Breaking News

JIS Didesain Buro Happold dan Diawasi FIFA, Mantan Direksi JakPro: Jika Perlu Ditambahkan Silakan Saja!

 

WELFARE.id-Polemik kelayakan Jakarta International Stadium (JIS) sebagai tempat penyelenggaraan Piala Dunia U-17 masih terus bergulir. Apakah sudah sesuai standar FIFA atau belum.

Belakangan, soal JIS ini juga seakan-akan menjadi komoditas politik jelang Pemilu 2024. Pasalnya, JIS dibangun di era kepemimpinan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menanggapi soal layak atau tidak, apakah JIS sudah sesuai standar FIFA atau belum, mantan Direksi Jakarta Propertindo (JakPro) M Taufiqurrachman mengatakan, pembangunan JIS sudah standar FIFA. Salah satunya dari jumlah pintu di JIS yang berjumlah 147 pintu. Ia mengatakan, JIS itu dirancang oleh ahli yang mengerti tentang stadion standar FIFA. 

"JIS itu pintunya banyak, ada 147 pintu. Jika 80 ribu penonton selesai nonton, semuanya bisa keluar dalam waktu 8 menit. Aman, tidak terinjak-injak,” katanya dalam workshop relawan Anies bertema "JIS sebagai Legacy Anies Baswedan di Mata Masyarakat" yang digelar oleh Relawan Anies Alumni Gadjah Mada (Relagama).

Alumni UGM Jogjakarta itu mengungkapkan, JIS dibangun dari desain Buro Happold, seorang konsultan internasional asal Inggris yang menggambar pembangunan JIS dengan panduan standar FIFA. Pelaksanaan pembangunan diawasi konsultasi manajemen yang mengawasi syarat dan spesisifikasinya.

Menurut dia, salah satu yang menjadi kebanggaan JIS adalah ada sofware BIM atau Building Information Modelling. Seluruh kontraktor membuat gambar yang digabungkan menjadi tujuh dimensi.

Semua sisi kelihatan. "Bisa kelihatan, alurnya tangga, pipa listrik, pipa air, sehingga jangan sampai tabrakan antara dak beton dengan pipa listrik atau air. Artinya sangat teliti dengan menggunakan teknologi tertinggi,” jelasnya, dikutip Selasa (18/7/2023).

Taufiq mengatakan, hal lain yang menarik dari pembangunan JIS yakni tidak ada penyimpangan. “JIS biayanya cukup besar, sekitar Rp4,2 triliun. Itu sudah diaudit oleh BPK dan baik-baik saja, tidak ada penyimpangan,” tegasnya.

Maka itu, ia menyarankan, untuk menghindari polemik yang hangat apakah sesuai standar FIFA atau belum, sebaiknya semua pihak menunggu kedatangan FIFA. Secara prinsip kualitas JIS sudah sesuai arahan Buro Happold. 

Namun, jika perlu ada penambahan akses seperti masuk dari jalan tol, akses masuk yang tidak harus jalan kereta api, pagar yang bisa dibuka lebih bagus. "Silakan saja," ungkapnya.

Ketua PSSI Erick Thohir mengatakan, FIFA tengah me-review lima dari delapan stadion calon stadion Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia yang akan digelar pada 10 November-2 Desember tahun ini. PSSI memang mempersiapkan delapan stadion untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 2023, enam di antaranya adalah stadion Piala Dunia U-20 2023 sebelum dibatalkan.

Kedelapan stadion itu ialah Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, hingga Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor. Selain itu, terdapat Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Stadion Manahan, Solo, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, dan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. 

Adapun lima stadion yang pengajuannya sedang ditinjau FIFA adalah JIS, Stadion Pakansari, Stadion Si Jalak Harupat, Stadion Manahan, dan Stadion GBT. "Dari usulan ke FIFA kan kami mennyampaikan 6-8 stadion untuk Piala Dunia U-17 2023. Dari delapan stadion, lima sedang di-review," ujar Erick Thohir, dikutip Selasa (18/7/2023).

"Janjinya FIFA memang akan hadir ke Jakarta lebih dulu. Sebab, ada beberapa stadion bekas Piala Dunia U-20 2023 jadi FIFA sudah ada bayangan," ucapnya.

"Paling nanti rumput-rumputnya akan dijahit kembali. Tapi kalau standar lainnya, FIFA oke. JIS dan Pakansari masih akan di-review lagi," ungkap Erick Thohir.

"Tapi jangan polemik ya. Kita sedang membahas Piala Dunia U-17 2023," kata pria yang juga menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI tersebut.

Sejumlah stadion calon venue Piala Dunia U-17 2023 itu akan direnovasi. JIS dan Pakansari, misalnya, yang bakal dilakukan perbaikan rumput dalam waktu dekat. Sebelumnya, pemerintah berkeinginan untuk mengganti rumput JIS dengan biaya Rp6 miliar.

Rumput JIS, yang berjenis hibrida alias kombinasi rumput zoysia japonica dengan sintetis, disebut tidak standar FIFA. Pergantian total menjadi solusi satu-satunya. (tim redaksi)


#jakartainternationalstadium

#JIS

#perdebatanJIS

#dibangundieraaniesbaswedan

#pemilu2024

#menteriBUMNerickthohir

#stadionbolastandarFIFA

#FIFA

Tidak ada komentar