Breaking News

MAHA Listing Saham Syariah Hari Ini, Incar Dana Segar Rp491 Miliar

Alat berat milik PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA). (Istimewa/ dok.MAHA)


 WELFARE.id-PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/7/2023). Perusahaan MAHA  menjadi perusahaan tercatat ke-51 di BEI tahun ini.

Perusahaan batu bara milik konglomerat Eddy Sugianto, MAHA dijadwalkan untuk melakukan pencatatan saham (listing) ke dalam daftar efek syariah. ​Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner OJK terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-68/D.04/2023 tentang Penetapan Saham PT MAHA sebagai Efek Syariah.

"Dengan dikeluarkannya Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan tersebut, maka Efek tersebut masuk ke dalam Daftar Efek Syariah sebagaimana Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-52/D.04/2023 tanggal 24 Mei 2023 tentang Daftar Efek Syariah," jelas OJK dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (25/7/2023).

Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan OJK terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan oleh PT MAHA. Mandiri Services sebelumnya menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) sebanyak-banyaknya 4.166.000.000 saham atau 25%. 

Perseroan mematok harga Rp118 per saham, sehingga perseroan bakal meraih dana sekitar Rp491,58 miliar. Masa penawaran umumnya berlangsung sejak 18-21 Juli 2023.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Trimegah Sekuritas. Dalam prospektus perseroan dijelaskan, bahwa bersamaan dengan pencatatan saham IPO sebesar 4.166.000.000, perseroan juga akan mencatatkan seluruh saham biasa atas nama pemegang saham sebelum IPO sejumlah 12,5 miliar saham atau 75%.

Dengan demikian, jumlah saham yang akan dicatatkan oleh Mandiri Services di BEI seluruhnya adalah sebesar 16.666.000.000 atau sebesar 100% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh sesudah IPO saham. Dengan mengacu pada jumlah saham yang bakal dicatatkan dan harga IPO, maka kapitalisasi pasar atau market cap MAHA diperkirakan sekitar Rp1,96 triliun.

Pemegang saham  MAHA sebelum IPO terdiri dari PT Edika Agung Mandiri 46%, Yenny Hamidah Koean 10%, Eka Rosita Kasih 10%, Diah Asriningpuri Sugianto 10%, Arief Sugianto 10%, Handy Glivirgo 5%, Muhammad Akbar 5%, dan Herman Kusnanto Kasih Tjia 4%. Sementara itu, pemegang saham Edika Agung Mandiri adalah Eddy Sugianto 92,43%, Eka Rosita Kasih 3,29%, Arief Sugianto 1,64%, Diah Asriningpuri Sugianto 1,64%, Handy Glivirgo 0,33%, Erita Kasih Tjia 0,33%, dan Artur Dewata MD Batubara 0,33%.

Pengendali dan ultimate beneficiary ownership (UBO) Mandiri Herindo Adiperkasa (MAHA), yaitu Eddy Sugianto. Konglomerat ini berada di nomor 32 dalam daftar 50 orang terkaya Indonesia 2022 versi Forbes. 

Per 4 April 2023, kekayaan bersihnya mencapai USD1,2 miliar. Masih mengutip Forbes, Eddy Sugianto (77) adalah pendiri grup pertambangan batu bara Mandiri dan dia merupakan komisaris utama PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL).

Dalam laporan tahunan MCOL 2022, MAHA disebut sebagai perusahaan afiliasi dari MCOL. Sebagai informasi, Prima Andalan Mandiri (MCOL) baru mencatatkan sahamnya di BEI pada 7 September 2021.


Target Penggunaan Dana IPO


Perusahaan yang bergerak dalam bidang aktivitas penunjang pertambangan itu melepas sebanyak-banyaknya 4,16 miliar saham dengan nominal Rp60 per saham atau setara 25 persen dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Artinya, dana segar yang diperoleh MAHA dari proses IPO berada di kisaran Rp491,58 miliar. 

Calon emiten yang akan segera melantai di BEI ini justru berhasil mencatat kenaikan laba serta pendapatan di tahun lalu, meski harga batu bara terus mengalami penurunan. Mengutip data dari laman resmi MAHA, Selasa (25/7/2023), pendapatan perusahaan naik hingga 24,44 persen menjadi Rp1,64 triliun pada 2022, dibandingkan setahun sebelumnya sebesar Rp1,31 triliun. 

Hal ini membuat MAHA berhasil memperoleh laba bersih perseroan sebesar Rp501,62 miliar atau meningkat hingga 60,88 persen secara year-on-year (YoY) dibanding tahun 2021 senilai Rp311,77 miliar.  Sementara itu, perseroan tercatat memiliki Rp1,60 miliar aset hingga akhir 2022. 

Jumlah tersebut terdiri dari current assets sebesar Rp500,64 juta dan non-current assets sebesar Rp1,105 miliar. Di sisi lain, perusahaan angkutan pertambangan ini dikabarkan akan menggunakan 60 persen dana hasil IPO untuk keperluan pembelian armada baru berupa 100 unit truk senilai Rp290 miliar. 

Rinciannya, adalah 50 unit dump truck tipe FMX 440 seharga Rp2,8 miliar per unit serta 50 unit prime mover FH16 610 yang dipatok dengan harga Rp3 miliar per unit. Ratusan unit truk tersebut akan dibeli MAHA dari PT Eka Dharma Jaya Sakti dengan periode pembelian pada Juli hingga Desember 2023 untuk kepentingan peningkatan produksi. 

Sedangkan 40 persen dana segar lainnya akan digunakan perusaahn untuk membeli 50 unit dolly dan 100 unit vessel untuk keperluan peningkatan kapasitas produksi dan peremajaan unit. Periode pembelian akan dilaksanakan pada Agustus hingga Desember 2023 dan akan sisanya dilakukan secara bertahap pada 2024. (tim redaksi)


#IPO

#listingsaham

#sahamMAHA

#MAHA

#PTmandiriherindoadiperkasatbk

#pertambangan

#konglomerat

#eddysugianto

Tidak ada komentar