Breaking News

Lagi-Lagi Data Pribadi Warga +62 Diduga Bocor, Kali Ini Korbannya 34 Juta WNI Pemilik Paspor

Paspor RI. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Dugaan kebocoran data pribadi warga +62 kembali terjadi. Kali ini, kebocoran data 34.900.867 juta penduduk Indonesia terkait dengan data paspor.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun langsung melakukan penelusuran atas dugaan adanya kebocoran data pribadi tersebut. Penelusuran dugaan kebocoran dilakukan bersama sejumlah lembaga negara lainnya. 

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Samuel A Pangerapan menyatakan, penelusuran dilakukan sejak Rabu (5/7/2023) berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai ketentuan yang berlaku. Yaitu, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM. 

"Melakukan penelusuran atas adanya dugaan kebocoran data pribadi 34.900.867 juta penduduk Indonesia yang dikaitkan dengan data paspor," kata Samuel dalam laman resmi Kominfo, dikutip Kamis (6/7/2023). 

Kesimpulan ada tidaknya kebocoran data paspor baru bisa dilakukan setelah melakukan beberapa tahap pemeriksaan secara hati-hati terhadap data yang beredar. Pihaknya akan terus melakukan penelusuran dan penyelidikan secara mendalam dan akan terus memberikan hasil penyelidikan. 

Pihaknya juga meminta agar seluruh penyedia platform digital dan pengelola data pribadi semakin meningkatkan keamanan data pribadi. "Pengguna sesuai ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku serta memastikan keamanan sistem elektronik yang dioperasikan," harapnya.

Sebelumnya, viral unggahan di media sosial yang menyampaikan adanya dugaan kebocoran data paspor 34 Juta Warga Negara Indonesia (WNI) yang akan diperjualbelikan. Adapun penggunggah informasi tersebut yakni akun twitter @secgron milik Teguh Aprianto, pengamat dunia keamanan siber.

Seperti diunggah oleh Teguh Aprianto, puluhan juta paspor WNI tersebut tengah diperjualbelikan oleh seseorang yang tidak bertanggung jawab. "Buat yang udah pada punya paspor, selamat karena 34 juta data paspor baru aja dibocorkan dan diperjualbelikan," tulis Teguh melalui akun twitter pribadinya, dikutip Kamis (6/7/2023).

"Data yang dipastikan bocor diantaranya no paspor, tgl berlaku paspor, nama lengkap, tgl lahir, jenis kelamin dll. Ini @kemkominfo sama @BSSN_RI selama ini ngapain aja ya?," sindir Teguh.

Sementara itu, Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Silmy Karim menegaskan, pihaknya saat ini tengah menelusuri kebenaran dari informasi tersebut. "Sedang diselidiki kebenarannya," ujar Silmy melalui pesan singkat kepada wartawan, dikutip Kamis (6/7/2023).

Silmy pun menjelaskan, pusat server dari basis data paspor tersebut berada di Pusat Data Nasional (PDN) kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo). "Yang jelas database (server) kita di Pusat Data Nasional (PDN) Kementerian Kominfo," ulasnya.

Saat informasi tersebut beredar luas di jagat media sosial, Silmy mengatakan Tim dari PDN Kemenkominfo tengah mengadakan rapat membahas dugaan kebocoran data paspor puluhan juta WNI tersebut. Selain tim PDN, Operasional Badan Siber dan Sandi Negara Nasional (BSSN) hendak menelusuri kebenaran dari informasi tersebut. (tim redaksi)


#dugaankebocorandatapribadi

#dugaankebocorandatapaspor

#pasporRI

#kemenkumham

#dirjenimigrasi

#keamanansiber

#jualbelidatapribadi

#investigasi

Tidak ada komentar