Breaking News

Harga Batu Bara Diprediksi Manis Pekan Ini, Efek Rebound Akibat Suhu Panas Global

 
Tongkang pengangkut batu bara. (Ilustrasi/ net)


WELFARE.id-Harga batu bara pada pekan lalu melesat hingga 6%. Itu terjadi karena gelombang panas yang meningkatkan permintaan energi di Asia, Eropa, dan Amerika Serikat (AS). 

Otoritas Tiongkok pada Senin (17/7/2023) menyebut adanya cuaca 'neraka', di mana suhu telah mencapai rekor 52,2 derajat Celcius (126 derajat Fahrenheit) di barat laut negara itu selama akhir pekan. Pemerintah Tiongkok pun meminta penambang batu bara untuk menjaga produksi untuk mengantisipasi permintaan listrik setelah adanya gelombang panas.

Produksi batu bara Tiongkok pada semester I-2023 mencapai 2,3 miliar ton, naik 4,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Melansir CoalMint, dikutip Senin (24/7/2023), proyeksi pelemahan didasari oleh dua faktor yaitu produksi batu bara domestik India meningkat signifikan sebesar 15% secara tahunan. 

Selain itu, India telah menetapkan target produksi lebih dari 1 miliar ton tahun depan, atau meningkat 13% dibanding 2023. Kedua, pembeli India mencari batu bara dengan potongan harga dari reseller Eropa. 

Data mengungkapkan, bahwa impor batu bara India dari Indonesia sudah turun 17% di semester pertama, menjadi 50 juta ton. Ini merupakan indikasi kuat bahwa volume di semester kedua pelemahan harga batu bara.

India juga cukup kesulitan mendapatkan pendanaan dalam rangka privatisasi perusahaan batu bara untuk memperbaiki kinerja, sebab sektor perbankan menganggap batu bara sebagai sumber energi kotor dan harus digantikan. Di sisi Eropa, gelombang panas yang terjadi di banyak negara bagian utara menjadi faktor kenaikan harga batu bara.

The World Meteorological Organization memperkirakan, suhu di Italia, Spanyol, dan Yunanni akan menembus di atas 40 derajat Celcius dalam waktu dekat. Suhu di Sardinia dan Sisilia, Italia, bahkan sudah menembus 46 derajat Celcius pada Selasa (18/7/2023).

Alhasil, harga gas sebagai komoditas energi pilihan Eropa dan sumber energi substitusi batu bara turut mengalami penguatan. Dalam sepekan, harga gas alam Eropa EU Dutch TTF (EUR) naik 12,19% ke 28,16 euro per mega-watt hour (MWh).

Lalu, bagaimana dengan sepekan ini? Berdasarkan pergerakan harga batu bara Newcastle berbasis penutupan mingguan periode 14 Juli 2023 dengan 21 Juli 2023, harga batu bara pada pekan lalu menguat hingga 6%.  

Harga batu bara Newcastle untuk kontrak berjangka Juli 2023 naik menjadi USD1,02 (1,02%) menjadi USD133 per ton. Kontrak berjangka Agustus 2023 meningkat USD8,7 (6,55%) menjadi USD141,75 per ton. 

Sedangkan kontrak berjangka September 2023 menguat USD9,35 (6,99%) menjadi USD143,05 per ton. Research and Development ICDX Girta Yoga mengatakan, untuk pekan depan ada potensi koreksi untuk harga batu bara. 

Sentimen yang mempengaruhi adalah sinyal kenaikan di komoditas gas alam yang diharapkan dapat mendorong permintaan ke komoditas batu bara. "Harga batu bara diperkirakan akan bergerak pada level resistance USD140-150 per ton. Jika menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun menuju level support di kisaran harga USD120-110 per ton,” ungkapnya, melansir investorid, Senin (24/7/2023).

Pria yang akrab disapa Yoga ini mengatakan, efek gelombang panas masih akan tetap berpengaruh positif pada harga batu bara. Namun, karena di sisi pasokan sendiri masih cukup terjaga, maka belum dapat mendorong harga naik secara signifikan.

Di sisi lain,  lanjut dia, energi hijau yang tengah digadang-gadang dunia akan selalu berkorelasi negatif dengan pergerakan harga energi berbasis fosil. Semakin meningkat porsi permintaan akan green energy, maka porsi permintaan fossil based energy akan semakin menurun. 

Sehingga harga fossil based energy pun akan ikut tertekan,” tutupnya. Analis KGI Sekuritas Rovandi mengatakan dalam progam "Closing Bell" CNBC Indonesia, dikutip Senin (24/7/2023), bahwa kenaikan batu bara adalah rebound sesaat. 

Meski begitu, saham batu bara yang telah menyentuh bottom menjadi daya tarik investor yang telah tercermin dari pergerakannya dalam sebulan terakhir. (tim redaksi)


#hargabatubara

#prediksihargabatubara

#cuacaekstrem

#cuacapanas

#rebound

#batubara

Tidak ada komentar