Breaking News

Ketum KNPI Diteror Gara-Gara Getol Bela Investor Tiongkok Zhang Bangcun, Haris Langsung Lapor Polisi

Ketua Umum KNPI Haris Pertama melaporkan pelaku pengancaman kepada dirinya ke Bareskrim Polri, Kamis (13/7/2023). (Istimewa)


WELFARE.id-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang mengadvokasi investor asal Tiongkok, Zhang Bangcun, berbuntut panjang. Bahkan, mengancam nyawa Ketua Umum (Ketum) DPP KNPI Haris Pertama.

Pangkalnya, seseorang yang mengaku sebagai Dady menebar ancaman pembunuhan kepadanya. Teror tersebut disampaikan melalui WhatsApp kepada seseorang bernama Aming, Rabu (12/7/2023). 

WhatsApp tersebut bahkan kini telah beredar luas. "Haris Pratama (Pertama, red) tuh minta dibikin begini lagi, ya? (Bakal dianiaya) akibatnya Ketua KNPI ngurusin Imigrasi," demikian isi pesan Dady kepada Aming yang diterima wartawan, dikutip Sabtu (15/7/2023).

Dalam pesan itu, Dady menyertakan foto Haris yang wajahnya diperban pasca-pengeroyokan pada Februari 2022. Menanggapi hal tersebut, Haris melaporkan seseorang bernama Aming yang diduga menyebarluaskan ancaman pembunuhan kepadanya ke Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis (13/7/2023). 

"Alhamdulillah, laporan kami diterima dan teregistrasi dalam LP Nomor: LP/B/193/VII/2023/SPKT/Bareskrim Polri. Kami harapkan Bareskrim dapat menuntaskan kasus ini sesegera mungkin agar para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya," ucap Haris usai melapor, dikutip Sabtu (15/7/2023).

Dalam kasus ini, Haris hanya melaporkan Aming sebagai pihak yang menyebarluaskan ancaman pembunuhan yang dilakukan seseorang bernama Dady. Sebab, ia tidak memiliki nomor kontak Dady.

"Oleh karena itu, saya berharap penyelidik tidak berhenti di Aming. Namun, turut mengembangkannya hingga ke Dady sebagai pihak pertama yang mengancam saya," ulasnya.

Dalam laporan tersebut, Aming disangkakan melanggar Pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jo Pasal 45 B UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE. "Untuk sementara, kami mengadukan terlapor dengan UU ITE karena teror tersebut baru disebarluaskan melalui transmisi elektronik, yakni WA. Besar harapan kepolisian dapat dengan segera menangani masalah ini agar eskalasinya tidak meluas dan klien kami mendapatkan keadilan," urai Kuasa Hukum Haris W Sandhya.

Sebelumnya diberitakan, Haris keras mengkritik langkah Ditjen Imigrasi lantaran melakukan detensi terhadap Zhang Bangcun, 14-23 Juni 2023. Pangkalnya, tidak ada prosedur keimigrasian dan perizinan berusaha yang dilanggar Zhang. (https://www.welfare.id/2023/07/investor-asal-tiongkok-zhang-bangcun.html)

Menurut Haris, Zhang Bangcun hanya memiliki masalah bisnis dengan rekananan sekaligus Direktur PT Daya Cipta Utama Pusaka, Thomas Khuana. Nahas, baginya, terdapat beragam kejanggalan atas detensi tersebut.

Oleh karenanya, ia mendorong pemerintah bersikap. Selain itu, mendesak Menkumham, Yassona Laoly, mencopot Dirjen Imigrasi, Silmy Karim, karena dianggap tidak mampu memantau kinerja bawahannya.

Haris menyampaikan, teror tersebut tidak membuat nyalinya menciut dan mundur. Ia justru berkeyakinan tindakan KNPI membela Zhang Bangcun sudah tepat.

"Kalau langkah KNPI membela dan mengadvokasi Mr Zhang adalah sebuah kesalahan, kenapa saya harus diteror? Teror hanya dilakukan para pengecut! Justru (ini) kian mempertebal keyakinan kami bahwa KNPI berada di pihak yang benar," sebutnya.

Apalagi, ungkap Haris, Aming sempat menjanjikan dapat mengeluarkan Zhang Bangcun dari ruang detensi di Lantai 3 Gedung Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Jakarta, kala itu jika membayar Rp50 juta. Aming berani menyampaikan demikian lantaran berdalih dekat dengan pejabat Ditjen Imigrasi.

"Pernyataan Aming itu juga menunjukkan ia merupakan mafia kasus karena bisa dengan mudahnya mengatur sebuah perkara di Ditjen Imigrasi. Saya siap buka-bukaan karena punya bukti kuat soal ini," papar Haris lagi. (tim redaksi)


#ketumKNPI

#harispertama

#kasusinvestortiongkokzhangbangcun

#KNPIadvokasiinvestortiongkok

#dirjenimigrasi

#detensi

#harispertamaditeror

#KNPI

Tidak ada komentar