Breaking News

Dua Kubah Aktif Sesekali Runtuh, Ancaman Bagi Warga Lereng Merapi

Gunung Merapi. (Ilustrasi/ net)


 WELFARE.id-Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jateng masih   terus "batuk-batuk". Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Agus Budi Santosa menjelaskan, dua kubah lava yang aktif sesekali bisa runtuh. 

Menurutnya, kubah lava yang terbentuk dari aliran magma dari dalam perut bumi ini memiliki suhu yang cukup panas, capai 500 derajat celcius. Ia juga merinci pada kubah barat daya teramati titik panas tertinggi mencapai 500 derajat celsius dan pada kubah tengah mencapai 199,7 celsius. 

Morfologi atau bentuk kubah lava itu kerap berubah ketika ada guguran. Agus mengatakan, Morfologi kubah barat daya mengalami sedikit perubahan akibat aktivitas guguran lava dan awan panas guguran.

Sedangkan untuk kubah tengah tidak teramati perubahan yang signifikan. Berdasarkan foto udara tanggal 24 Juni 2023, volume kubah barat daya terukur sebesar 2.465.900 meter kubik (M3) dan kubah tengah sebesar 2.346.500 m3. 

"Kubah lava di barat dayalah yang sering berguguran karena posisinya yang labil,” imbuhnya, dikutip Sabtu (8/7/2023). Deformasi jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB1 ke reflektor RB1 pada kisaran 4.027,828 m hingga 4.027,911 m, ke reflektor RB2 pada kisaran 3.842,397 m hingga 3.842,479 m, dan ke reflektor RB3 pada kisaran 3.413,349 m hingga 3.413,356 m. 

Baseline GPS Labuhan-Jrakah berkisar pada 7.108,12 m hingga 7.108,13 m. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan pemendekan jarak tunjam sebesar 2 cm/hari.

”Suara guguran terdengar 27 kali dari pos Babadan dengan intensitas kecil hingga sedang,” tambahnya. Sementara aktivitas kegempaan, dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 1 kali gempa Awanpanas Guguran (APG), 92 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 543 kali gempa Fase Banyak (MP), 9 kali gempa Frekuensi Rendah (LF), 1.128 kali gempa Guguran (RF), dan 27 kali gempa Tektonik (TT). 

Pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 14 mm/jam selama 25 menit di Pos Ngepos pada tanggal 1 Juli 2023. Tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. 

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga. 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. ”Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan Iontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” tuntasnya. (tim redaksi)


#gunungmerapi

#lava

#guguranlava

#kubahlava

#magma

#lontaranmaterialvulkanik

#awanpanas

Tidak ada komentar