Breaking News

Gerak Cepat Perbaiki Akses Jalan, Jembatan Kali Glidik II yang Diterjang Banjir Lahar Dingin Mulai Diperbaiki

Jembatan Kali Glidik II yang terkena dampak kerusakan akibat terjangan banjir lahar dingin Gunung Semeru, Jawa Timur, akhir pekan lalu. (Istimewa/ Dok.Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR)

WELFARE.id-Jembatan Kali Glidik II yang terkena dampak banjir lahar dingin dari Gunung Semeru mulai diperbaiki. Pasalnya, jembatan tersebut menjadi salah satu akses jalan nasional wilayah selatan Jawa Timur, penghubung  Kabupaten Malang-Kabupaten Lumajang.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kembali Jembatan Kali Glidik II. Kepala BBPJN Jawa Timur-Bali Rakhman Taufik mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan survei awal penanganan Jembatan Kali Glidik II yang putus akibat banjir bandang serta menyusun rencana kerja.

"Dari hasil survei di lapangan menunjukkan bahwa secara teknis, opsi penanganan sementara dengan pemasangan jembatan bailey kurang memungkinkan. Selain itu, investigasi di lokasi menunjukkan salah satu dari dua pilar Jembatan Kali Glidik II telah hilang diterjang banjir,” kata Rakhman dalam keterangannya, dikutip Senin (10/7/2023).

Menurutnya, alternatif penanganan sementara yang direncanakan dengan instalasi jembatan bailey kurang memungkinkan untuk dilaksanakan di lokasi eksisting Jembatan Kali Glidik II. Sebab, pilar eksisting tidak aman menopang jembatan bailey.

"Karena satu pilar hilang, maka kekuatan jembatan bailey berkurang, karena tidak ada yang menopang sehingga safety factor-nya turun menjadi kurang dari 25 ton. Selain itu, tinggi jagaan jembatan bailey dengan pilar eksisting juga masih berpotensi terkena terjangan air jika ada banjir bandang susulan,” paparnya.

Untuk itu, kata dia, diputuskan opsi penanganan Jembatan Kali Glidik II mengerucut pada pembangunan jembatan secara permanen di lokasi eksisting sepanjang 45 meter atau lebih panjang dari jembatan eksisting. "Nantinya proses konstruksi jembatan permanen sepanjang 45 meter ini akan berlangsung sekitar empat bulan. Untuk arus lalu lintas dan logistik dilakukan pengalihan arus ke utara lewat Pasuruan dan Probolinggo," imbuhnya.

Sebatas informasi, jembatan Kali Glidik II ambruk tergerus banjir disertai material Gunung Semeru, Jumat (7/7/2023). Selain jembatan ambruk, hujan deras di sekitar jalur nasional Malang – Lumajang juga menyebabkan terjadinya longsoran tebing jalan nasional di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro Lumajang.

Tepatnya di KM Turen 58+700 atau tidak jauh dari Jembatan Besuk Koboan. Jembatan Kali Glidik II dibangun pada tahun 1970 dan saat ini berumur 53 tahun. 

Jembatan ini memiliki total panjang 38 meter dengan lebar 6,80 meter. Bangunan atas jembatan ini berupa gelagar baja permanen dan terdiri atas tiga bentang. (tim redaksi)


#jembatankaliglidikIIditerjangbanjirlahardingin

#jembatankaliglidikII

#lumajangjawatimur

#kementerianPUPR

#renovasijembatankaliglidikII

#pembangunanjembatan

Tidak ada komentar