2023), namun belum ditahan. Panji bahkan belum menjadi tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Di sisi lain, sembari menunggu hasil penyelidikan Bareskrim Polri, Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Barat dan Kemenag Pusat segera mengambil langkah untuk melakukan mitigasi penyelamatan ribuan santri dan membekukan bantuan untuk Ponpes Al-Zaytun di Indramayu, Jawa Barat itu. Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Barat Abdul Latief mengatakan, saat ini kita masih menunggu petunjuk dan arahan mitigasi dari pusat. Prinsipnya proses pembelajaran santri tidak boleh berhenti dan terganggu," tegasnya, dikutip Selasa (4/7/2023).

Tidak hanya itu, ia juga menambahkan, untuk segala bantuan BOS untuk Madrasah di Ponpes Al-Zaytun tersebut, menurutnya itu akan segera dibekukan oleh Kemenag Pusat melalui Ditjen Pendis. "Kalau pencairan BOS Madrasah swasta dilaksanakan oleh pusat/ Ditjen Pendis. Kemungkinan akan dibekukan dan dihentikan menurut informasi begitu," paparnya.


Panji Diperiksa Bareskrim Polri


Pimpinan Pondok Pesantren Al-Zaytun Panji Gumilang telah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait kasus penistaan agama selama delapan jam, dari pukul 14.00-22.00 WIB, Senin (3/7/2023). Panji sempat tertahan di dalam gedung akibat kericuhan yang terjadi antara awak media dengan gerombolan yang diduga massa Panji Gumilang. 

Kemudian setelah kondisi kondusif, Panji pun keluar dari gedung Bareskrim Polri dan tetap dikawal ketat oleh pihak kepolisian. Sesampainya di teras gedung, Panji langsung menyampaikan salam khasnya kepada awak media yang sudah menunggu sejak pagi hari. 

"Assalamualaikum. Shalom aleichem," ucap Panji Gumilang di Bareskrim Polri, kemarin. Ia mengaku, dicecar lebih dari 30 pertanyaan oleh penyidik terkait kasus dugaan penistaan agama tersebut. 

Namun dari keterangan dari Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan bahwa yang bersangkutan disodorkan 26 pertanyaan. Lalu semua pertanyaan itu dijawab semua oleh Panji Gumilang sebagai terlapor.

"Pertanyaan yang disampaikan kepada saya lebih daripada 30 pertanyaan dan sudah bisa dijawab dengan baik mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar," harapnya. Diketahui, penyidik Dittipidum Bareskrim Polri telah menaikkan status kasus penistaan agama dengan terlapor Panji Gumilang dari penyelidikan menjadi penyidikan. 

Dinaikkannya ke tahap penyidikan setelah penyidik Dittipidum Bareskrim Polri menemukan unsur pidana dalam kasus penistaan agama tersebut. "Kami sampaikan selesai pemeriksaan penyidik telah (melakukan) gelar perkara bahwa perkara dari penyelidikan ke penyidikan. Mulai besok melakukan upaya-upaya penyidikan,” tegas Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro.

Dalam kasus ini, Panji Gumilang dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Forum Pembela Pancasila (FAPP) pada, Jumat 23 Juni 2023 lalu. Laporan atas Panji pun teregister dengan nomor: LP/B/163/VI/2023/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 23 Juni 2023. 

Panji Gumilang dilaporkan ke Bareskrim Polri atas tuduhan melanggar ketentuan Pasal 156 A Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penistaan Agama. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Bareskrim mengusut perputaran uang jika memang ada aliran ilegal di Ponpes Al-Zaytun yang dipimpin Panji Gumilang tersebut. 

Menurut Kang Emil, jika memang ada dan terjadi penyimpangan, harus segera dibekukan sejumlah rekeningnya agar kedepannya tidak merongrong negara. "Kalau ada perputaran uang yang ilegal dari kegiatan yang melanggar hukum itu juga untuk segera dibekukan," tegas Kang Emil. (tim redaksi)


#panjigumilangdiperiksabareskrim

#panjigumilang

#kontroversiponpesalzaytun

#pondokpesantrenalzaytun

#kemenag

#gubernurjawabarat

#ridwankamil

#bareskrimpolri

Tidak ada komentar