Breaking News

Emiten RS Melejit Usai UU Kesehatan Disahkan, Pundi-Pundi Konglomerat Ini Makin Gendut

 
Cek saham via ponsel. (Ilustrasi/ Freepik)


WELFARE.id-Undang-Undang (UU) Kesehatan sudah sah diketok palu oleh DPR RI, pekan lalu. Seiring dengan disahkannya peraturan perundang-undangan baru tersebut, sejumlah saham emiten Rumah Sakit (RS) kompak mengalami peningkatan drastis.

Melansir cnbcindonesia, Senin (17/7/2023), di antara saham emiten RS yang sempat mengalami lonjakan, adalah saham RS Siloam PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) terbang 9,89%, lalu ada saham PT Bundamedik Tbk. (BMHS) yang melonjak 5,03%.

Disusul dengan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) naik 3,94%, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) naik 2,94%, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) naik 2,78%, PT Royal Prima Tbk. (PRIM) naik 2,27%, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) naik 1,92%.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri, ada 11 saham emiten RS yang tercatat dan sahamnya diperdagangkan untuk publik. Dengan adanya lonjakan saham emiten RS, tentu mempengaruhi pundi-pundi pemilik emiten tersebut:


Dato Sri Tahir

Pria kelahiran Surabaya pada 26 Maret 1952 ini merupakan pemilik Grup Mayapada, yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari perbankan hingga kesehatan. Di kesehatan, Tahir diketahui sebagai pemilik Rumah Sakit Mayapada atau Mayapada Hospital. 

Ia merupakan pemegang saham pengendali dari PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) yang merupakan pengelola dari Mayapada Hospital. Ia menggenggam sebanyak 0,02% saham SRAJ. 

Anaknya, Jane Dewi Tahir juga merupakan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 0,42%. Mayapada Hospital merupakan salah satu rumah sakit swasta terbaik yang didirikan oleh Healthcare Group pada 1 Juni 2008 setelah mengakuisisi Honoris Hospital di kawasan hunian eksklusif Modern Land Tangerang. 

Sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan pelayanan kesehatan berstandar internasional, Mayapada Hospital bekerja sama dengan National Health Care Group Singapore. Dato Sri Tahir saat ini tercatat sebagai orang terkaya keenam se-Indonesia versi Forbes. 

Harta Tahir dan keluarganya tercatat sebesar USD5,3 miliar. Dengan kekayaan mencapai USD2,4 miliar atau setara Rp79,28 triliun.


Mochtar Riady

Mertua dari Dato Sri Tahir ini juga memiliki bisnis rumah sakit. Mochtar Riady adalah pendiri Grup Lippo, dengan sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, termasuk kesehatan.

Mochtar berbisnis rumah sakit melalui bendera Siloam Group, yang telah menjadi perusahaan terbuka PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO). Pada awal mendirikan RS, dia bekerja sama dengan Gleneagles, yang merupakan perusahaan jaringan rumah sakit di Singapura, dengan membangun RS Gleneagles.

Namun setelah Gleneagles tak lagi melanjutkan kerja sama, Mochtar tetap melanjutkan bisnis rumah sakit dengan mengubah nama menjadi RS Siloam. Sampai saat ini Rumah Sakit Siloam terus berkembang dan tersebar di wilayah Indonesia.

Sementara itu, dalam daftar orang terkaya Forbes 2021, miliarder berusia 93 tahun ini berada di peringkat 23, dengan kekayaan sebesar USD1,7 miliar atau setara Rp24,77 triliun.


Keluarga Boenjamin Setiawan

Konglomerat Indonesia terkaya yang memiliki jaringan bisnis rumah sakit di Indonesia adalah mendiang Boenjamin Setiawan yang lahir pada 23 September 1933 di Tegal, Jawa Tengah dan wafat 4 April 2023. Ia merupakan pendiri RS Mitra Keluarga, yang pertama kali berdiri pada 1989.

Pria yang akrab disapa Dr Boen ini juga mengendalikan PT Mitra Keluarga Tbk. (MIKA) yang mengoperasikan sebanyak 25 rumah sakit. Selain itu, mendiang yang memiliki gelar doktor di bidang farmologi ini juga pendiri perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) pada 1966 bersama lima saudaranya.

Dr. Boen merupakan orang terkaya ke-8 di Indonesia dalam daftar Forbes tahun lalu. Adapun total kekayaannya mencapai USD4,2 miliar atau setara Rp61,2 triliun.


Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja merupakan pemilik dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang mengendalikan pengelola RS Omni, PT Sarana Meditama MetropolitanTbk. (SAME). Pengelola RS Omni itu memiliki 8 rumah sakit dengan kapasitas 1.454 tempat tidur.

Enam merupakan rumah sakit EMC dan 2 merupakan rumah sakit GRHA. Melansir RTI Business per 30 Juni 2023, Elang Mahkota Teknologi memegang sebesar 77,30% saham SAME dan sisanya sebesar 22,70% dipegang oleh masyarakat.

Sementara itu, SAME merupakan pemegang saham pengendali emiten pengelola rumah sakit lainnya, PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK), dengan kepemilikan 79,84% saham. Berdasarkan data Forbes tahun 2022, Eddy menduduki peringkat 19 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Harta kekayaan Eddy mencapai USD2,4 miliar atau sebesar Rp35,90 triliun.


Martua Sitorus

Anak konglomerat Martua Sitorus, Jacqueline Sitorus merupakan pemegang saham pengendali dari PT Murni Sadar Tbk. (MTMH). Emiten tersebut merupakan pengelola Murni Sadar Hospitals yang memiliki total 6 rumah sakit.

Di antaranya, 5 rumah sakit Murni Teguh dan 1 rumah sakit ibu anak Rosiva dengan total kapasitas 858 tempat tidur. Martua sendiri merupakan taipan yang kaya raya dari bisnis perkebunan kelapa sawit, yang sudah memperluas gurita bisnisnya ke berbagai sektor, termasuk rumah sakit. 

Menurut Forbes, hartanya saat ini ditaksir sebesar USD3,2 miliar atau Rp47,87 triliun.


Keluarga The Ning King

Hungkang Sutedja, anak dari taipan The Ning King, merupakan pemilik manfaat dari perseroan (ultimate beneficial owner) PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK). Emiten itu memiliki total 2 rumah sakit yakni GRHA Kedoya dan GRHA MM2100.

RSGK adalah bagian dari grup SAME, di mana emiten rumah sakit tersebut sebagai pemegang saham pengendali dengan 79,84% saham. Sementara itu, Hungkang Sutedja tercatat memegang 0,35% saham RSGK.

The Ning King sendiri merupakan taipan Indonesia yang punya banyak perusahaan yang berkutat di sektor tekstil, industri baja, properti, pertambangan, energi, dan pertanian di bawah bendera Agro Manunggal. Namanya juga masuk 50 orang terkaya di Indonesia pada 2017 versi Forbes dengan kekayaan bersih USD450 juta atau setara Rp6,5 triliun. (tim redaksi)


#taipanindonesia

#UUkesehatan

#emitenrumahsakit

#keuntunganemitenrumahsakit

#orangterkayaversiforbes

#taipanrumahsakit

Tidak ada komentar