Breaking News

KPK Gali Kasus Dugaan Tipikor di PTPN XI, Komut Dipanggil Jadi Saksi Ternyata Sudah Almarhum?

 
Gedung KPK.. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tadinya berencana memanggil Komisaris Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI Dedy Mawardi untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan hak guna usaha untuk perkebunan tebu PTPN XI. Tapi apa daya, ternyata saksi yang hendak diperiksa ternyata sudah meninggal.

Pemberitaan soal meninggalnya Komut PTPN XI pernah dimuat di cnnindonesiacom tanggal 7 Juli 2021. Almarhum wafat akibat terjangkit COVID-19 di salah satu rumah sakit (RS) di Lampung pada, Rabu (7/7/2021) lalu, pukul 12.00 WIB.

Kabar meninggalnya Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi itu dikonfirmasi Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara. "Benar, Bang Dedy Mawardi meninggal karena COVID-19," ujar Beka, kala itu.

Selain Dedy Mawardi, tim penyidik lembaga antirasuah turut memeriksa Peneliti di P3GI tahun 2011-2017 Dias Gustomo, Staf Divisi Manajemen Risiko PTPN XI Chrisdiyanto Triwibowo, Kabag Pengadaan dan Pemasaran PTPN XI Deddy Satrio, dan Kaur Bibit dan Administrasi Tanaman - Divisi Tanaman (Sarana Produksi dan Pengembangan Areal) 2016-2020 Dody Daud Wattie. Terkait almarhum, Ali Fikri mengatakan akan menunggu konfirmasi keluarga terkait hal itu.

"Bila memang benar sudah meninggal, nanti kami akan update kembali datanya sesuai informasi yang kami terima, baik dari keluarga maupun sumber informasi lainnya," ulasnya, dikutip Sabtu (22/7/2023).

Sebelumnya, KPK mengumumkan telah membuka penyidikan baru terhadap PTPN XI terkait dugaan korupsi pengadaan lahan hak guna usaha untuk perkebunan tebu. 

Ali juga menyebut, penyidik telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut. Namun, pihaknya belum bisa mengumumkan berapa orang yang ditetapkan sebagai tersangka maupun perannya dalam perkara tersebut. 

KPK juga telah menggeledah sejumlah lokasi di Jawa Timur, antara lain Kantor PTPN XI di Surabaya, perusahaan gula Assembagoes di Situbondo, beberapa kantor pihak swasta, serta rumah kediaman pihak terkait lainnya di Kota Surabaya dan Malang. Dari penggeledahan lokasi tersebut, ditemukan dan diamankan berbagai dokumen transaksi jual beli lahan dan alat bukti elektronik terkait dengan perkara tersebut. 

Barang bukti itu disita penyidik dan dianalisis untuk disertakan guna melengkapi berkas perkara. Sementara itu, PTPN Persero, sebagai induk PTPN Group, menyatakan akan mendukung segala upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. 

"Sebagai induk usaha di klaster perkebunan dan kehutanan, Holding Perkebunan Nusantara mendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi oleh penegak hukum," kata Direktur Hubungan Kelembagaan Holding PTPN III M Arifin Firdaus dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (22/7/2023). (tim redaksi)


#kasusdugaankorupsiPTPNXI

#penyalahgunaanhakgunalahan

#kasusdugaantipikor

#PTPNXI

#korupsiperkebunandanperhutanan

#KPK

#barangbukti

Tidak ada komentar