Breaking News

Jangan Shock Ya! Setiap Tahun 1.000 WNI Usia Produktif Pindah Jadi WN Singapura

Ikon Singapura. (Ilustrasi/ net)

 WELFARE.id-Diprediksi karena faktor ekonomi, perpindahan WNI ke negara lain marak terjadi. Tak perlu jauh-jauh melihat WNI pindah warga negara ke benua Amerika atau Eropa.

Nyatanya, fenomena warga Indonesia atau WNI yang pindah kewarganegaraan menjadi warga negara tetangga, Singapura, belakangan kian hype. Data pihak imigrasi RI menunjukan, antara tahun 2019-2022 sebanyak 3.912 WNI pindah kewarganegaraan menjadi warga Singapura.

Dengan data tersebut terlihat, setidaknya ada 1.000 orang WNI per tahunnya pindah jadi WN Singapura. "WNI yang berpindah kewarganegaraan menjadi warga Singapura rata-rata pada kelompok usia produktif, usia 25-35 tahun,” ujar Dirjen Imigrasi Silmy Karim kepada wartawan, dikutip Jumat (14/7/2023).

Melihat fenomena tersebut, ia menyebut hal itu sah-sah saja. "Sah saja. WNI yang pindah kewarganegaraan demi taraf hidup yang lebih baik selama dilakukan secara legal. Mereka yang pindah ini usia-usia produktif, potensial. Namun, kita berharap kebijakan Global Talent Visa menarik minat talenta terbaik dunia supaya datang dan berkontribusi di Indonesia,” ungkap Silmy.

Global Talent Visa yang dimaksud adalah, salah satu klasifikasi dari Golden Visa (visa emas) yang diberikan kepada warga negara asing (WNA) yang memiliki keahlian atau keterampilan mumpuni di bidangnya untuk bisa berkontribusi terhadap perekonomian dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Dengan kebijakan ini diharapkan, dapat mendorong kemajuan negara dalam aspek ekonomi dan teknologi melalui SDM (sumber daya manusia) berkualitas dari mancanegara.

Menanggapi fenomena eksodus WNI jadi WN Singapura diakui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura. Mereka ikut membenarkan sekitar 1.000 WNI pindah kewarganegaraan Singapura. 

Beragam faktornya, semisal pernikahan dan mendapatkan pekerjaan. Duta Besar RI untuk Singapura Suryo Pratomo mengatakan, biasanya WNI pindah warga negara itu karena beberapa faktor.

"Faktor lain karena ditawari pemerintah Singapura untuk menjadi WN Singapura. Jadi memang banyak faktornya atau tidak tunggal," kata Suryo Pratomo, melansir pro3rri, Jumat (14/7/2023).

Menurutnya, perpindahan kewarganegaraan itu berpulang kepada yang bersangkutan. "Ini tergantung setiap orang, sejauh mana mereka nyaman," ucapnya bijak.

Sebaliknya, kata Dubes Suryo, ada juga WN Singapura yang memilih menjadi WNI. Hal itu karena pengaruh globalisasi yang melanda ASEAN. 

"Dalam dunia yang terbuka seperti sekarang ini, apalagi ASEAN akan menjadi masyarakat ekonomi regional. Maka perpindahan itu menjadi sesuatu yang umum dan lumrah terjadi," imbuhnya.

Dubes Suryo mengungkapkan, persyaratan bagi Warga Negara Asing (WNA) untuk menjadi WN Singapura sebenarnya tidak mudah. Hal itu sama dengan persyaratan apabila WNA ingin menjadi WNI. 

"Mereka harus menunjukkan berapa lama tinggal, kemudian punya kelebihan apa? Ada yang beberapa karena undangan karena seseorang punya kemampuan yang dibutuhkan Singapura," ucapnya.

Biasanya, ada pemantauan yang dilakukan pemerintah Singapura terhadap siswa yang cerdas. Selanjutnya, mereka ditawari Pemerintah Singapura mendapatkan beasiswa. 

"Setelah lulus mereka harus mengikuti kewajiban bekerja di Pemerintah Singapura. Lalu mereka ditawari menjadi WN Singapura," bebernya.

Sejumlah pihak menyatakan prihatin dan mengaku miris dengan banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang pindah kewarganegaraan. Saat ini ada 1.000 WNI berusia produktif dan punya keahlian dan berprestasi pindah menjadi warga negara Singapura. 

Alasan ekonomi menjadi penyebab kepindahan WNI tersebut. Mereka ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik adalah wajar.

"Ada yang salah dalam kebijakan WNI yang belajar dan mencari pekerjaan di luar negeri sehingga bisa dengan mudah berpindah kewarganegaraan. Saya prihatin,” kata Pengamat Pendidikan dari Universitas Multimedia Nusantara Doni Kusuma, melansir harianterbit, Jumat (14/7/2023).

Ia mempertanyakan, pemahaman bela negara dan nasionalisme serta kecintaan terhadap merah putih bagi WNI yang pindah warga negara. Apalagi, alasan kepindahan warga negara hanya karena menyangkut ekonomi. 

Senada, pengamat kebijakan publik dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie prihatin melihat fenomena itu. "Saya kira ini kesalahan pemerintahan Jokowi yang membiarkan WNI ini pindah,” ujar Jerry.

Pria jebolan perguruan tinggi Amerika Serikat ini menegaskan, di Amerika jika mahasiswa diberikan loan atau pinjaman maka mereka wajib mengembalikan ke negara. Sementara di Indonesia tidak ada kebijakan atau aturan yang seperti itu.

"Saya nilai pemerintah kita seperti macan ompong yang tak punya educational policy and educational breaktrough (kebijakan dan terobosan pendidikan),” tegasnya. Jerry menyarankan, agar kejadian serupa tidak berulang maka pemerintah Indonesia harus menyediakan tempat bagi para ahli-ahli yang mengambil studi di luar negeti baik itu yang kuliah di Oxford, Cambridge di Inggris, Harvard, Stanford, Yale University, Berkeley, Columbia University, MIT, Caltech, New Yotk University, Princeton sampai Jhon Hopkins, dan kampus lainnya.

"Jadi ada sistem pengembalian tax atau pinjaman mahasiwa yang biayai negara lewat jalur scholarship (beasiswa),” sarannya. (tim redaksi)


#WNIpindahjadiWNsingapura

#warganegaraindonesia

#kepindahanWNI

#faktorekonomi

#dirjenimigrasi

#dubesRIuntuksingapura

#fenomenaWNIpindahwarganegara

Tidak ada komentar