Breaking News

Hasbi Hasan Resmi Tersangka, Diduga Terima Aliran Dana Suap Rp3 Miliar untuk Muluskan Perkara di MA

Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan jadi tahanan KPK. (Istimewa)


 WELFARE.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Hasbi Hasan (HH), sekretaris Mahkamah Agung (MA) selama 20 hari ke depan, sejak Rabu (12/7/2023) kemarin. Hasbi mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK dan telah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di MA.

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Hasbi menjadi salah satu hakim yang ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal suap hakim di MA. Hasbi diduga ikut menerima aliran uang suap.

"Tentu, kami pastikan alat bukti telah KPK miliki perihal dugaan aliran uang dimaksud," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, dikutip Kamis (13/7/2023). Hasbi diduga menerima duit dari mantan komisaris anak usaha BUMN Dadan Tri Yudianto. 

KPK menduga, Hasbi menerima uang miliaran rupiah. "Dugaan miliaran rupiah yang turut dinikmati yang bersangkutan," jelas Ali.

Ia diduga menerima suap sekitar Rp3 miliar untuk mengatur putusan kasasi kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana (ID) di Mahkamah Agung. "Besaran yang diterima HH sejumlah sekitar Rp3 miliar," imbuh Firli.

Firli menjelaskan, kasasi yang diintervensi oleh tersangka HH adalah kasus KSP Intidana antara Heryanto Tanaka (HT) selaku Debitur Koperasi Simpan Pinjam Intidana dengan pengurus KSP Intidana Budiman Gandi Suparman. Dalam proses kasasi tersebut, tersangka HT kemudian berkomunikasi dengan tersangka Dadan Tri Yudianto (DTY) untuk mengawal proses kasasi dengan adanya pemberian fee memakai sebutan "suntikan dana".

Keduanya kemudian sepakat untuk menyerahkan sejumlah uang ke beberapa pihak yang memiliki pengaruh di Mahkamah Agung yang satu diantaranya HH selaku Sekretaris Mahkamah Agung. Hasbi kemudian sepakat dan menyetujui untuk turut ambil bagian dalam mengawal dan mengurus kasasi perkara Heryanto Tanaka.

Atas "pengawalan" dari Hasbi Hasan dan Dadan Tri Yudianto, terdakwa Budiman Gandi Suparman dinyatakan bersalah dan dipidana selama 5 tahun penjara, sesuai dengan permintaan Heryanto Tanaka. Pada periode Maret 2022 - September 2022 terjadi transfer uang melalui rekening bank dari HT pada DTY sebanyak tujuh kali dengan jumlah sekitar Rp11,2 miliar.

Dari Rp11,2 Miliar tersebut, DTY kemudian membagi dan menyerahkannya pada HH sesuai komitmen yang disepakati keduanya dengan besaran yang diterima Hasbi Hasan sejumlah sekitar Rp3 miliar. Atas perbuatannya tersangka HH disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Hasbi sempat melawan status hukum tersangka dari KPK. Hasbi melayangkan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat (26/5/2023).

Hakim tunggal lalu menjatuhkan putusan menolak gugatan Hasbi. Penyidikan kasus korupsi Hasbi Hasan dinyatakan sah. (tim redaksi)


#hasbihasan

#tahananKPK

#tersangkakasusdugaansuap

#komisipemberantasankorupsi

#KPK

#sekretarismahkamahagung

#kasusdugaansuapperkaraMA

#didugaterimaalirandanasuap

Tidak ada komentar