Breaking News

Jalan Trans Papua Gunung Pasir Longsor, Akses Distribusi Barang dan Manusia Dua Provinsi Terputus

Jalan Trans Papua yang menghubungkan antara Kabupaten Manokwari, Tambrauw, Papua Barat Daya dan Sorong, Papua Barat terputus. (Istimewa/ Dok.Tribun Sorong)


 WELFARE.id-Longsor menyebabkan akses jalan Trans Papua yang menghubungkan antara Kabupaten Manokwari, Tambrauw, Papua Barat Daya dan Sorong, Papua Barat terputus. Terputusnya akses jalan utama itu, berdampak pada arus transportasi antara wilayah menjadi terganggu.

Akses jalan terputus tepatnya di Jalan Gunung Pasir yang berada di wilayah Distrik Mubrani, Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat Daya. Tak hanya itu, Gunung Pasir dianggap warga sebagai salah satu jalan yang cukup rawan di Kabupaten Tambrauw.

Bahkan, kondisi jalan yang memperihatinkan ini sudah menimbulkan beberapa korban jiwa dan luka-luka akibat sejumlah kecelakaan. Mewakili Masyarakat Kabupaten Tambrauw, Hermanus Syufi, meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya agar serius melakukan perbaikan Jalan Trans Papua di Gunung Pasir.

Menurutnya, kerusakan jalan raya yang menghubungkan Kabupaten Tambrauw dan Manokwari ini sudah mengalami kerusakan puluhan tahun, bahkan gubernur berganti gubernur, namun kondisinya masih sama.

"Jalan di Gunung Pasir ini mengalami kerusakan saat Gubernur Papua Barat Bapak Abraham Ataturi, Bapak Dominggus Mandacan, hingga Penjabat Gubernur PB saat ini Bapak Paulus Waterpauw, tapi kondisi jalan masih rusak parah dan belum ada solusi perbaikan hingga saat ini," tuturnya, dikutip Kamis (13/7/2023).

Salah satu pemuda Tambrauw, Yohanis Ajoi mengatakan, putusnya akses jalan di wilayah ini tentu harus menjadi perhatian serius pemerintah. Apalagi, ini merupakan jalan nasional yang menghubungkan antara provinsi tersebut.

"Apalagi Jalan Gunung Pasir, selama beberapa tahun belakangan selalu terjadi tanah longsor kalau musim hujan. Hal ini tentu berdampak terjadi kecelakaan lalu lintas bahkan berdampak korban jiwa. Oleh karena itu hal ini mejadi skala prioritas yang harus segera di perbaiki," harapnya.

Terputusnya akses jalan tersebut, menghambat distribusi barang maupun manusia dari Manokwari ke Kabupaten Tambrauw, dan sebaliknya. "Apalagi Jalan Gunung Pasir merupakan akses jalan utama satu -satunya penghubung dua provinsi yakni Papua Barat Daya dan Papua Barat," jelasnya.

Selain itu, terputusnya akses Jalan Gunung Pasir tentu menyebabkan terputusnya jalur ekonomi masyarakat. Hal itu berdampak terhadap masyarakat yang akan membawa hasil kebunnya untuk dibawa ke Kabupaten Tambrauw maupun juga Kota Manokwari.

"Jalan Gunung Pasir ini sangat vital posisinya. Sehingga harus ada atensi serius dari Presiden," pintanya.

Ajoi menambahkan, Jalan Gunung Pasir merupakan proyek yang tidak berkesudahan. Namun demikian, setiap kali hujan masyarakat selalu takut melintasi Jalan Gunung Pasir karena takut jembatan rusak atau longsor.

"Setiap lewat di Gunung Pasir masyarakat selalu takut, karena sudah banyak makan korban jiwa di tanjakan maut itu,” terangnya. Pihaknya berharap, melalui kunjungan Wapres Maruf Amin, permasalahan di Gunung Pasir dapat dibicarakan dan dicarikan solusi. 

Karena, kebijakan pengerjaan dan pengelolaan Jalan Gunung Pasir ada di tangan pemerintah pusat. "Harus ada evaluasi dan tinjauan kembali rute Jalan Gunung Pasir agar tidak memakan korban jiwa. Harus ada keseriusan dari Pemerintah Pusat melalui presiden dan Kementerian PUPR, agar ada solusi konkret menyelesaikan Jalan Gunung Pasir,” harapnya lagi. (tim redaksi)


#aksesjalan

#penghubungduaprovinsidipapua

#jalangunungpasirlongsor

#transpapua

#perluperbaikan

#rawankecelakaan

#penghubungpapuabaratdayakepapuabarat

Tidak ada komentar