Breaking News

Jadi Reshuffle Terburuk di Ujung Masa Jabatan Jokowi, SETARA Institute Kritik Habis-habisan

Ketua Dewan Nasional SETARA Institute Hendardi. ( Istimewa/ net)


 WELFARE.id-Ketua Dewan Nasional SETARA Institute Hendardi menilai reshuffle kabinet Indonesia Maju pada Senin (17/7/2023) lalu, merupakan peragaan politik terburuk di ujung masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Pengisian jabatan menteri dan wakil menteri serta dua pejabat Wantimpres menjadi salah satu reshuffle dan peragaan politik terburuk Jokowi di ujung masa jabatannya," ujar Hendardi dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (20/7/2023).

Hendardi menilai demikian, lantaran Jokowi tak menunjuk menteri Komunikasi dan Informasi baru yang tak punya kapasitas di bidang kementerian tersebut. "Bukan mencari sosok menteri kompeten dan berintegritas sebagai antitesis pejabat sebelumnya, Jokowi justru menunjuk sosok tidak punya kapasitas dan rekam jejak di bidang yang dibutuhkan Kemenkominfo," tuturnya.

Ia juga menyoroti orang-orang yang ditunjuk presiden untuk mengisi jabatan di pemerintahan saat reshuffle kabinet. Menurutnya, orang-orang tersebut dipilih agar Jokowi bisa merealisasikan keinginan pribadi dan segelintir kelompok saja.

"Sosok-sosok pengisi jabatan baru itu adalah orang-orang Jokowi yang menjadi kepanjangan tangan dan mewujudkan kehendak-kehendak pribadi atau kelompoknya," tudingnya. Ia mengaku tak melihat reshuffle itu sebagai representasi partai koalisi yang didiskusikan secara sehat. 

Menurut dia, reshuffle tersebut justru menyia-nyiakan masa jabatannya dan hanya mengonsolidasi kapital infrastruktur politik semata. "Untuk Pemilu, sebagai jembatan kekuasaan bagi kelompok asuhan Jokowi, termasuk melindungi kepentingan politik keluarga. Hak prerogatif yang melekat pada seorang Jokowi telah dijalankan secara prosedural secara absah tetapi tidak membawa manfaat bagi republik," kritiknya lagi.

Padahal, kata dia, waktu atau sisa masa jabatan itu bisa dipakai untuk membangun keadilan dan kesejahteraan rakyat. Ia menilai Jokowi sedang mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan keluarga dan partai politik.

"(Jokowi) Tidak hanya sedang sibuk menyiapkan anak-anaknya untuk melanjutkan banyak kehendak kekuasaan, tetapi juga menyiapkan kelompok asuhan lintas parpol yang bisa dijadikan pelindung setelah habis masa jabatannya," ucapnya lagi.

Merespons kritikan Hendardi, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut, reshuffle kabinet Indonesia Maju telah dilakukan dengan kalkulasi untuk meningkatkan efektivitas kerja pemerintah. Hasto meyakini Jokowi telah memberikan tugas spesifik lewat beberapa menteri barunya itu.

"Reshuffle dilakukan dengan kalkulasi yang seksama untuk meningkatkan efektivitas pemerintahan Presiden Jokowi," ucap Hasto di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (20/7/2023). Menurut Hasto, Jokowi menunjuk menteri barunya dengan penuh pertimbangan matang. 

Ia mengklaim, reshuffle kabinet itu sudah dikomunikasikan dengan PDIP. "Ini bukan sekadar reshuffle tapi memang melalui pertimbangan dari Bapak Presiden dan dikomunikasikan juga ke PDIP," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik menteri dan sejumlah wakil menteri pada Senin (17/7/2023). Berikut daftar menteri dan wamen yang dilantik Jokowi:

Menteri Komunikasi dan Informatika  : Budi Arie Setiadi

Wakil Menteri Luar Negeri : Pahala Nugraha Mansury

Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika : Nezar Patria

Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi : Paiman Rahardjo

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara I : Rosan Perkasa Roeslani

Wakil Menteri Agama : Syaiful Rahmat Dasuki

Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) : Djan Faridz dan Gandi Sulistiyanto

(tim redaksi). 


#pelantikanmenteridanwakilmenteri

#reshufflekabinet

#kritikSETARAinstitute

#presidenjokowidodo

#presidenjokowi

Tidak ada komentar