Breaking News

Dituding Bekingi Ponpes Al-Zaytun, Moeldoko Meradang

 

Kepala Staf Presiden TNI (purn) Moeldoko. (Istimewa/ Antara)


WELFARE.id-Kepala Staf Presiden (KSP) TNI (purn) Moeldoko secara lantang melarang keras Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun dipolitisasi oleh oknum politik. Moeldoko mengaku sudah curiga sejak lama, jika Al-Zaytu ada indikasi dipolitisasi. 

"Saya pikir itu dari dulu selalu begitu ya, makanya saya katakan kenapa sih Al-Zaytun ini setiap menjelang pemilu ribut," ujarnya, kepada awak media di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2023). Hanya saja, dirinya mengaku prihatin, jika Ponpes menjadi sasaran politisasi.

"Tapi harapan saya kan jangan pesantren dipolitisasi. Itu yang nggak boleh. Tapi kalau hak-hak perorangannya karena setiap orang punya hak politik silakan. Tapi jangan dipolitisasi karena jadi ribut seperti ini nih. Al-Zaytun itu tiap menjelang pemilu selalu ribut aja. Apa sih ini? Gitu loh," tegasnya lagi.

Lebih lanjut, Moeldoko juga tampak kesal karena disebut-sebut membekingi ponpes Al-Zaytun oleh pendiri Al-Zaytun, Imam Supriyanto. Ia mengatakan bahwa pernyataan Imam Supriyanto tersebut tidak bisa dipercaya.

"Ya saya katakan kemarin Pak Imam ini salah minum obat. Kalau nggak udah mulai pikun. Jadi omongannya nggak bisa dipercaya. Karena apa yang diomongkan itu tidak seperti apa yang sesungguhnya. Jadi jangan aneh-aneh lah itu," tegurnya.

Sebelumnya, sejumlah pejabat menyatakan bahwa kasus Ponpes Al-Zaytun ini ada indikasi politisasi. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. 

"Saya sebagai Menko Polhukam masih mendalami dari sumber-sumber lain yang pernah aktif di Al-Zaytun. Ini tahun politik, kita akan memilah mana yang hukum, yang politik dan yang politisasi situasi,” tuntasnya. (tim redaksi)


#KSP

#kepalastafpresiden

#moeldoko

#polemikponpesalzaytun

#pondokpesantrenalzaytun

#dugaanpolitisasipesantren

Tidak ada komentar